Gudang Onderdil Motor di Tajurhalang Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik Saat Jam Istirahat
WartaLog — Peristiwa mencekam melanda kawasan Tajurhalang, Bogor, pada Selasa (14/4/2026) siang. Sebuah gudang yang menyimpan ribuan onderdil serta bodi sepeda motor di Desa Sasak Panjang dilaporkan hangus dilalap si jago merah. Insiden kebakaran ini diduga kuat berawal dari gangguan arus pendek atau korsleting listrik di salah satu sudut ruangan.
Komandan Regu Damkar Sektor Parung, Refgie Raullian, mengungkapkan bahwa laporan pertama kali masuk dari warga sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, suasana gudang sedang sepi karena sebagian besar karyawan tengah berada di luar area untuk menikmati jam istirahat makan siang. Tak ada yang menyangka bahwa ketenangan siang itu akan berubah menjadi kepanikan luar biasa.
Teladan Kejujuran Ipda Adi Sukarmin: Kembalikan Tas Pemudik Berisi Rp 23 Juta dan Perhiasan Tanpa Kurang Sepersen Pun
Kronologi Munculnya Titik Api
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api pertama kali terlihat muncul dari area ruang pengecatan. Kepulan asap yang awalnya tipis dengan cepat berubah menjadi kobaran besar yang melahap bangunan. “Ketika karyawan sedang istirahat, titik api mulai tampak di ruang pengecatan. Dugaan sementara memang dipicu oleh korsleting listrik,” ujar Refgie memberikan keterangan resmi mengenai kronologi awal kejadian.
Nahas, material yang tersimpan di dalam gedung tersebut merupakan bahan-bahan yang sangat rentan terhadap api. Keberadaan bodi motor berbahan plastik, tumpukan ban bekas, hingga cairan tiner pembersih membuat api menjalar dengan kecepatan luar biasa. Dalam waktu singkat, asap hitam pekat membumbung tinggi, menyelimuti langit di sekitar pemukiman warga Desa Sasak Panjang, menciptakan pemandangan yang mencekam bagi siapa saja yang melintas.
Pesan Mendalam Menag Nasaruddin Umar: Halalbihalal Adalah Ruang Meluruskan Relasi dan Merawat Alam
Upaya Pemadaman Selama Tiga Jam
Perjuangan petugas untuk menjinakkan api di gudang sparepart tersebut berlangsung cukup sengit. Mengingat material yang terbakar sangat mudah tersulut, petugas membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk benar-benar memastikan api telah padam dan menyelesaikan proses pendinginan guna mencegah adanya api susulan.
“Kami menurunkan empat unit armada dari Kabupaten Bogor, yang kemudian dibantu oleh satu unit tambahan dari Kota Bogor. Total ada lima unit yang berjibaku di lapangan,” tambah Refgie. Meskipun kerugian materil diprediksi mencapai angka yang cukup besar, Refgie memastikan bahwa seluruh proses penanganan berjalan lancar tanpa adanya kendala teknis maupun laporan mengenai korban jiwa dalam insiden ini.
Dugaan Pelecehan Seksual oleh Guru Ngaji di Puncak Bogor, Polisi Kantongi Identitas 5 Korban Laki-laki
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi sudah mulai kondusif, namun petugas tetap mengimbau para pemilik tempat usaha untuk selalu rutin mengecek instalasi kelistrikan guna mencegah terjadinya insiden kebakaran serupa di masa mendatang.