Tragedi Alat Tukang Modifikasi, Lansia di Blora Meninggal Dunia Akibat Pantulan Mata Gerinda

Yeni Sartika | WartaLog
14 Apr 2026, 18:49 WIB
Tragedi Alat Tukang Modifikasi, Lansia di Blora Meninggal Dunia Akibat Pantulan Mata Gerinda

WartaLog — Sebuah insiden memilukan merenggut nyawa seorang pria lanjut usia di Desa Karang, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Pria berinisial S (69) dilaporkan mengembuskan napas terakhir setelah mengalami kecelakaan kerja fatal saat menggunakan mesin gerinda di kediaman anaknya pada Selasa (14/4/2026).

Peristiwa berdarah ini bermula ketika korban tengah melakukan aktivitas pertukangan di rumah anaknya yang bernama Marpuah. Nahas, mesin gerinda yang ia operasikan justru menjadi senjata makan tuan. Mata pisau sepanjang 14 cm yang merupakan hasil modifikasi buatan korban sendiri tiba-tiba tersangkut pada jaring paranet yang berada di area kerja.

Kronologi Kejadian dan Temuan di Lokasi

Kasi Humas Polres Blora, AKP Midiyono, menjelaskan bahwa saat mesin dihidupkan, putaran tinggi menyebabkan mata pisau yang tersangkut itu patah. Potongan logam tajam tersebut kemudian terpental dengan kecepatan tinggi dan menghantam tubuh korban.

Read Also

Skandal Pengoplosan Gas LPG di Gudang SMK Brebes: Oknum Kepala Sekolah Jadi Otak Pelaku

Skandal Pengoplosan Gas LPG di Gudang SMK Brebes: Oknum Kepala Sekolah Jadi Otak Pelaku

“Korban terkena mata pisau buatannya sendiri. Saat mesin menyala, pisau tersebut menyangkut di jaring paranet hingga patah dan terpental mengenai kaki korban,” ujar AKP Midiyono saat memberikan keterangan kepada awak media.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh putra korban, AZ (39), sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, AZ memasuki rumah yang memang sering dijadikan tempat ayahnya menyalurkan hobi pertukangan. Namun, ia justru mendapati sang ayah sudah dalam posisi telentang dengan kondisi bersimbah darah di lantai.

Luka Serius Akibat Kecelakaan Kerja

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis, kecelakaan kerja ini menyebabkan luka yang sangat fatal. Korban mengalami pendarahan hebat akibat luka robek yang cukup dalam pada bagian paha kiri hingga mencapai tulang. Selain itu, pergelangan kaki kanan korban juga dilaporkan mengalami patah tulang akibat hantaman keras mata gerinda tersebut.

Read Also

Solo Terkepung Banjir: Ratusan Rumah di Delapan Kelurahan Terendam Hingga 1,2 Meter

Solo Terkepung Banjir: Ratusan Rumah di Delapan Kelurahan Terendam Hingga 1,2 Meter

“Pihak medis mengonfirmasi adanya luka terbuka yang sangat dalam di paha kiri hingga mengenai tulang. Hal inilah yang memicu pendarahan aktif hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” tambah Midiyono.

Di lokasi, petugas kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti penting, di antaranya mesin gerinda, dua buah mata pisau hasil modifikasi, jaring paranet, serta beberapa peralatan tukang lainnya. Pihak keluarga mengakui bahwa S memang memiliki kegemaran memodifikasi alat-alat pertukangannya sendiri untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari.

Imbauan Keselamatan Kerja

Setelah melalui pemeriksaan medis secara menyeluruh, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Atas kejadian tragis di Blora ini, kepolisian memberikan peringatan keras kepada masyarakat mengenai pentingnya aspek keselamatan kerja.

Read Also

Strategi Jitu Tembus PTN: Simulasi 50 Soal SNBT 2026 dan Kunci Jawaban Lengkap

Strategi Jitu Tembus PTN: Simulasi 50 Soal SNBT 2026 dan Kunci Jawaban Lengkap

“Kami mengimbau warga untuk lebih waspada dan berhati-hati dalam menggunakan peralatan tukang. Sangat disarankan untuk tidak menggunakan alat yang telah dimodifikasi secara mandiri di luar standar pabrikan, karena risiko keamanannya sangat tinggi dan bisa berujung fatal,” pungkas AKP Midiyono.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *