Kaki Melepuh Akibat Gigitan Ular Viper, Seorang Pria di Brebes Berjuang Lawan Bisa dan Biaya Medis

Akbar Silohon | WartaLog
21 Apr 2026, 05:17 WIB
Kaki Melepuh Akibat Gigitan Ular Viper, Seorang Pria di Brebes Berjuang Lawan Bisa dan Biaya Medis

WartaLog — Nasib nahas menimpa Suradi (69), seorang warga di Kabupaten Brebes yang harus merasakan pedihnya serangan predator melata saat tengah beraktivitas di alam terbuka. Niat hati mencari pakan ternak, pria lanjut usia ini justru menjadi korban keganasan ular berbisa jenis Viper yang membuat kondisi fisiknya kian memprihatinkan.

Peristiwa mencekam ini bermula pada Kamis sore, ketika Suradi sedang menyisir area sekitar jembatan rel kereta api di Kampung Kauman, Brebes. Di tengah rimbunnya semak, seekor ular jenis Gibug atau Viper tiba-tiba menyambar kakinya dengan sangat cepat. Serangan itu terjadi begitu mendadak hingga korban tak sempat menghindar.

Dampak Mengerikan Bisa Ular Viper

Efek dari racun ular tersebut tidak main-main. Hanya dalam hitungan hari, luka bekas gigitan di kaki Suradi mulai membengkak hebat. Puncaknya, kulit di sekitar area luka melepuh layaknya terkena luka bakar yang parah. Kondisi ini menunjukkan betapa berbahayanya racun yang dimiliki oleh ular viper tersebut bagi jaringan tubuh manusia.

Read Also

Tagihan Fantastis Operasi Epic Fury: Pentagon Habiskan USD 25 Miliar dalam Perang Melawan Iran

Tagihan Fantastis Operasi Epic Fury: Pentagon Habiskan USD 25 Miliar dalam Perang Melawan Iran

Petugas Damkar Satpol PP Brebes, Faizal Rivaldi, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengidentifikasi predator tersebut sebagai ular gibug, salah satu spesies viper yang sangat berbahaya karena kemampuan kamuflasenya yang baik. “Kami dari tim Damkar Brebes masih terus melakukan penyisiran di lokasi kejadian guna mengamankan ular tersebut agar tidak ada korban tambahan di lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Terkendala Biaya dan Masalah Administrasi

Perjuangan Suradi ternyata tidak berhenti pada rasa sakit fisik saja. Ia sempat menghadapi tembok tebal masalah finansial saat pertama kali dilarikan ke RSUD Brebes. Kepesertaan BPJS miliknya yang tidak aktif membuatnya terpaksa sempat memilih rawat jalan di awal kejadian meskipun lukanya tergolong serius.

Read Also

Megawati Soekarnoputri: Kesejahteraan Buruh Adalah Fondasi Mutlak Keadilan Sosial Indonesia

Megawati Soekarnoputri: Kesejahteraan Buruh Adalah Fondasi Mutlak Keadilan Sosial Indonesia

“Saya disarankan membeli Serum Anti-Bisa Ular (SABU), tapi harganya mencapai Rp 1,5 juta. Saya tidak punya uang sebanyak itu,” ungkap Suradi lirih saat menceritakan keputusasaannya menghadapi biaya pengobatan yang mahal. Alhasil, pada awalnya ia hanya mendapatkan suntikan antibiotik sebelum akhirnya pulang ke rumah dengan luka yang kian memburuk dari hari ke hari.

Beruntung, solidaritas sosial masih kuat. Atas bantuan dan desakan dari pihak desa, Suradi akhirnya bisa kembali mendapatkan penanganan lebih lanjut di RSUD Brebes. Kini, kaki sang kakek telah dibalut perban medis, dan tim dokter tengah berupaya keras menangani efek nekrosis atau kerusakan jaringan agar luka melepuh tersebut tidak menyebabkan infeksi permanen.

Read Also

Keadilan Tak Tergoyahkan: Pengadilan Selandia Baru Tolak Banding Brenton Tarrant Atas Tragedi Christchurch

Keadilan Tak Tergoyahkan: Pengadilan Selandia Baru Tolak Banding Brenton Tarrant Atas Tragedi Christchurch

Kasus ini menjadi pengingat bagi warga, khususnya para pencari rumput dan petani, untuk selalu waspada dan menggunakan perlengkapan pelindung seperti sepatu bot saat memasuki area semak belukar yang menjadi habitat alami hewan melata, terutama saat musim-musim tertentu di mana ular lebih aktif mencari mangsa.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *