Niat Baik Berujung Tragis: Pemuda di Solo Dikeroyok Kelompok Bermobil Usai Tegur Pelanggar Lalu Lintas
WartaLog — Sebuah insiden kekerasan jalanan yang memicu simpati publik kembali terjadi di jantung Kota Solo. Seorang pemuda bernama Raditya Abinawa dilaporkan menjadi korban keberingasan sekelompok orang di Jalan Ir Juanda, tepat di kawasan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bakti, Kecamatan Jebres. Aksi brutal tersebut sempat menjadi perbincangan hangat setelah dokumentasi kondisi korban viral di media sosial.
Peristiwa memilukan ini bermula dari sebuah teguran sederhana demi keselamatan berkendara. Pada Sabtu dini hari, Raditya yang tengah melintas menggunakan sepeda motor berpapasan dengan sebuah mobil Toyota Innova berwarna hitam yang diduga nekat melawan arus. Merasa tindakan tersebut membahayakan pengguna jalan lain, Raditya pun memberikan teguran. Namun, respons yang ia terima justru jauh dari kata santun.
Solo Terkepung Banjir: Ratusan Rumah di Delapan Kelurahan Terendam Hingga 1,2 Meter
Kronologi Aksi Brutal di Tengah Malam
Bukannya menyadari kesalahan, para penumpang di dalam mobil tersebut justru tersulut emosi. Berdasarkan kesaksian korban, setidaknya ada empat pria dan dua wanita yang keluar dari kendaraan tersebut. Situasi dengan cepat memanas di tengah remangnya lampu jalanan Jebres. Tanpa ampun, kelompok tersebut melakukan aksi pengeroyokan di Solo terhadap Raditya hingga menyebabkan luka lebam serius di area wajah.
Tak berhenti pada kekerasan fisik, para pelaku juga menunjukkan tindakan anarkis dengan merusak ponsel milik korban. Agar Raditya tidak bisa mengejar atau meminta pertolongan dengan cepat, pelaku juga membuang kunci sepeda motor korban sebelum akhirnya memacu kendaraan mereka meninggalkan lokasi kejadian.
Skandal Parkir ‘Ngepruk’ Rp 40 Ribu di Kota Lama Semarang Viral, Dishub Tegaskan Lokasi Ilegal
Dugaan Pengaruh Alkohol dan Respons Kepolisian
Wakasatreskrim Polresta Solo, AKP Sudarmianto, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, para pelaku diduga kuat berada di bawah pengaruh minuman keras. Kondisi inilah yang ditengarai membuat mereka bertindak impulsif dan agresif meski hanya karena masalah sepele.
“Korban secara resmi telah membuat laporan ke Polresta Solo. Kami langsung bergerak cepat menindaklanjuti kasus kekerasan jalanan ini dengan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian,” ujar Sudarmianto dalam pernyataan resminya.
Pengejaran Pelaku Lewat Rekaman CCTV
Pihak kepolisian kini tengah bekerja ekstra untuk mengidentifikasi identitas para pelaku. Meskipun nomor polisi kendaraan masih dalam proses penelusuran, petugas telah mengantongi beberapa petunjuk penting dari rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di sekitar area TMP Jebres.
Waspada Cuaca Ekstrem Jateng Hari Ini: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dari Slawi hingga Batang
Kasus ini menjadi pengingat bagi warga akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di malam hari. Polresta Solo menegaskan komitmennya untuk segera meringkus para pelaku guna memberikan rasa keadilan bagi korban dan memastikan keamanan Kota Solo tetap terjaga dari aksi premanisme jalanan yang meresahkan.