Terobosan Herman Deru: Menggagas Sekolah Ekspor Outdoor Pertama demi Mencetak 100 Ribu Sultan Muda di Sumatera Selatan

Akbar Silohon | WartaLog
05 Agu 2026, 21:17 WIB
Terobosan Herman Deru: Menggagas Sekolah Ekspor Outdoor Pertama demi Mencetak 100 Ribu Sultan Muda di Sumatera Selatan

WartaLog — Sumatera Selatan kini tengah bersiap melakukan lompatan besar dalam peta ekonomi nasional melalui sebuah inisiatif yang belum pernah ada sebelumnya. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, secara resmi memperkenalkan gagasan visioner berupa pembangunan Kampus Sekolah Ekspor dengan konsep luar ruangan (outdoor) pertama di Indonesia. Langkah progresif ini dirancang bukan sekadar untuk menambah jumlah institusi pendidikan, melainkan sebagai kawah candradimuka bagi lahirnya generasi baru pengusaha muda yang siap bertarung di kancah internasional.

Gagasan besar ini diutarakan Herman Deru di tengah antusiasme ribuan mahasiswa saat menghadiri agenda Sultan Muda Campuspreneur yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus HIPMI Perguruan Tinggi se-Palembang Raya. Dengan tema besar ‘Membangun Ekosistem Campuspreneur melalui 100.000 Sultan Muda untuk Mengakselerasi Ekonomi Sumatera Selatan’, proyek ini menjadi sinyal kuat bahwa Bumi Sriwijaya tidak ingin lagi hanya menjadi penonton dalam hiruk-pikuk perdagangan global, melainkan ingin tampil sebagai pemain kunci yang disegani.

Read Also

Aksi Arogan WNA Inggris di Menteng: Mengaku ‘Pembangun Bangsa’ hingga Berakhir di Ruang Deportasi

Aksi Arogan WNA Inggris di Menteng: Mengaku ‘Pembangun Bangsa’ hingga Berakhir di Ruang Deportasi

Revolusi Pendidikan Kewirausahaan Melalui Konsep Outdoor

Berbeda dengan institusi pendidikan konvensional yang seringkali terjebak dalam batas-batas dinding kelas, Kampus Sekolah Ekspor yang digagas Herman Deru mengusung konsep alam terbuka. Pemilihan metode ini bukan tanpa alasan. Lingkungan outdoor diyakini mampu merangsang kreativitas tanpa batas, membangun mentalitas yang lebih tangguh, serta menciptakan suasana diskusi yang lebih egaliter antara mentor dan peserta didik.

Herman Deru menekankan bahwa penguasaan teori semata tidak akan cukup untuk menembus kerasnya persaingan pasar global. Menurutnya, calon eksportir masa depan perlu dibekali dengan insting bisnis yang tajam dan pemahaman mendalam mengenai dinamika lapangan. “Anak-anak muda ini harus kita persiapkan sejak dini. Tantangan masa depan jauh lebih kompleks, dan peluang ekspor itu sangat terbuka lebar. Melalui sekolah ini, kita akan membekali mereka dengan kompetensi teknis sekaligus mentalitas pemenang,” ujar Herman Deru dengan nada optimis.

Read Also

Ancaman ‘Penghancuran Total’ Donald Trump Terhadap Iran: Analisis Pakar dan Risiko Perang Terbuka

Ancaman ‘Penghancuran Total’ Donald Trump Terhadap Iran: Analisis Pakar dan Risiko Perang Terbuka

Mencetak 100.000 Sultan Muda: Sebuah Misi Akselerasi Ekonomi

Istilah ‘Sultan Muda’ bukan sekadar julukan keren di media sosial, melainkan sebuah representasi dari kemandirian ekonomi dan penguasaan aset. Program Sultan Muda Campuspreneur ditargetkan mampu mencetak sedikitnya 10.000 pengusaha baru dari lingkungan kampus setiap tahunnya, dengan target jangka panjang mencapai 100.000 wirausahawan muda yang tersebar di seluruh pelosok Sumatera Selatan.

Program ini melibatkan sembilan perguruan tinggi ternama di Palembang serta satu perguruan tinggi di Prabumulih. Kolaborasi lintas kampus ini diharapkan menciptakan sinergi antar-disiplin ilmu, di mana mahasiswa teknik dapat berkolaborasi dengan mahasiswa ekonomi untuk menciptakan produk inovatif yang memiliki nilai jual ekspor tinggi. Kehadiran sekolah ekspor ini menjadi katalisator yang akan mengubah pola pikir mahasiswa dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).

Read Also

Misteri Wanita Hilang di Jurang Paledang Bogor: Jejak yang Terputus Usai Cekcok Hebat

Misteri Wanita Hilang di Jurang Paledang Bogor: Jejak yang Terputus Usai Cekcok Hebat

Sinergi Strategis dengan Kementerian Perdagangan dan OJK

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyadari bahwa membangun ekosistem ekspor tidak bisa dilakukan sendirian. Oleh karena itu, langkah konkret segera diambil melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis. Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta sejumlah lembaga perbankan turut serta dalam menyokong program ini.

Herman Deru menargetkan bahwa pada bulan September mendatang, sekolah ini sudah harus menunjukkan aksi nyata di lapangan. “Ini gratis. Saya ulangi, program ini bisa diikuti tanpa biaya. Kami ingin memastikan tidak ada hambatan finansial bagi anak-anak muda kita yang memiliki kemauan keras untuk belajar. Selain materi akademik, mereka akan langsung dipertemukan dengan para buyer dari mancanegara,” tegasnya. Pertemuan langsung dengan pembeli luar negeri ini merupakan fitur unggulan yang jarang ditemukan dalam kurikulum kewirausahaan standar, menjadikan Sumsel sebagai barometer baru pendidikan ekspor nasional.

Menjawab Tantangan Rendahnya Pangsa Ekspor Nasional

Inisiatif Sumatera Selatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa meskipun ekspor Indonesia mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 7,9 persen pada tahun lalu, pangsa pasar ekspor Indonesia secara global masih berada di bawah angka 1,1 persen. Sebuah angka yang menunjukkan potensi besar yang belum tergarap maksimal.

“Apa yang dilakukan oleh Bapak Gubernur Sumsel adalah sebuah langkah krusial. Kita butuh lebih banyak pengusaha muda yang inovatif, berkomitmen, dan berani untuk ‘go global’. Kehadiran Sultan Muda diharapkan mampu meningkatkan angka partisipasi ekspor kita di pasar dunia,” ungkap Fajarini. Ia meyakini bahwa dengan bimbingan tutor yang kompeten dan dukungan kebijakan yang suportif dari Pemprov Sumsel, produk-produk lokal Sumatera Selatan seperti komoditas perkebunan, kerajinan, hingga produk kreatif digital akan lebih mudah menembus pasar Eropa, Amerika, dan Asia Pasifik.

Membangun Mentalitas Global dari Bumi Sriwijaya

Kehadiran Kampus Sekolah Ekspor ini diharapkan tidak hanya berdampak pada angka statistik ekonomi, tetapi juga pada transformasi budaya di Sumatera Selatan. Herman Deru ingin menanamkan keyakinan bahwa menjadi eksportir tidak harus menunggu usia tua atau memiliki modal triliunan rupiah. Dengan pengetahuan yang tepat mengenai regulasi internasional, standar kualitas produk, dan strategi pemasaran digital, anak muda dari Palembang hingga pelosok desa di Sumsel pun bisa berbisnis dengan dunia luar.

Gubernur juga mendorong agar HIPMI Perguruan Tinggi menjadi garda terdepan dalam mensosialisasikan program ini. Dengan struktur organisasi yang kuat di lingkungan akademis, HIPMI diharapkan mampu menjaring talenta-talenta terbaik yang memiliki produk potensial namun masih terkendala dalam pemahaman teknis ekspor. Sekolah ekspor ini hadir untuk menjembatani celah tersebut, menyediakan mentor yang akan membimbing mereka mulai dari tahap kurasi produk, pengemasan, hingga proses logistik internasional.

Harapan dan Masa Depan Ekonomi Sumsel

Melalui langkah besar ini, Sumatera Selatan sedang meletakkan pondasi bagi masa depan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Diversifikasi ekonomi melalui penguatan sektor UMKM dan kewirausahaan berbasis ekspor akan membuat ekonomi daerah lebih resilien terhadap fluktuasi harga komoditas mentah. Herman Deru yakin bahwa dalam beberapa tahun ke depan, wajah ekonomi Sumatera Selatan akan diwarnai oleh wajah-wajah muda yang enerjik, yang produk-produknya menghiasi etalase toko di berbagai penjuru dunia.

Secara keseluruhan, proyek Kampus Sekolah Ekspor Outdoor ini adalah sebuah manifesto keberanian. Keberanian untuk bermimpi besar, keberanian untuk berinovasi dalam metode pembelajaran, dan keberanian untuk menempatkan generasi muda sebagai aktor utama dalam pembangunan ekonomi. WartaLog akan terus memantau perkembangan revolusioner ini, yang diharapkan dapat menginspirasi provinsi-provinsi lain di Indonesia untuk melakukan langkah serupa demi kejayaan ekonomi bangsa di mata dunia.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *