Misteri Bau Menyengat di BTN Nggaro Te: Seorang Dosen Ditemukan Tewas Mengenaskan

Rizky Fauzi | WartaLog
14 Apr 2026, 21:49 WIB
Misteri Bau Menyengat di BTN Nggaro Te: Seorang Dosen Ditemukan Tewas Mengenaskan

WartaLog — Suasana tenang di Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima mendadak berubah menjadi mencekam pada Selasa (14/4/2026) malam. Warga yang bermukim di kompleks BTN Nggaro Te dikejutkan oleh temuan jasad seorang pria yang sudah terbujur kaku di dalam kediamannya dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Korban diketahui bernama Mawardin (35), seorang akademisi yang mendedikasikan hidupnya sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Bima. Penemuan tragis ini bermula saat aroma tidak sedap yang sangat menyengat mulai menyeruak dan mengganggu kenyamanan warga di sekitar Blok C, lokasi rumah yang ditempati oleh korban.

Kronologi Penemuan Jasad

Lurah Ule, Badin, mengonfirmasi bahwa jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 18.30 WITA. Kecurigaan warga awalnya dipicu oleh bau busuk yang kian tajam menusuk hidung dalam beberapa waktu terakhir. Merasa ada yang tidak beres, sejumlah tetangga mencoba memanggil Mawardin dari luar rumah, namun tidak ada sahutan sama sekali.

Read Also

Layanan Bus Gratis Mataram Tetap Melaju di Tengah Kebijakan Efisiensi BBM

Layanan Bus Gratis Mataram Tetap Melaju di Tengah Kebijakan Efisiensi BBM

“Warga sempat mencoba memanggil korban berkali-kali tapi nihil respons. Karena rasa penasaran dan kekhawatiran yang semakin besar, warga akhirnya berinisiatif untuk mengecek ke dalam rumah secara langsung,” jelas Badin saat dikonfirmasi oleh tim redaksi kami.

Begitu berhasil masuk ke dalam, warga mendapati pemandangan memilukan. Sang dosen ditemukan sudah tidak bernyawa di salah satu sudut rumahnya. Kejadian ini segera dilaporkan ke pihak berwajib. Tidak lama kemudian, aparat kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan segera mengevakuasi korban guna kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Diduga Sudah Meninggal Dunia Sejak Empat Hari Lalu

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari para tetangga sekitar, Mawardin diperkirakan sudah mengembuskan napas terakhirnya sekitar empat hari sebelum akhirnya ditemukan. Dugaan ini diperkuat dengan fakta bahwa pria asal Desa Tolowata, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima tersebut sudah hampir sepekan tidak terlihat keluar rumah untuk menjalankan aktivitas kesehariannya.

Read Also

Rangkuman Peristiwa Bali Sepekan: Dari Sanksi Bakar Sampah Hingga Tragedi Mencekam di Benoa

Rangkuman Peristiwa Bali Sepekan: Dari Sanksi Bakar Sampah Hingga Tragedi Mencekam di Benoa

Peristiwa penemuan mayat ini tentu menambah daftar kejadian memilukan di wilayah Bima. Hingga saat ini, pihak berwenang masih mendalami penyebab pasti kematian korban, apakah murni karena faktor kesehatan atau ada unsur lainnya.

Kepergian sosok dosen muda ini meninggalkan duka mendalam bagi rekan sejawat dan para mahasiswanya. Informasi seputar perkembangan kasus ini dan berbagai berita NTB terkini lainnya akan terus kami perbarui seiring dengan munculnya fakta-fakta baru dari penyelidikan kepolisian.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *