NasDem Wanti-wanti Pemprov Jakarta: Pastikan Pemusnahan Ikan Sapu-sapu Terawasi Ketat Agar Tak ‘Bocor’ ke Pasar
WartaLog — Langkah masif Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam menekan populasi ikan sapu-sapu di berbagai aliran sungai ibu kota kini tengah menjadi sorotan hangat. Meski mendukung penuh langkah penyelamatan ekosistem tersebut, Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta mengingatkan agar proses pemusnahan hasil tangkapan dilakukan dengan transparansi tinggi guna menghindari penyalahgunaan oleh oknum tak bertanggung jawab.
Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta, Ahmad Lukman Jupiter, menekankan bahwa keberhasilan operasi ini tidak boleh hanya diukur dari jumlah ikan yang terjaring. Menurutnya, mata rantai pengawasan harus tetap terjaga hingga proses akhir pemusnahan atau pemanfaatan limbahnya.
“Operasi ini tidak boleh berhenti pada penangkapan semata. Harus ada sistem pengawasan yang ketat, transparan, dan akuntabel, khususnya dalam proses pemusnahan atau pemanfaatan hasil tangkapan,” ujar Jupiter saat memberikan pandangannya kepada media, Minggu (19/4/2026).
SIM Mati Bisa Diperpanjang? Simak Aturan Terbaru dan Panduan Lengkap Perpanjangan Online
Celah Potensi Penyalahgunaan Ikan Invasif
Politisi NasDem Jakarta ini menaruh perhatian serius pada potensi kembalinya ikan sapu-sapu tersebut ke masyarakat secara ilegal. Ia mendesak Pemprov Jakarta untuk melakukan pendataan yang detail dan terdokumentasi dengan baik. Jupiter mengkhawatirkan jika tidak diawasi, ikan-ikan yang mengandung residu berbahaya tersebut justru dijual kembali oleh oknum ke pedagang untuk konsumsi.
“Kami menekankan pentingnya pendataan yang jelas dan pelaporan terbuka guna menutup celah potensi penyalahgunaan. Jangan sampai ikan yang sudah ditangkap justru kembali beredar secara ilegal di pasar,” tegasnya. Ia juga menyarankan agar pemerintah menyiapkan mekanisme pemanfaatan yang terkontrol, misalnya dialihkan menjadi bahan baku pakan ternak non-konsumsi manusia di bawah pengawasan resmi.
Dugaan Pelecehan Seksual oleh Guru Ngaji di Puncak Bogor, Polisi Kantongi Identitas 5 Korban Laki-laki
Ancaman Ekosistem dan Risiko Kesehatan
Populasi ikan sapu-sapu di Jakarta memang sudah masuk dalam tahap mengkhawatirkan. Berdasarkan data terbaru, populasi spesies invasif ini telah mendominasi lebih dari 60 persen perairan di DKI Jakarta. Tingginya populasi ini tidak hanya merusak keseimbangan fauna lokal, tetapi juga membawa risiko kesehatan yang nyata bagi warga.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, sebelumnya telah memberikan peringatan keras bahwa ikan sapu-sapu sangat berbahaya jika dikonsumsi. Hal ini dikarenakan kandungan residu logam berat dan polutan dalam tubuh ikan tersebut tergolong sangat tinggi akibat habitatnya yang tercemar.
Capaian Operasi: 6,9 Ton Terjaring dalam Sehari
Data dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mencatat angka yang cukup mencengangkan. Kepala Dinas KPKP, Hasudungan A Sidabalok, mengonfirmasi bahwa dalam kurun waktu satu hari saja, petugas gabungan berhasil menjaring sekitar 68.800 ekor ikan sapu-sapu dengan total berat mencapai 6,98 ton.
Update Tragedi Kereta Bekasi: 31 Saksi Diperiksa, Polisi Dalami Kelalaian dan Malfungsi Sistem
“Penangkapan ini dilakukan serentak di lima wilayah kota administrasi, dengan temuan terbanyak berada di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat,” jelas Hasudungan.
Ke depannya, Jupiter berharap penanganan spesies invasif ini tidak hanya bersifat reaktif atau sementara. Perlu adanya regulasi yang kuat dan edukasi publik yang berkelanjutan agar kelestarian lingkungan di Jakarta tetap terjaga dalam jangka panjang. Operasi rutin secara berkala diharapkan mampu mengembalikan fungsi alami ekosistem sungai yang sehat bagi warga ibu kota.