Drama Pelarian di Dasar Sumur: Bos Tahu Bulat Ciamis Pilih Maafkan Karyawan yang Gelapkan Motor

Santi Rahayu | WartaLog
15 Apr 2026, 14:50 WIB
Drama Pelarian di Dasar Sumur: Bos Tahu Bulat Ciamis Pilih Maafkan Karyawan yang Gelapkan Motor

WartaLog — Sebuah insiden dramatis yang melibatkan keputusasaan dan kemurahan hati baru saja mengguncang ketenangan warga Dusun Pende, Desa Pamalayan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Seorang pria berinisial AP (38) melakukan aksi nekat dengan menceburkan diri ke dalam sumur sempit demi menghindari kejaran massa dan sang majikan setelah diduga melakukan aksi penggelapan motor.

Kejadian yang berlangsung pada Selasa (14/4/2026) tersebut sempat membuat warga geger. AP, yang terjepit dalam pelariannya, memilih bersembunyi di dasar sumur yang dipenuhi air sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim Damkar Ciamis. Namun, di balik aksi kriminal yang dilakukannya, tersimpan sebuah kisah pilu yang akhirnya berujung pada keputusan tak terduga dari sang korban.

Read Also

Ratusan Hektare Sawah di Tegalluar Terendam Banjir, Petani Bojongsoang Terancam Gagal Panen Total

Ratusan Hektare Sawah di Tegalluar Terendam Banjir, Petani Bojongsoang Terancam Gagal Panen Total

Motif Terdesak Masalah Keluarga

Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Carsono, mengungkapkan bahwa setelah AP diamankan dan dimintai keterangan, pria tersebut mengakui semua perbuatannya. Motif di balik aksi nekat tersebut bukanlah murni niat jahat untuk memperkaya diri, melainkan karena rasa rindu dan desakan masalah keluarga.

“Pelaku mengakui telah menjual sepeda motor milik bosnya seharga Rp 1,6 juta. Uang tersebut ia gunakan seluruhnya untuk biaya perjalanan atau ongkos dari Lombok menuju Ciamis. Ia mengaku nekat pulang tanpa izin karena sedang menghadapi perselisihan serius dengan mantan istrinya,” jelas AKP Carsono saat dikonfirmasi oleh tim berita Ciamis.

Sikap Bijak Sang Majikan

Meskipun telah dirugikan secara finansial, sang pemilik pabrik tahu bulat menunjukkan sikap yang luar biasa bijaksana. Alih-alih membawa kasus ini ke meja hijau secara kaku, korban memilih untuk menempuh jalan damai. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak kepolisian karena korban lebih mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan.

Read Also

Strategi Jitu Mengusir Cicak dari Rumah: 10 Trik Praktis Agar Hunian Tetap Higienis

Strategi Jitu Mengusir Cicak dari Rumah: 10 Trik Praktis Agar Hunian Tetap Higienis

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa koordinasi di Lombok Barat pun baru sebatas informasi lisan dan belum menjadi laporan hukum formal. Mengingat AP tidak memiliki keluarga di Ciamis, sang bos justru bersedia membawanya kembali untuk menyelesaikan masalah ini dengan pendampingan perangkat desa setempat.

“Korban merupakan warga Baregbeg, sehingga proses penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan dengan didampingi perangkat Desa Baregbeg. Pelaku tidak ditahan dan kini dalam pengawasan pihak desa dan korban,” tambah Carsono mengenai perkembangan kasus kriminal Jawa Barat ini.

Pelajaran Mengenai Restorative Justice

Kisah ini menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan restorative justice atau keadilan restoratif dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Meskipun tindakan AP melanggar hukum, respons majikannya yang melihat sisi kemanusiaan dari permasalahan tersebut memberikan ruang bagi perbaikan diri tanpa harus melalui dinginnya jeruji besi.

Read Also

Sinopsis The Desperate Hour: Perjuangan Emosional Naomi Watts dalam Teror Penembakan Sekolah

Sinopsis The Desperate Hour: Perjuangan Emosional Naomi Watts dalam Teror Penembakan Sekolah

Pelarian dramatis yang berakhir di dasar sumur ini kini berganti menjadi lembaran baru bagi AP untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara moral kepada majikan yang telah berbesar hati memaafkannya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *