Mengurai ‘Alter Ego’ Listyo Sigit Prabowo: Rekam Jejak Kebijakan di Balik Seragam Tri Brata 1

Akbar Silohon | WartaLog
20 Apr 2026, 09:27 WIB
Mengurai 'Alter Ego' Listyo Sigit Prabowo: Rekam Jejak Kebijakan di Balik Seragam Tri Brata 1

WartaLog — Menyelami pemikiran seorang pemimpin di tengah badai krisis bukanlah perkara mudah, namun Prof (Ris) Hermawan ‘Kikiek’ Sulistyo berhasil melakukannya dengan cara yang tidak lazim. Melalui karya terbarunya bertajuk Alter Ego Listyo Sigit Presisi: Sebuah Biografi Kebijakan, Kikiek membedah sosok Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (LSP) bukan sebagai narasi puja-puji, melainkan sebuah analisis kebijakan yang tajam dan kritis.

Bukan Sekadar Biografi Biasa

Bagi mereka yang terbiasa dengan biografi linear yang menceritakan masa kecil hingga masa kejayaan secara kronologis, buku ini mungkin akan terasa berbeda. Kikiek, yang dikenal dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos, menegaskan bahwa dirinya enggan menulis sesuatu yang bertele-tele. Ia memposisikan dirinya sebagai Devil’s Advocate, sebuah peran yang memungkinkannya menguji setiap langkah dan keputusan sang Jenderal tanpa terjebak dalam glorifikasi yang dangkal.

Read Also

Ketegangan di Lombok: Aksi ‘Spider-Man’ Balita 2 Tahun Merayap di Atas Genteng yang Menggegerkan Warga

Ketegangan di Lombok: Aksi ‘Spider-Man’ Balita 2 Tahun Merayap di Atas Genteng yang Menggegerkan Warga

Analisis yang ditawarkan memiliki bobot akademis yang kuat, mengingat rekam jejak Kikiek yang telah mendampingi enam Kapolri berbeda. Dengan landasan teori Democratic Policing, ia membedah bagaimana gagasan Presisi diimplementasikan dalam praktik nyata, terutama saat tekanan datang bertubi-tubi dari arah politik, opini publik, hingga gejolak internal korps baju cokelat tersebut.

Filosofi Judo: Ketahanan di Balik Ketenangan

Salah satu fragmen menarik dalam buku ini adalah bagaimana Kikiek menarik korelasi antara disiplin bela diri judo dengan gaya kepemimpinan Listyo Sigit. Jenderal bintang empat ini bukan sekadar pemegang sabuk hitam, melainkan seorang praktisi yang memahami betul filosofi membanting tanpa harus menghancurkan. Sebuah testimoni dari Irjen Pol Krishna Murti menceritakan momen ekstrem saat LSP membanting 60 pejudo di Akademi Kepolisian, sebuah metafora nyata tentang ketahanan fisik dan mental yang luar biasa.

Read Also

Diplomasi Bersejarah di Washington: Israel dan Lebanon Mulai Jajaki Jalan Damai di Bawah Mediasi AS

Diplomasi Bersejarah di Washington: Israel dan Lebanon Mulai Jajaki Jalan Damai di Bawah Mediasi AS

Latar belakang sebagai pejudo ini dianggap membentuk karakter LSP yang tenang namun tegas. Tumbuh besar di lingkungan sosial-budaya Yogyakarta yang kental dengan etika, ia dipandang mampu melihat kekuasaan bukan sebagai hak istimewa, melainkan sebuah tanggung jawab moral. Karakter inilah yang kemudian menjadi modal utama dalam menakhodai institusi Polri melewati masa-masa tersulitnya.

Ujian Terberat dan Kebangkitan Kepercayaan Publik

Dalam bab-bab akhir, buku setebal 246 halaman ini tidak segan mengupas empat kasus besar yang menjadi titik nadir kepercayaan publik terhadap Polri. Mulai dari tragedi pembunuhan oleh Kadiv Propam Ferdy Sambo, tragedi Kanjuruhan, kasus narkoba yang menyeret Irjen Teddy Minahasa, hingga insiden kerusuhan Agustus 2025. Keempat peristiwa ini diibaratkan sebagai gempa tektonik yang mengguncang fondasi kepolisian.

Read Also

Jakarta Kembali Terkepung Banjir: 31 RT Terendam Luapan Sungai Hingga Ketinggian 130 Cm

Jakarta Kembali Terkepung Banjir: 31 RT Terendam Luapan Sungai Hingga Ketinggian 130 Cm

Namun, di sinilah Kikiek melihat keunikan gaya kepemimpinan LSP. Alih-alih mencari kambing hitam di lapangan, Kapolri justru melakukan audit komando secara menyeluruh. Respon yang transparan dan konsisten dianggap sebagai kunci utama mengapa kepercayaan publik yang sempat merosot tajam bisa kembali pulih secara perlahan.

“Gaya kepemimpinan LSP yang tenang, rasional, dan empatik menciptakan ruang refleksi di tengah polarisasi publik,” tulis Kikiek dalam bukunya. Melalui langkah-langkah reformasi internal yang nyata, institusi ini dipaksa untuk lebih akuntabel dan profesional, membuktikan bahwa transparansi adalah satu-satunya jalan menuju transformasi.

Detail Karya

  • Judul Buku: Alter Ego Listyo Sigit Presisi: Sebuah Biografi Kebijakan
  • Penulis: Hermawan Sulistyo
  • Penerbit: Pensil 324
  • Tahun Terbit: 2026
  • Tebal: 246 Halaman

Buku ini menjadi referensi penting bagi siapa saja yang ingin memahami dinamika kebijakan publik di sektor keamanan nasional, sekaligus melihat bagaimana sebuah kepemimpinan diuji melalui krisis demi krisis untuk mencapai visi Polri yang lebih baik.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *