Pijar Dupa Berujung Petaka: Warung Sembako di Karangasem Hangus, Uang Tunai Rp 200 Juta Jadi Abu
WartaLog — Sebuah malam yang tenang di Karangasem berubah menjadi mencekam ketika si jago merah mengamuk dan meluluhlantakkan sebuah usaha milik warga. Peristiwa kebakaran hebat ini menimpa warung sembako sekaligus penyedia peralatan upakara milik I Made Murtiantara (49) yang berlokasi di Banjar Dinas Bukit Kangin, Desa Tenganan, Kecamatan Manggis.
Kejadian yang terjadi pada Selasa (14/4/2026) dini hari ini menyisakan duka mendalam bagi pemiliknya. Bagaimana tidak, selain kehilangan bangunan dan barang dagangan, tumpukan uang tunai senilai Rp 200 juta yang disimpan di dalam warung turut ludes terbakar tanpa sisa. Total kerugian material akibat insiden ini diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni Rp 800 juta.
Kronologi Api yang Membumbung Tinggi
Kapolsek Manggis, Kompol Made Suadnyana, menjelaskan bahwa musibah ini pertama kali diketahui langsung oleh sang pemilik warung. Murtiantara terbangun dari tidurnya karena merasa curiga dengan kondisi rumahnya yang tiba-tiba gelap gulita akibat listrik padam. Saat melongok keluar, ia dikejutkan oleh pancaran cahaya terang yang bukan berasal dari lampu, melainkan kobaran api dari arah warung di depan rumahnya.
Geliat Festival Wayang Bali Utara: Menghidupkan Kembali Marwah Budaya di Museum Soenda Ketjil
“Saat korban mengecek keluar, ternyata api sudah membumbung tinggi dari dalam warung. Bahkan, api sudah menjalar hingga menghanguskan bagian atap bangunan,” ungkap Kompol Suadnyana saat dikonfirmasi oleh tim WartaLog.
Dalam kepanikan tersebut, korban berteriak histeris meminta pertolongan. Tak berselang lama, anggota keluarga dan warga sekitar berhamburan keluar. Dengan peralatan seadanya, mereka berjibaku memadamkan api sambil menunggu kedatangan armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
Satu Korban Luka dan Kerugian Besar
Upaya penyelamatan barang berharga sempat dilakukan secara dramatis. Namun, nahas, salah satu anggota keluarga korban harus menderita luka bakar pada bagian lengan dan kaki saat mencoba menerobos masuk untuk menyelamatkan harta benda yang tersisa. Warga dan pemilik hanya mampu menyelamatkan sebagian kecil barang sebelum api benar-benar menguasai seluruh bangunan.
Gagal Damai di Islamabad: Iran Siap Tantang Balik Blokade Militer AS di Selat Hormuz
Setelah beberapa jam bertarung melawan api, petugas akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah. Namun, dampak yang ditinggalkan sangat masif. Seluruh isi warung, termasuk dua unit kulkas, 50 tabung gas elpiji, stok sembako, hingga beragam sarana upakara, kini hanya menjadi arang.
Dugaan Penyebab: Bara Dupa yang Terabaikan
Berdasarkan penyelidikan awal di tempat kejadian perkara, musibah di Karangasem ini diduga kuat dipicu oleh sisa dupa yang masih menyala usai pemilik melakukan ibadah sembahyang. Bara api yang kecil tersebut disinyalir jatuh atau mengenai bahan yang mudah terbakar hingga akhirnya membesar dan tak terkendali.
“Dugaan sementara api berasal dari dupa yang masih menyala. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan memastikan segala sumber api benar-benar padam sebelum meninggalkan tempat atau beristirahat,” tutup Kapolsek.
Analisis Ala Ayuning Dewasa 12 April 2026: Mengapa Redite Wage Landep Bukan Waktu Ideal untuk Manusa Yadnya?
Kejadian ini menjadi pengingat pahit bagi warga di Desa Tenganan tentang betapa pentingnya kewaspadaan terhadap potensi pemicu kebakaran, sekecil apa pun sumbernya.