Detik-detik Mencekam Banjir Bandang Purwokerto Utara: Penghuni Kos Terjebak hingga Evakuasi Lewat Atap

Yeni Sartika | WartaLog
14 Apr 2026, 19:52 WIB
Detik-detik Mencekam Banjir Bandang Purwokerto Utara: Penghuni Kos Terjebak hingga Evakuasi Lewat Atap

WartaLog — Suasana tenang di Kecamatan Purwokerto Utara mendadak berubah menjadi mencekam pada Selasa (14/4) siang. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Banyumas memicu datangnya banjir bandang secara tiba-tiba, memerangkap warga di dalam rumah dan memaksa beberapa penghuni kos melakukan aksi nekat demi menyelamatkan diri.

Salah satu titik terparah berada di kawasan Kelurahan Sumampir. Wasimin, seorang penjaga hunian kos di wilayah tersebut, menceritakan betapa cepatnya air merangsek masuk ke area bangunan. Menurutnya, arus datang dengan kekuatan besar dari arah depan, langsung merendam garasi hingga ruang kantor.

“Sangat cepat, benar-benar mendadak. Hujan besar turun, dan tiba-tiba air dari depan langsung masuk sampai ke dalam rumah, garasi, bahkan ke kantor,” kenang Wasimin dengan raut wajah masih tegang saat ditemui tim WartaLog di lokasi kejadian.

Read Also

Intensitas Hujan Tinggi, Luapan Anak Sungai Bengawan Solo Rendam Wilayah Baki dan Grogol

Intensitas Hujan Tinggi, Luapan Anak Sungai Bengawan Solo Rendam Wilayah Baki dan Grogol

Aksi Nekat Memanjat Atap

Intensitas banjir bandang ini tergolong luar biasa. Kuatnya tekanan air di luar bangunan bahkan membuat pintu-pintu utama sulit untuk dibuka. Wasimin yang saat itu terkunci di dalam gedung tak punya pilihan lain selain memanjat ke arah genteng.

“Pintunya tidak bisa dibuka karena tertahan tekanan air dari luar. Saya terjebak, akhirnya saya terpaksa manjat lewat genteng, melewati toren air, baru bisa keluar ke area depan. Tadi sempat minta tolong anak-anak kos untuk bantu dorong pintu, tapi tenaga kami tidak cukup melawan arus,” ungkapnya.

Di dalam gedung tersebut, terdapat sekitar delapan penghuni kos yang sempat dilanda kepanikan luar biasa. Meski air tidak sampai masuk ke dalam kamar masing-masing, posisi mereka yang terjebak di dalam lingkungan kos membuat mereka sempat menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar) untuk meminta bantuan evakuasi.

Read Also

Investasi Masa Depan, Pemkot Semarang Dorong Budaya Makan Ikan demi Generasi Cerdas dan Ekonomi UMKM

Investasi Masa Depan, Pemkot Semarang Dorong Budaya Makan Ikan demi Generasi Cerdas dan Ekonomi UMKM

Nasib Mahasiswa di Tengah Garapan Skripsi

Cerita lain datang dari Sabrina, salah satu mahasiswi penghuni kos yang saat kejadian sedang fokus mengerjakan tugas akhirnya. Ia mengaku tidak menyadari air sudah mengepung tempat tinggalnya sampai ia mendengar kegaduhan di luar kamar.

“Saya sedang garap skripsi di dalam kamar jadi tidak tahu persis kapan air mulai masuk. Pas saya keluar, semua orang sudah ketakutan. Sedihnya, sepeda motor saya terendam air sampai setinggi spion. Sepertinya mesinnya sudah mati total dan tidak bisa dinyalakan lagi,” tutur Sabrina lesu melihat kendaraannya yang terdampak cuaca ekstrem tersebut.

Tembok Jebol dan Kerugian Jutaan Rupiah

Bencana ini juga menghantam Perumahan Puri Intan, Kelurahan Pabuwaran. Eliana Nurul Hidayati (63), salah satu warga setempat, menggambarkan kedatangan air layaknya tsunami kecil atau air bah berwarna hitam pekat yang tingginya mencapai perut orang dewasa.

Read Also

7 Strategi Jitu Mengatasi Kucing yang Suka Buang Kotoran Sembarangan di Sekitar Rumah

7 Strategi Jitu Mengatasi Kucing yang Suka Buang Kotoran Sembarangan di Sekitar Rumah

“Saya lagi tiduran, tiba-tiba ada angin kencang dan air langsung masuk. Warnanya hitam dan arusnya deras sekali. Saya tidak sempat menyelamatkan barang-barang, hanya pikir bagaimana caranya menyelamatkan diri dan minta tolong tetangga,” ujar Eliana.

Ia menduga, banjir ini dipicu oleh proyek pembangunan di sisi utara rumahnya yang membuat debit air tertahan hingga akhirnya tembok belakang rumahnya jebol. Kerugian yang dialami Eliana cukup fantastis. Selain peralatan elektronik dan mobil yang terendam, ia baru saja mengisi kolamnya dengan benih ikan gurame senilai Rp3,1 juta yang kini hanyut tak bersisa.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa Purwokerto Utara tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan mencapai angka yang cukup besar mengingat banyaknya kendaraan dan barang elektronik warga yang mengalami kerusakan berat akibat rendaman air dan lumpur.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *