Siasat DPRD Bali Hadapi Lonjakan Harga Tiket Pesawat 13 Persen Demi Jaga Stabilitas Pariwisata
WartaLog — Fenomena lonjakan harga tiket pesawat yang menyentuh angka 13 persen mulai memicu reaksi dari berbagai kalangan, tak terkecuali dari jajaran legislatif di Pulau Dewata. Menanggapi situasi ini, DPRD Bali menyatakan kesiapannya untuk segera melakukan koordinasi intensif dengan maskapai penerbangan dan pemerintah pusat guna memastikan momentum pemulihan ekonomi tetap terjaga.
Langkah Antisipatif Legislatif Bali
Meskipun tren kenaikan harga tiket mulai terasa di pasar, Wakil Ketua I DPRD Bali, I Wayan Disel Astawa, mengungkapkan bahwa sejauh ini arus kunjungan wisatawan ke Bali masih menunjukkan grafik yang positif. Berdasarkan laporan terbaru yang diterima dari pihak eksekutif, antusiasme pelancong untuk berkunjung belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang mengkhawatirkan.
Geliat Festival Wayang Bali Utara: Menghidupkan Kembali Marwah Budaya di Museum Soenda Ketjil
“Tiket pesawat memang mengalami kenaikan dalam situasi global saat ini. Namun, merujuk pada laporan Bapak Gubernur, jumlah wisatawan masih terus meningkat, sehingga kami menilai dampaknya belum terlalu signifikan terhadap volume kunjungan saat ini,” tutur Disel Astawa saat ditemui di sela-sela kegiatannya di Ruang Rapat Utama DPRD Bali, Selasa (14/4/2026).
Kendati demikian, pihak legislatif tetap memandang perlu adanya langkah proaktif agar kenaikan ini tidak menjadi penghambat di masa depan. “Kami akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan jajaran maskapai penerbangan, termasuk Garuda Indonesia. Tujuannya adalah memastikan agar dalam masa transisi ini, kenaikan harga tetap berada dalam batas kewajaran dan tidak memberatkan masyarakat maupun wisatawan,” tambahnya.
Langkah Tegas Tabanan: Per 1 Mei 2026, TPA Mandung Hanya Terima Sampah Residu
Pemicu Kenaikan: Geopolitik dan Biaya Operasional
Kenaikan harga tiket ini merupakan imbas dari kebijakan pemerintah yang menyesuaikan komponen biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge sebesar 38 persen. Langkah ini diambil sebagai respons atas melambungnya harga Avtur dunia yang dipicu oleh ketegangan konflik di Timur Tengah yang mengganggu stabilitas energi global.
Untuk meredam dampak tersebut, pemerintah sebenarnya telah menyiapkan sejumlah stimulus pendukung, antara lain:
- Penerapan PPN tiket pesawat yang ditanggung oleh pemerintah.
- Pembebasan bea masuk untuk impor suku cadang pesawat guna menekan beban operasional maskapai.
- Insentif fiskal lainnya yang diharapkan mampu menjaga napas industri penerbangan.
Melalui berbagai kompensasi tersebut, pemerintah berharap pihak maskapai dapat menahan laju kenaikan harga di rentang 9 hingga 13 persen saja, sebagai jalan tengah untuk menjaga kelangsungan industri tanpa mencekik daya beli konsumen.
Jadwal Salat Denpasar, Badung, dan Gianyar Hari Ini 12 April 2026: Panduan Lengkap Ibadah Tepat Waktu
Pantauan Harga di Rute Populer
Berdasarkan penelusuran tim WartaLog pada sejumlah platform pemesanan tiket daring, harga tiket untuk rute-rute utama menuju Bali memang telah merangkak naik ke kisaran Rp 1 jutaan. Untuk rute favorit Jakarta-Denpasar misalnya, harga tiket termurah saat ini ditawarkan oleh Lion Air dengan harga sekitar Rp 1,32 juta per orang.
Sementara itu, bagi masyarakat yang memilih layanan maskapai full service seperti Garuda Indonesia, tiket dibanderol pada kisaran Rp 1,84 juta. Dinamika harga ini menjadi perhatian serius DPRD Bali agar sektor pariwisata Bali tetap kompetitif dibandingkan destinasi wisata mancanegara lainnya.
DPRD Bali berharap sinergi antara kebijakan pusat dan kebijakan internal maskapai dapat melahirkan solusi yang adil, sehingga Pulau Seribu Pura tetap menjadi destinasi utama yang terjangkau bagi semua kalangan.