Sinergi Hijau Bali: Badung Dorong PSEL Denpasar Raya dan Teknologi RDF Jadi Solusi Permanen Sampah

Rizky Fauzi | WartaLog
14 Apr 2026, 22:21 WIB
Sinergi Hijau Bali: Badung Dorong PSEL Denpasar Raya dan Teknologi RDF Jadi Solusi Permanen Sampah

WartaLog — Langkah besar diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dalam menuntaskan persoalan klasik limbah di wilayahnya. Melalui sebuah kolaborasi lintas wilayah yang ambisius, Pemkab Badung resmi bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar untuk membangun infrastruktur Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya.

Proyek strategis ini dirancang bukan sekadar untuk membersihkan jalanan dari tumpukan limbah, melainkan sebagai upaya transformasi pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan di jantung pariwisata internasional. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan bahwa menjaga ekosistem lingkungan adalah harga mati bagi daerah tujuan wisata dunia.

“Sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, isu lingkungan terutama sampah adalah prioritas utama kami. Bersama Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar, kami membangun kolaborasi nyata untuk menyiapkan sarana pengolahan sampah yang modern. Ini adalah solusi jangka panjang yang kami tawarkan untuk masa depan Bali,” tutur Adi Arnawa dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).

Read Also

Sektor Pajak Karangasem Tumbuh Pesat, Realisasi PAD Triwulan I 2026 Lampaui Ekspektasi

Sektor Pajak Karangasem Tumbuh Pesat, Realisasi PAD Triwulan I 2026 Lampaui Ekspektasi

Transformasi Limbah Menjadi Sumber Energi

Kesepakatan bersejarah ini telah ditandatangani di kantor Gubernur Bali pada Senin (13/4/2026). Melalui PSEL, paradigma lama yang memandang sampah sebagai beban mulai bergeser. Sampah kini diposisikan sebagai aset potensial yang dapat dikonversi menjadi energi terbarukan berupa listrik.

Langkah terintegrasi ini diyakini akan memberikan dampak ganda: mengurangi volume sampah secara drastis di hulu dan memperkuat ketahanan energi listrik di hilir. Adi Arnawa menambahkan bahwa proyek ini ditargetkan segera memulai proses pembangunan fisik dalam waktu dekat. “Jika tidak ada aral melintang, groundbreaking atau peletakan batu pertama akan dilaksanakan pada pertengahan tahun 2026 mendatang,” jelasnya penuh optimisme.

Mesin RDF: Solusi Cerdas di Masa Transisi

Sembari menunggu fasilitas PSEL rampung, Pemkab Badung tidak tinggal diam. Menjelang kebijakan larangan masuknya sampah residu ke TPA Suwung per 1 Agustus mendatang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung tengah memproses pengadaan tiga unit mesin berteknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Read Also

Aksi Brutal WNA Prancis di Gym Denpasar: Korban Dipukul Saat Sedang Treadmill

Aksi Brutal WNA Prancis di Gym Denpasar: Korban Dipukul Saat Sedang Treadmill

Mesin RDF ini berfungsi mengolah sampah menjadi material padat yang memiliki nilai kalor tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku energi alternatif untuk industri. Plt Kepala DLHK Badung, I Made Agus Aryawan, menjelaskan bahwa teknologi ini menjadi kunci agar penanganan sampah di Badung tidak mengalami stagnasi saat akses pembuangan utama ditutup.

“Teknologi RDF sangat krusial. Per 1 Agustus nanti, kita sudah tidak boleh lagi membuang residu ke TPA Suwung. Tiga unit mesin ini akan kita datangkan secara bertahap melalui mekanisme e-katalog dan akan dipusatkan di TPST Mengwitani agar kontrol operasionalnya lebih maksimal,” ungkap Agus Aryawan.

Pengawasan Ketat dan Sistem Shift Lapangan

Selain fokus pada pengadaan teknologi, aspek pengawasan di lapangan juga menjadi perhatian serius. Guna mencegah masuknya sampah yang belum terpilah ke zona pengomposan, DLHK Badung kini memperketat penjagaan di sentra-sentra pengolahan. Sistem kerja shift bagi petugas kebersihan telah diberlakukan untuk memastikan tidak ada oknum nakal yang melakukan pembuangan liar.

Read Also

Siasat DPRD Bali Hadapi Lonjakan Harga Tiket Pesawat 13 Persen Demi Jaga Stabilitas Pariwisata

Siasat DPRD Bali Hadapi Lonjakan Harga Tiket Pesawat 13 Persen Demi Jaga Stabilitas Pariwisata

“Kami telah memasang portal dan menyiagakan petugas dalam sistem giliran. Jika ada sampah jalanan yang masuk, petugas langsung memilah kembali secara manual untuk memastikan tidak ada material plastik yang tercampur dalam proses cacahan organik,” pungkas Agus. Dengan kombinasi teknologi PSEL dan RDF, Kabupaten Badung kini tengah bersiap menuju era baru pengelolaan lingkungan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *