Insiden Kebakaran Mal Nipah Makassar: Kronologi, Penyebab, dan Gerak Cepat Tim Pemadam

Akbar Silohon | WartaLog
09 Agu 2026, 23:17 WIB
Insiden Kebakaran Mal Nipah Makassar: Kronologi, Penyebab, dan Gerak Cepat Tim Pemadam

WartaLog — Sebuah insiden yang cukup mengejutkan terjadi di jantung Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ketika api dilaporkan berkobar di salah satu pusat perbelanjaan paling ikonik di kota tersebut, Mal Nipah. Peristiwa yang terjadi pada Minggu malam, 9 Agustus 2026 ini, sempat memicu kepanikan di kalangan pengunjung dan warga sekitar. Namun, berkat kesiapsiagaan pengelola gedung dan respons kilat dari petugas pemadam kebakaran, situasi mencekam tersebut berhasil dikendalikan dalam waktu yang relatif singkat.

Detik-Detik Kemunculan Api di Mal Nipah

Suasana santai akhir pekan di Mal Nipah mendadak berubah menjadi tegang saat gumpalan asap mulai terlihat dari area gedung. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim kebakaran Makassar, laporan pertama mengenai munculnya titik api masuk ke pusat komando Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar pada pukul 21.40 WITA. Waktu tersebut merupakan saat-saat di mana mal mulai bersiap untuk tutup, namun masih terdapat sejumlah pengunjung dan staf yang berada di dalam area gedung.

Read Also

Aksi Nekat Ratakan Rumah Dinas Bea Cukai dengan Ekskavator, Murnita Triwidyaning Divonis 11 Bulan Penjara

Aksi Nekat Ratakan Rumah Dinas Bea Cukai dengan Ekskavator, Murnita Triwidyaning Divonis 11 Bulan Penjara

Api dilaporkan pertama kali terdeteksi di lantai 3 dan lantai 4 gedung. Area ini diketahui bukan merupakan area retail utama tempat pertokoan berjajar, melainkan ruang yang digunakan sebagai tempat penampungan barang atau gudang penyimpanan. Hal inilah yang menjelaskan mengapa api tidak sempat merembet ke area komersial yang lebih luas, meskipun potensi kerugian tetap menjadi perhatian utama pihak manajemen.

Dugaan Penyebab: Masalah Teknis pada Neon Box

Hingga saat ini, penyelidikan mengenai penyebab pasti kebakaran masih terus berlangsung. Namun, dugaan awal yang mencuat adalah adanya kegagalan pada instalasi kelistrikan. Kepala Dinas Damkarmat Makassar, Fadli Wellang, memberikan pernyataan resmi bahwa indikasi sementara mengarah pada masalah teknis di salah satu perangkat penerangan.

Read Also

Tragedi Kebakaran Gudang Kalideres: Perjuangan 21 Jam Petugas Damkar di Tengah Ancaman Gas Beracun dan Ledakan

Tragedi Kebakaran Gudang Kalideres: Perjuangan 21 Jam Petugas Damkar di Tengah Ancaman Gas Beracun dan Ledakan

“Dugaan penyebab sementara ini adalah korsleting listrik pada lampu, tepatnya pada bagian neon box. Informasi awal yang kami terima menyebutkan adanya korslet di titik tersebut, namun tentu saja ini masih memerlukan proses penyelidikan lebih mendalam untuk memastikan segala aspek teknisnya,” ujar Fadli saat memberikan keterangan kepada awak media.

Masalah pada neon box atau papan reklame bercahaya memang sering kali menjadi risiko tersembunyi di bangunan besar jika tidak dilakukan perawatan berkala. Beban listrik yang tidak stabil atau kabel yang mulai getas dapat memicu percikan api yang dengan cepat menyulut material di sekitarnya.

Aksi Heroik 30 Armada Pemadam Kebakaran

Menyadari skala bangunan Mal Nipah yang besar dan risiko perambatan api yang tinggi, Dinas Damkarmat Makassar tidak mau mengambil risiko sedikit pun. Sebanyak 30 armada pemadam kebakaran dikerahkan menuju lokasi kejadian. Suara sirene yang bersahut-sahutan di jalanan protokol Makassar malam itu menandakan keseriusan petugas dalam menangani insiden di Mal Nipah.

Read Also

Polemik ‘Oposisi’ dan ‘Penyeimbang’: Mengupas Debat Panas PKB dan PDIP di Pusaran Pemerintahan Prabowo

Polemik ‘Oposisi’ dan ‘Penyeimbang’: Mengupas Debat Panas PKB dan PDIP di Pusaran Pemerintahan Prabowo

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan koordinasi dengan pihak keamanan internal gedung. Upaya pemadaman berlangsung efektif. Menariknya, proses pemadaman api secara total hanya memakan waktu sekitar 15 hingga 20 menit. Kecepatan ini tidak lepas dari peran aktif pengelola gedung yang telah melakukan langkah penanganan awal sebelum petugas profesional tiba di lokasi.

“Pengelola gedung sudah berusaha maksimal untuk memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan sistem hydrant internal sebelum kami tiba. Hal ini sangat membantu dalam melokalisir api agar tidak menyebar ke area pertokoan lainnya,” tambah Fadli Wellang. Kerja sama antara sistem keamanan gedung dan petugas pemadam kebakaran menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak bencana ini.

Dampak Terhadap Area Gedung dan Arus Lalu Lintas

Meskipun api sempat berkobar, WartaLog memantau bahwa kerusakan fisik yang dialami bangunan tidak bersifat katastrofik. Fokus kebakaran yang hanya terjadi di ruang penyimpanan barang di lantai 3 dan 4 memastikan bahwa tenant-tenant besar dan butik di lantai bawah tetap aman dari jilatan api. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini, sebuah kabar baik di tengah situasi darurat yang terjadi.

Namun, dampak dari kejadian ini sempat dirasakan oleh pengguna jalan. Untuk memberikan ruang gerak bagi puluhan mobil pemadam kebakaran dan memastikan keamanan publik, akses jalan di depan Mal Nipah sempat ditutup sementara oleh pihak kepolisian. Kendaraan yang melintas dialihkan ke jalur alternatif guna menghindari penumpukan massa dan mempermudah evakuasi jika diperlukan.

Pentingnya Sistem Keamanan Kebakaran Terpadu

Insiden di Mal Nipah ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengelola pusat perbelanjaan dan gedung bertingkat di Indonesia untuk selalu memperhatikan keamanan gedung secara menyeluruh. Sistem deteksi dini seperti smoke detector dan heat detector harus selalu dalam kondisi prima agar dapat memberikan peringatan instan saat terjadi anomali suhu atau kemunculan asap.

Selain itu, audit kelistrikan secara berkala pada papan reklame, lampu hias, dan instalasi kabel di area gudang sangatlah krusial. Sering kali, area yang jarang dikunjungi seperti ruang penyimpanan barang kurang mendapatkan perhatian dalam hal pemeliharaan dibandingkan dengan area publik, padahal di situlah tumpukan material mudah terbakar biasanya berada.

Pelatihan tanggap darurat bagi karyawan mal juga terbukti sangat efektif dalam kasus ini. Keberhasilan staf Mal Nipah dalam melakukan tindakan pertama sebelum petugas damkar tiba adalah bukti nyata bahwa investasi dalam pelatihan mitigasi bencana tidak pernah sia-sia.

Situasi Terkini dan Langkah Investigasi Lanjutan

Pasca api dinyatakan padam sepenuhnya, petugas tetap melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersembunyi di balik reruntuhan material yang terbakar. Hal ini dilakukan guna mencegah potensi api muncul kembali (re-ignition).

Pihak kepolisian bersama tim teknis dari Dinas Damkarmat kini tengah berfokus pada olah tempat kejadian perkara (TKP). Investigasi menyeluruh akan dilakukan untuk mengonfirmasi apakah benar neon box menjadi biang keladi utama atau ada faktor teknis lain yang berkontribusi. Pihak manajemen Mal Nipah sendiri menyatakan komitmennya untuk bekerja sama penuh dalam proses investigasi ini dan akan segera melakukan perbaikan serta evaluasi internal guna meningkatkan standar keamanan bagi para pengunjung setia mereka.

Kini, kondisi di sekitar Mal Nipah telah berangsur normal. Garis polisi sempat terpasang di beberapa titik untuk keperluan penyelidikan, namun operasional mal diharapkan dapat segera pulih setelah seluruh prosedur pengecekan keamanan dinyatakan selesai oleh otoritas terkait. Bagi warga Makassar, kejadian ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran di mana pun berada.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *