Ketegangan di Lombok: Aksi ‘Spider-Man’ Balita 2 Tahun Merayap di Atas Genteng yang Menggegerkan Warga

Akbar Silohon | WartaLog
23 Apr 2026, 09:17 WIB
Ketegangan di Lombok: Aksi 'Spider-Man' Balita 2 Tahun Merayap di Atas Genteng yang Menggegerkan Warga

WartaLog — Sebuah insiden yang memacu adrenalin sekaligus mengundang rasa cemas yang mendalam baru-baru ini viral di jagat maya. Seorang anak laki-laki berusia dua tahun tertangkap kamera sedang merayap di atas genteng rumah yang cukup tinggi di Kelurahan Gonjak, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kejadian yang berlangsung dengan sangat cepat ini menyisakan kengerian bagi siapa pun yang menyaksikannya secara langsung maupun melalui layar gawai.

Dalam rekaman video yang beredar luas di berbagai platform media sosial, balita tersebut tampak begitu tenang namun lincah, bergerak di atas permukaan genteng yang miring. Sementara itu, di bawah bangunan, suara teriakan histeris dari para tetangga dan warga sekitar terdengar saling bersahutan. Mereka dilanda kepanikan luar biasa, khawatir jika langkah kecil sang balita meleset sedikit saja, yang bisa berakibat fatal.

Read Also

Update Kasus Ijazah Jokowi: Tiga Tersangka Raih SP3, Roy Suryo Pilih Jalur Pengadilan

Update Kasus Ijazah Jokowi: Tiga Tersangka Raih SP3, Roy Suryo Pilih Jalur Pengadilan

Detik-Detik Mencekam di Atas Atap

Kejadian yang berlangsung di siang bolong ini benar-benar menguji nyali warga setempat. Anak sekecil itu, yang belum memiliki pemahaman tentang bahaya ketinggian, terlihat seolah sedang bermain di area yang sangat aman. Padahal, posisi genteng tersebut memiliki kemiringan yang cukup curam. Berdasarkan penelusuran tim redaksi kami, aksi balita tersebut bermula dari luputnya pengawasan orang dewasa di rumah tersebut selama beberapa saat saja.

Seorang wanita yang diidentifikasi sebagai ibu dari balita tersebut terlihat dalam video berusaha membujuk sang anak agar tetap diam dan tidak bergerak lebih jauh ke arah pinggir atap. Dengan nada suara yang gemetar menahan tangis, ia mencoba melakukan negosiasi dengan sang putra agar tetap di tempatnya sembari warga lain menyiapkan peralatan untuk melakukan penyelamatan. Kejadian balita merayap genteng ini pun menjadi perhatian serius pihak berwenang setempat.

Read Also

Gudang Onderdil Motor di Tajurhalang Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik Saat Jam Istirahat

Gudang Onderdil Motor di Tajurhalang Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik Saat Jam Istirahat

Identitas Sang Balita dan Pengakuan Sang Ibu

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim jurnalis lapangan, bocah kecil yang menghebohkan publik tersebut diketahui bernama Muhammad Riski Noprian. Ia merupakan putra dari seorang ibu bernama Eliza, warga Lingkungan Gonjak. Kepada awak media, Eliza menceritakan kronologi bagaimana putranya bisa berada di tempat yang sangat tidak terduga tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada hari Selasa (21/4) sekitar pukul 10.00 WITA. Eliza mengaku saat itu ia tengah berada di dalam kamar mandi untuk urusan mendesak. Sementara itu, sang anak awalnya berada di bawah pengawasan neneknya di ruang tengah. Namun, rasa penasaran yang besar khas anak seusianya membuat Riski menemukan jalan keluar yang tidak terduga, mungkin melalui jendela atau celah yang terhubung dengan akses ke lantai atas atau atap rumah.

Read Also

Skandal Sampel Tanah Buol: Imigrasi Gorontalo Deportasi 4 WNA China Terkait Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal

Skandal Sampel Tanah Buol: Imigrasi Gorontalo Deportasi 4 WNA China Terkait Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal

“Saya sedang di kamar mandi. Tiba-tiba ibu saya (nenek Riski) bertanya, di mana anaknya? Saya langsung keluar dan mencari ke sekeliling rumah, tapi tidak ketemu. Pas saya dengar suara gaduh di luar, ternyata anak saya sudah ada di atas genteng,” ujar Eliza dengan raut wajah yang masih tampak trauma. Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi para orang tua untuk selalu waspada terhadap dinamika gerak anak-anak mereka di wilayah Lombok Tengah dan sekitarnya.

Respon Cepat Pihak Kepolisian dan Warga

Kejadian ini tidak hanya menghebohkan warga sekitar secara fisik, tetapi juga memicu respon cepat dari aparat keamanan setempat. Bhabinkamtibmas Kelurahan Gonjak, Aipda Ahmad Samsul Haki, mengonfirmasi bahwa balita tersebut memang merupakan warganya. Pihak kepolisian pertama kali mengetahui insiden ini setelah video amatir yang direkam warga mulai memenuhi lini masa media sosial.

Aipda Ahmad Samsul Haki menekankan pentingnya pengawasan ekstra ketat terhadap anak-anak di bawah umur, terutama pada fase usia di mana mereka sedang aktif mengeksplorasi lingkungan sekitar. Ia juga memuji kesigapan warga yang tidak langsung bertindak gegabah sehingga tidak membuat sang balita kaget dan terjatuh. Beruntung, proses evakuasi berjalan lancar dan Riski berhasil dibawa turun dalam keadaan selamat tanpa luka sedikit pun.

Analisis Psikologi Anak: Mengapa Balita Tidak Takut Ketinggian?

Kasus yang menimpa Muhammad Riski Noprian ini membuka diskusi lebih luas mengenai tahap perkembangan anak. Pada usia dua tahun, balita sering kali belum memiliki rasa takut terhadap ketinggian secara alami. Secara biologis, sistem sensorik mereka sedang berkembang pesat, dan keinginan untuk memanjat adalah bagian dari perkembangan motorik kasar yang krusial.

Namun, tanpa disertai kemampuan kognitif untuk menilai risiko, aksi memanjat ini bisa menjadi sangat berbahaya. Para ahli parenting sering mengingatkan bahwa rumah harus menjadi area yang ‘child-proof’ atau aman bagi anak. Hal-hal sederhana seperti memindahkan kursi dari dekat jendela atau memastikan pintu menuju area balkon atau atap terkunci rapat adalah langkah krusial dalam menjaga keselamatan anak di lingkungan rumah.

Pelajaran Penting dari Insiden Gonjak

Kejadian viral Lombok ini harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh masyarakat Indonesia. Di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari, kelalaian dalam hitungan menit bisa berujung pada situasi hidup dan mati. WartaLog mengimbau kepada seluruh pembaca agar lebih memperhatikan tata letak perabotan rumah tangga yang mungkin bisa dijadikan pijakan oleh anak untuk mencapai area tinggi.

Selain itu, kekuatan komunitas atau ketetanggaan juga terbukti krusial dalam kejadian ini. Teriakan warga yang sigap memberikan peringatan dan gotong royong dalam proses evakuasi menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih sangat tinggi di Kelurahan Gonjak. Sinergi antara warga dan pihak kepolisian dalam menangani situasi darurat seperti ini sangat layak untuk diapresiasi.

Kini, Muhammad Riski Noprian sudah kembali ke pelukan keluarganya. Meskipun ia sendiri mungkin tidak menyadari betapa berbahayanya aksi yang ia lakukan, peristiwa ini akan selalu diingat oleh warga Lombok Tengah sebagai momen yang menegangkan sekaligus mengharukan. Mari kita pastikan bahwa lingkungan tempat tinggal kita benar-benar aman untuk tumbuh kembang generasi masa depan yang penuh rasa ingin tahu.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *