Aksi Heroik Wali Kota Pekanbaru Terjang Kobaran Api Karhutla di Tenayan Raya: Pimpin Langsung Pemadaman Bersama TNI-Polri

Akbar Silohon | WartaLog
22 Agu 2026, 19:19 WIB
Aksi Heroik Wali Kota Pekanbaru Terjang Kobaran Api Karhutla di Tenayan Raya: Pimpin Langsung Pemadaman Bersama TNI-Polr

WartaLog — Di tengah kepulan asap yang menyesakkan dan cuaca terik yang menyengat, sebuah pemandangan tak biasa terlihat di kawasan Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Bukan sekadar meninjau dari kejauhan, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, tampak berada di garis depan, berjibaku melawan amuk si jago merah yang melahap lahan gambut di wilayah tersebut pada Jumat (21/8) sore hingga larut malam.

Insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini menjadi alarm keras bagi masyarakat akan bahaya musim kemarau yang mulai menunjukkan taringnya. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai lima hektare, sebuah angka yang cukup signifikan jika tidak segera dikendalikan, mengingat karakteristik lahan di Riau yang mudah merambat di bawah permukaan tanah.

Read Also

Skandal Besar di Badan Gizi Nasional: Mengungkap Tabir Markup Motor Listrik dan Sepatu oleh Dadan Cs

Skandal Besar di Badan Gizi Nasional: Mengungkap Tabir Markup Motor Listrik dan Sepatu oleh Dadan Cs

Garda Terdepan: Wali Kota Angkut Selang di Tengah Kobaran

Kehadiran Agung Nugroho di lokasi bukan hanya sekadar seremoni kepemimpinan. Sejak sore hari, ia telah berada di titik api, mengenakan atribut lapangan lengkap dengan sepatu bot. Tanpa canggung, orang nomor satu di Pekanbaru itu ikut mengangkat selang air yang berat, mengarahkan pancaran air ke titik-titik api yang masih menyala di balik semak belukar yang mengering.

Aksi ini dilakukan bersama puluhan personel gabungan dari TNI dan Polri yang telah lebih dulu berada di lapangan. Sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan ini menjadi kunci utama dalam memutus rantai penyebaran api yang dipicu oleh angin kencang di lokasi kejadian. Upaya pemadaman kebakaran ini menuntut stamina fisik yang luar biasa, mengingat medan yang tidak rata dan risiko terjebak dalam kepungan asap pekat.

Read Also

Visi Dua Dekade Prabowo: Membangun Fondasi Ekonomi dari Desa hingga Dana Kedaulatan Global

Visi Dua Dekade Prabowo: Membangun Fondasi Ekonomi dari Desa hingga Dana Kedaulatan Global

Perjuangan Hingga Larut Malam

Seiring matahari terbenam, perjuangan tim pemadam belum berakhir. Tantangan memadamkan api di malam hari justru lebih berat karena jarak pandang yang terbatas dan risiko keselamatan kerja yang meningkat. Namun, semangat Agung Nugroho dan tim gabungan tidak surut. Mereka terus menyisir area seluas lima hektare tersebut untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Sekitar pukul 21.00 WIB, upaya keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah berjam-jam melawan panas dan asap, api dinyatakan berhasil dipadamkan sepenuhnya. “Alhamdulillah, berkat kerja keras semua pihak, api sudah berhasil dipadamkan pada malam ini sekitar pukul 21.00 WIB. Ini adalah hasil dari koordinasi yang solid di lapangan,” ujar Agung dengan wajah yang tampak lelah namun lega saat ditemui WartaLog di lokasi kejadian.

Read Also

Menenun Harapan dari Beranda Negeri: Upaya Tri Tito Karnavian Dorong UMKM Tenun Belu Naik Kelas

Menenun Harapan dari Beranda Negeri: Upaya Tri Tito Karnavian Dorong UMKM Tenun Belu Naik Kelas

Apresiasi untuk Sinergi TNI-Polri

Agung Nugroho tidak lupa menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para personel TNI dan Polri yang telah bekerja tanpa lelah. Menurutnya, tanpa kesiapsiagaan dari aparat, kebakaran di Kecamatan Tenayan Raya ini bisa saja meluas dan mengancam pemukiman warga sekitar.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada personel TNI-Polri yang telah berjibaku, mengorbankan waktu dan tenaga demi melindungi wilayah kita dari ancaman karhutla. Ini adalah wujud nyata dari pengabdian kita kepada masyarakat Pekanbaru,” tambahnya. Kerja sama ini diharapkan terus terjalin erat, mengingat potensi kebakaran masih menghantui selama musim kemarau berlangsung.

Peringatan Keras: Larangan Membakar Lahan

Kejadian ini menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Pekanbaru untuk kembali mengingatkan warganya akan bahaya pembukaan lahan dengan cara dibakar. Agung Nugroho menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga merupakan pelanggaran hukum yang serius. Karhutla membawa dampak buruk sistemik, mulai dari polusi udara yang memicu penyakit ISPA hingga terganggunya aktivitas ekonomi dan transportasi.

“Kami imbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat agar tidak ada lagi yang membuka lahan dengan cara dibakar. Mari sama-sama kita jaga lingkungan hidup kita. Cuaca saat ini sangat rawan, sedikit saja percikan api bisa berakibat fatal bagi kita semua,” tegas sang Wali Kota. Ia juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat ada aktivitas pembakaran lahan yang mencurigakan di wilayah mereka.

Strategi Pencegahan Karhutla di Pekanbaru

Pemerintah Kota Pekanbaru kini tengah merumuskan langkah-langkah strategis untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Selain penanganan darurat seperti yang dilakukan di Tenayan Raya, fokus utama saat ini adalah pada upaya preventif. Sosialisasi masif akan terus digencarkan ke tingkat kelurahan dan RT/RW untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat.

Selain itu, koordinasi dengan pihak kepolisian juga akan ditingkatkan dalam hal pengawasan lahan-lahan kosong yang rentan dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab. “Pencegahan karhutla membutuhkan peran seluruh pihak. Bukan hanya pemerintah atau aparat, tapi setiap individu warga Pekanbaru memiliki tanggung jawab untuk menjaga buminya tetap hijau dan udara kita tetap bersih,” tutup Agung.

Analisis Dampak Lingkungan dan Kesehatan

Kebakaran lahan seluas lima hektare di kawasan seperti Pekanbaru bukanlah perkara sepele. Asap yang dihasilkan dari pembakaran vegetasi di atas lahan gambut memiliki konsentrasi partikulat yang tinggi, yang sangat berbahaya jika terhirup manusia dalam jangka panjang. Oleh karena itu, respon cepat Wali Kota dan tim gabungan dipuji banyak pihak sebagai langkah krusial dalam meminimalisir dampak kesehatan publik.

Dengan padamnya api di Tenayan Raya, diharapkan kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru tetap terjaga dalam level sehat. Namun, kewaspadaan tetap menjadi kunci utama, mengingat puncak musim kemarau di wilayah Riau seringkali membawa tantangan yang lebih berat bagi para pejuang pemadam api di lapangan.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *