Tragedi di Persawahan Semaya: Bocah 11 Tahun di Lombok Timur Tewas Usai Diserang Gerombolan Anjing Liar
WartaLog — Keceriaan sore hari di Desa Semaya, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, seketika berubah menjadi duka mendalam. Seorang bocah bernama Riadil Jinan (11) dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban keganasan gerombolan anjing liar saat sedang asyik bermain layang-layang bersama teman-temannya di area persawahan setempat.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Senin sore (13/4). Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban saat itu tengah menikmati angin sore di hamparan sawah yang biasanya tenang. Namun, tanpa diduga, muncul sekitar empat ekor anjing liar yang langsung mengejar dan melakukan serangan brutal terhadap Jinan secara membabi buta.
Kronologi Serangan yang Mencekam
Kapolsek Sikur, AKP Saiful Hadi, mengonfirmasi insiden tragis tersebut. Menurut keterangan para saksi di lokasi, serangan terjadi begitu cepat. Teman-teman korban yang melihat kejadian mengerikan itu langsung berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar.
Jadwal Salat Denpasar, Badung, dan Gianyar Hari Ini 15 April 2026: Panduan Ibadah Tepat Waktu
“Saat korban diserang, rekan-rekannya berusaha mencari bantuan. Seorang warga yang berada tidak jauh dari lokasi segera berlari untuk menyelamatkan korban. Namun, warga tersebut juga sempat mendapatkan perlawanan sengit dari gerombolan anjing itu hingga mengalami luka gigitan di tangan,” jelas AKP Saiful Hadi pada Selasa (14/4).
Meski warga akhirnya berhasil mengusir kawanan hewan tersebut, kondisi Jinan sudah sangat kritis. Korban segera dievakuasi ke Puskesmas Sikur untuk mendapatkan pertolongan medis darurat. Sayangnya, takdir berkata lain; akibat luka yang terlalu parah, nyawa bocah malang tersebut tidak dapat tertolong.
Luka Serius dan Pendarahan Hebat
Berdasarkan hasil visum yang dilakukan oleh tim medis, Jinan mengalami luka robek yang sangat serius di beberapa bagian vital tubuhnya. Pendarahan hebat menjadi penyebab utama korban mengembuskan napas terakhirnya.
Skandal Berlapis Eks Kepala BPN: Setelah Korupsi MXGP, Kini Terendus Gratifikasi Miliaran
“Korban menderita luka gigitan yang dalam di area leher, punggung, serta perut. Kondisi ini memicu pendarahan masif yang sulit dihentikan saat penanganan medis awal dilakukan,” tambah Saiful. Peristiwa ini pun meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga maupun masyarakat di Desa Semaya.
Imbauan untuk Kewaspadaan Masyarakat
Pihak kepolisian menyatakan bahwa keluarga korban telah mengikhlaskan kepergian Jinan sebagai sebuah musibah murni dan memilih untuk tidak menempuh jalur hukum lebih lanjut. Kendati demikian, insiden ini menjadi peringatan keras bagi warga lainnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Polsek Sikur mengimbau agar para orang tua lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di area terbuka yang rawan terhadap ancaman hewan liar. “Kami meminta masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor kepada pihak berwenang jika melihat gerombolan anjing liar yang bertindak agresif guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari,” tutup AKP Saiful Hadi.
Menatap Pilkel Serentak Tabanan 2027: 133 Desa Bersiap Gelar Pesta Demokrasi