Kemenhaj NTB Pastikan Biaya Haji 2026 Tak Naik, Kloter Pertama Mulai Masuk Asrama 21 April

Rizky Fauzi | WartaLog
14 Apr 2026, 22:49 WIB
Kemenhaj NTB Pastikan Biaya Haji 2026 Tak Naik, Kloter Pertama Mulai Masuk Asrama 21 April

WartaLog — Di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat gejolak geopolitik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga avtur, sebuah kabar menyejukkan datang bagi para calon jemaah haji di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh (Kanwil Kemenhaj) Provinsi NTB menegaskan bahwa biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) untuk tahun 2026 dipastikan tidak mengalami kenaikan.

Kepala Kanwil Kemenhaj NTB, Lalu Muhammad Amin, menyatakan bahwa angka Bipih tetap dipatok sebesar Rp 54,1 juta. Kebijakan ini diambil agar beban kenaikan biaya operasional penerbangan tidak dialihkan kepada para jemaah. “Alhamdulillah, tidak ada kenaikan biaya. Beban tersebut tidak dibebankan kepada jemaah haji,” ungkap Amin dalam keterangannya melalui pesan singkat, Selasa (14/4/2026).

Read Also

Prakiraan Cuaca Bali 15 April 2026: Denpasar dan Badung Dominan Cerah, Jembrana Berpotensi Hujan

Prakiraan Cuaca Bali 15 April 2026: Denpasar dan Badung Dominan Cerah, Jembrana Berpotensi Hujan

Fokus pada Kesiapan Fisik dan Mental

Dengan kepastian biaya ini, Amin mengimbau agar seluruh jemaah kini mencurahkan fokus sepenuhnya pada persiapan akhir. Hal ini mencakup kesiapan fisik, kelengkapan administrasi, hingga penguasaan materi manasik haji. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebelum jadwal keberangkatan yang kian dekat.

Terkait kesiapan logistik, pihak Kanwil Kemenhaj NTB terus mematangkan distribusi perlengkapan. “Proses pengiriman koper jemaah sedang berlangsung secara bertahap. Seluruh kelengkapan mulai dari koper besar, koper kabin, tas paspor, hingga identitas pengenal jemaah dipastikan siap sebelum hari pemberangkatan ke Tanah Suci,” imbuh Amin.

Jadwal Keberangkatan dan Pembagian Kloter

Pada musim haji tahun ini, Provinsi NTB akan memberangkatkan total 5.798 jemaah yang terbagi ke dalam 15 Kelompok Terbang (Kloter). Berdasarkan jadwal yang telah disusun secara sistematis, kloter pertama dijadwalkan mulai memasuki Asrama Haji pada 21 April 2026 pukul 06.00 WITA, dan akan terbang menuju Arab Saudi pada keesokan harinya, 22 April 2026.

Read Also

Skandal Lahan Pecatu Bagik Polak: Mantan Pejabat BPN dan Kades Dituntut Penjara

Skandal Lahan Pecatu Bagik Polak: Mantan Pejabat BPN dan Kades Dituntut Penjara

Berikut adalah rincian sebaran 15 kloter jemaah haji asal Provinsi NTB:

  • Kloter 1: Lombok Timur (387 orang)
  • Kloter 2: Lombok Tengah (387 orang)
  • Kloter 3: Lombok Barat (387 orang)
  • Kloter 4: Kabupaten Bima (387 orang)
  • Kloter 5: Kota Mataram (387 orang)
  • Kloter 6: Lombok Timur (387 orang)
  • Kloter 7: Lombok Tengah (387 orang)
  • Kloter 8: Lombok Barat (388 orang)
  • Kloter 9: Lombok Timur (388 orang)
  • Kloter 10: Kota Mataram (388 orang)
  • Kloter 11: Campuran (Kab. Bima, Kota Bima, Dompu – 388 orang)
  • Kloter 12: Campuran (Lombok Timur, Lombok Tengah – 388 orang)
  • Kloter 13: Campuran (Kota Bima, Sumbawa Barat, Lombok Utara – 388 orang)
  • Kloter 14: Campuran (Kab. Bima, Sumbawa – 388 orang)
  • Kloter 15: Campuran (Lombok Timur, Lombok Tengah, Mataram, Lombok Barat, Sumbawa Barat – 355 orang)

Lombok Barat Berangkatkan Jemaah Tertua

Secara khusus, kesiapan matang juga terlihat di Kabupaten Lombok Barat yang akan memberangkatkan 840 jemaah. Menariknya, pada tahun ini terdapat perhatian ekstra bagi jemaah tertua yang berusia 89 tahun. Pemerintah daerah menjamin adanya pendampingan khusus bagi lansia agar tetap nyaman selama menjalankan rukun dan wajib haji.

Read Also

Badung Perketat Aturan Lingkungan: Pelaku Usaha yang Abaikan Pengolahan Sampah Kini Terancam Sanksi Tipiring

Badung Perketat Aturan Lingkungan: Pelaku Usaha yang Abaikan Pengolahan Sampah Kini Terancam Sanksi Tipiring

Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), mengingatkan jemaah untuk bijak dalam mengelola energi. Mengingat jemaah Lombok Barat tergabung dalam kloter-kloter awal, masa tunggu di Mekkah sebelum puncak haji akan terasa lebih lama. “Kami berpesan agar jemaah menjaga stamina. Jangan terlalu memaksakan ibadah sunnah di awal sehingga kehilangan tenaga saat puncak ibadah wajib nanti,” pesan Bupati LAZ.

Persiapan tahun ini diklaim jauh lebih tertata dibandingkan tahun sebelumnya, mulai dari percepatan vaksinasi, pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat, hingga intensitas bimbingan manasik yang dilakukan lebih awal untuk memastikan seluruh jemaah haji siap secara lahir dan batin.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *