Antisipasi Lonjakan Harga, Sekjen Kemendagri Tegur Pemda Terkait Stok Cabai dan Bawang

Akbar Silohon | WartaLog
13 Apr 2026, 14:50 WIB
Antisipasi Lonjakan Harga, Sekjen Kemendagri Tegur Pemda Terkait Stok Cabai dan Bawang

WartaLog — Tantangan inflasi di sektor pangan kembali mencuat, memaksa pemerintah pusat untuk mengambil langkah tegas. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, secara terbuka memberikan instruksi keras kepada seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memperketat pengawasan terhadap ketersediaan stok komoditas pangan utama, khususnya cabai merah, cabai besar, dan bawang merah.

Langkah ini diambil menyusul tren kenaikan harga di berbagai wilayah yang dipicu oleh minimnya pasokan di pasar. Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja, Jakarta, Senin (13/4/2026), Tomsi menyoroti perlunya empati dan tanggung jawab nyata dari para pimpinan daerah terhadap kebutuhan dasar masyarakatnya.

“Masyarakat kita sangat gemar mengonsumsi cabai. Saya meminta Bapak dan Ibu di daerah untuk benar-benar memikirkan hal ini. Harus ada rasa tanggung jawab untuk memastikan pasokan tetap aman,” tegas Tomsi di hadapan para peserta rapat yang juga membahas evaluasi Program 3 Juta Rumah dan jaminan produk halal tersebut.

Read Also

Spirit Hamemayu Hayuning Bawono: Wajah Baru Mapolda DIY dalam Visi Presisi Kapolri

Spirit Hamemayu Hayuning Bawono: Wajah Baru Mapolda DIY dalam Visi Presisi Kapolri

Gerakan Menanam Sebagai Solusi Jangka Panjang

Bukan sekadar mengandalkan distribusi logistik, Kemendagri mendorong daerah untuk lebih proaktif melalui gerakan menanam mandiri. Tomsi menilai bahwa cabai dan bawang merah adalah jenis tanaman yang relatif mudah dibudidayakan di berbagai karakteristik lahan di Indonesia. Ia menyayangkan jika persoalan ketersediaan stok terus menjadi masalah klasik yang berulang tanpa adanya langkah mitigasi yang konkret.

Ia menekankan bahwa upaya pengendalian inflasi tidak bisa hanya diselesaikan di atas meja atau melalui seremoni rapat formal semata. Hingga saat ini, pemerintah pusat telah memfasilitasi koordinasi sebanyak 163 kali, namun efektivitasnya sangat bergantung pada eksekusi nyata di lapangan oleh kepala daerah dan jajarannya.

Read Also

Trump Ungkap Janji Rahasia Xi Jinping: Tiongkok Berhenti Kirim Senjata ke Iran

Trump Ungkap Janji Rahasia Xi Jinping: Tiongkok Berhenti Kirim Senjata ke Iran

Potret Defisit Produksi di Sejumlah Wilayah

Data terbaru dari Kementerian Pertanian (Kementan) per April 2026 mengungkapkan fakta yang cukup mengkhawatirkan. Beberapa titik di Indonesia, mulai dari Tanah Papua, Pulau Sulawesi, Kalimantan, hingga Sumatera, tercatat mengalami defisit produksi cabai rawit dan cabai merah yang cukup signifikan. Kondisi inilah yang menjadi pemicu utama fluktuasi harga di tingkat konsumen.

Sebagai solusi cepat, Tomsi menyarankan agar daerah yang mengalami defisit segera membangun sinergi antardaerah dengan wilayah yang memiliki surplus produksi. Kerjasama lintas batas ini dianggap efektif untuk menyeimbangkan distribusi barang secara nasional.

“Teman-teman kepala dinas dan pimpinan daerah, tolong hal ini dicatat dengan serius. Silakan manfaatkan peluang koordinasi ini dengan baik. Jika sudah ada jalan keluar namun tidak dimanfaatkan, tentu ini sangat disayangkan,” pungkasnya.

Read Also

Mengupas Babak Baru Laporan Terhadap Ade Armando dan Abu Janda: Polda Metro Jaya Telusuri Jejak Digital Ceramah Jusuf Kalla

Mengupas Babak Baru Laporan Terhadap Ade Armando dan Abu Janda: Polda Metro Jaya Telusuri Jejak Digital Ceramah Jusuf Kalla

Agenda strategis ini turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono, Deputi Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto, serta perwakilan dari Kantor Staf Kepresidenan. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan dapur masyarakat tetap terjangkau di tengah dinamika ekonomi global.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *