Gebrakan Digital Jawa Barat: Aplikasi Nyari Gawe Sukses Jaring 382 Ribu Pelamar Kerja

Santi Rahayu | WartaLog
13 Apr 2026, 22:49 WIB
Gebrakan Digital Jawa Barat: Aplikasi Nyari Gawe Sukses Jaring 382 Ribu Pelamar Kerja

WartaLog — Angin segar bertiup kencang bagi para lulusan sekolah di Jawa Barat. Langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan sektor industri mulai menunjukkan hasil nyata lewat platform digital “Nyari Gawe”. Aplikasi ini kini menjelma menjadi jembatan utama bagi para pencari kerja, khususnya bagi mereka yang baru saja menanggalkan seragam SMA dan SMK, untuk meniti jalur karier yang lebih terukur dan efisien.

Hendra Kusuma Sumantri, Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnakertrans Jabar, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap platform ini melonjak tajam sejak pertama kali diperkenalkan pada Oktober 2025 lalu. Kehadirannya seolah menjadi jawaban atas dahaga akan kemudahan akses informasi lowongan kerja di Tanah Pasundan.

Read Also

Menguak Rahasia Gang Sempit Rancaekek: Jejak Senyap Sindikat Senjata Api Ilegal ‘Ki Bedil’

Menguak Rahasia Gang Sempit Rancaekek: Jejak Senyap Sindikat Senjata Api Ilegal ‘Ki Bedil’

Ratusan Ribu Pencari Kerja Bergabung

Hingga penghujung Maret 2026, data menunjukkan angka yang impresif. Tercatat lebih dari 382 ribu pencari kerja telah terdaftar secara aktif dalam ekosistem digital ini. Tidak hanya dari sisi pelamar, sektor industri pun merespons positif dengan menyediakan lebih dari 14 ribu peluang karier yang berasal dari ratusan perusahaan yang telah terverifikasi.

“Kami melihat adanya respons yang sangat positif dari publik. Ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa kebutuhan akan platform pencarian kerja yang terintegrasi sangatlah tinggi,” ujar Hendra saat memberikan keterangan pada Senin (13/4/2026).

Fitur Berbasis AI dan Kemudahan Akses

Nyari Gawe bukan sekadar papan pengumuman lowongan kerja digital biasa. Teknologi yang disematkan di dalamnya dirancang untuk memberikan pengalaman pencarian yang lebih mutakhir. Pengguna dapat melakukan filter pekerjaan berdasarkan lokasi terdekat, memantau progres lamaran secara real-time, hingga menjalani tes psikologi secara daring dalam satu aplikasi.

Read Also

Dugaan Korupsi BPR Bank Cirebon: Dirut dan Jajaran Resmi Ditahan Atas Kerugian Rp17,3 Miliar

Dugaan Korupsi BPR Bank Cirebon: Dirut dan Jajaran Resmi Ditahan Atas Kerugian Rp17,3 Miliar

Salah satu keunggulan yang menjadi daya tarik utama adalah fitur analisis profil berbasis kecerdasan buatan (AI Profile Analysis). Fitur ini secara cerdas akan membedah kompetensi pengguna dan memberikan rekomendasi pekerjaan yang paling relevan dengan keahlian mereka. Ke depannya, Pemprov Jabar berencana memperluas jangkauan platform ini menjadi multi-channel melalui peluncuran versi website agar perusahaan lebih leluasa dalam menjaring kandidat unggulan.

Sinergi Sektor Pendidikan

Kesuksesan aplikasi ini tentu tak lepas dari peran aktif institusi pendidikan di Jawa Barat. Dinas Pendidikan Jabar kini menginstruksikan seluruh jajaran sekolah untuk melakukan sosialisasi masif agar para siswa akrab dengan fungsionalitas Nyari Gawe sebelum mereka lulus.

Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, menegaskan bahwa sosialisasi harus menyentuh akar rumput di sekolah, mulai dari peran Kepala Sekolah, wali kelas, hingga Bursa Kerja Khusus (BKK). Hal ini krusial agar target sasaran aplikasi benar-benar tercapai dan memberikan dampak signifikan pada penurunan angka pengangguran.

Read Also

Aksi ‘Petak Umpet’ Pemotor Cianjur Saat Razia: Sembunyi di Semak Hingga Temuan Senjata Tajam

Aksi ‘Petak Umpet’ Pemotor Cianjur Saat Razia: Sembunyi di Semak Hingga Temuan Senjata Tajam

“Saya meminta agar pemahaman mengenai aplikasi ini disebarluaskan secara masif melalui struktur sekolah. Kita ingin memastikan para siswa siap mengoperasikan platform ini dengan baik,” tegas Purwanto. Ia juga menambahkan bahwa pengawasan ketat akan terus dilakukan, bahkan ada kemungkinan Gubernur akan melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan kesiapan siswa dan sekolah dalam mengoptimalkan teknologi ini.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *