Antisipasi Dampak Geopolitik Global, Kapolda Riau Instruksikan Jajaran Waspadai Gejolak Harga BBM dan Pangan
WartaLog — Ketegangan geopolitik yang melanda kancah internasional kini menjadi perhatian serius bagi aparat keamanan di tanah air, khususnya di Bumi Lancang Kuning. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, secara tegas menginstruksikan seluruh jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global.
Respons Terhadap Krisis Energi dan Pangan Dunia
Saat memberikan pengarahan di Polres Siak pada Selasa (21/4/2026), Irjen Herry menekankan bahwa situasi di belahan dunia lain bisa berdampak langsung ke pelosok daerah. Salah satu kekhawatiran utama adalah gejolak akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta lonjakan harga kebutuhan pokok yang mulai dirasakan masyarakat.
Ketegangan Timur Tengah 2026: Dari Penolakan Proposal Trump hingga Keretakan Aliansi Teluk
“Dunia saat ini sedang berada dalam fase ketidakpastian yang tinggi. Kita harus memiliki kemampuan global security untuk memahami bagaimana konflik Amerika-Israel dengan Iran, hingga ancaman penutupan Selat Hormuz, dapat mengganggu distribusi energi dunia,” ujar Kapolda di hadapan jajaran pejabat utama Polda Riau dan Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar.
Strategi Pemolisian Adaptif dan Sense of Crisis
Dalam kunjungan kerja tersebut, Irjen Herry memperkenalkan konsep ‘Sense of Crisis dan Strategi Pemolisian Adaptif’. Menurutnya, anggota Polri di era sekarang tidak boleh hanya pasif menunggu perintah. Anggota yang memiliki kepekaan terhadap krisis adalah mereka yang mampu berpikir prediktif dan proaktif melaporkan potensi kerawanan sebelum menjadi konflik terbuka.
Gebrakan Trump di Lebanon: Gencatan Senjata 10 Hari yang Picu Gejolak di Kabinet Israel
Kapolda menjabarkan bahwa dampak ketegangan internasional ini bukan lagi sekadar isu di tingkat regional, melainkan sudah mengetuk pintu rumah warga di Provinsi Riau, termasuk di Kabupaten Siak. “Gangguan pasokan energi dunia akan memicu kenaikan harga bahan pokok, dan ini adalah masalah nyata yang harus kita mitigasi,” tambahnya.
Memperkuat Micropolicing hingga Tingkat RT/RW
Guna menghadapi tantangan ini, jenderal bintang dua itu memerintahkan penguatan fungsi micropolicing melalui Bhabinkamtibmas. Pendekatan ini diharapkan mampu menyentuh hingga tingkat RT dan RW agar deteksi dini berjalan optimal. Kapolda juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektoral.
“Polres tidak bisa bekerja sendiri. Perlu sinergi aktif dengan rekan-rekan TNI dari Kodim serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab). Kita harus hadir langsung di tengah masyarakat, mendengarkan keluh kesah mereka, dan memastikan aspirasi warga tersampaikan dengan baik guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” papar Irjen Herry.
Mengupas Babak Baru Laporan Terhadap Ade Armando dan Abu Janda: Polda Metro Jaya Telusuri Jejak Digital Ceramah Jusuf Kalla
Menghormati Akar Budaya Lewat Ziarah Tokoh Sejarah
Menariknya, rangkaian kunjungan kerja ini tidak hanya diisi dengan agenda formal kepolisian. Sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan masyarakat Riau, Kapolda dan rombongan menyempatkan diri berziarah ke sejumlah makam tokoh sejarah besar.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Makam Raja Kecik di Kampung Buantan Besar, di mana Kapolda berbincang langsung dengan tokoh masyarakat dan juru kunci setempat. Perjalanan spiritual ini dilanjutkan ke Makam Sultan Syarif Kasim (SSK) II di Kelurahan Kampung Dalam. Kegiatan ini dianggap sebagai simbol bahwa Polri tetap mengedepankan kearifan lokal dan menghargai fondasi budaya yang menjadi jati diri masyarakat Riau.
Dengan pengawasan ketat terhadap stabilitas ekonomi daerah dan pendekatan humanis kepada masyarakat, Polda Riau berkomitmen menjaga kondusivitas wilayah di tengah hantaman badai ekonomi global yang belum mereda.