Menantang Adrenalin di Air Terjun Tibu Bunter: Destinasi Rappelling Hits di Lombok Timur
WartaLog — Tersembunyi di balik rimbunnya Desa Jeruk Manis, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Air Terjun Tibu Bunter kini bertransformasi menjadi magnet bagi para pencinta tantangan. Tak sekadar menyuguhkan panorama alam yang asri, destinasi ini menawarkan pengalaman tak terlupakan melalui olahraga rappelling atau aksi menuruni tebing di tengah kucuran air terjun yang menderu.
Aktivitas ekstrem ini mulai diperkenalkan ke publik sejak setahun terakhir. Meski sempat mengalami pasang surut akibat faktor cuaca, daya tarik Tibu Bunter sebagai spot pemacu adrenalin di Lombok Timur tetap tak tergoyahkan. Tomy Sukardi, salah satu pengelola setempat, mengungkapkan bahwa inovasi wisata ini lahir untuk memberikan warna baru bagi pariwisata di Nusa Tenggara Barat.
Skandal Berlapis Eks Kepala BPN: Setelah Korupsi MXGP, Kini Terendus Gratifikasi Miliaran
Paket Wisata Terjangkau dengan Fasilitas Lengkap
Bagi Anda yang ingin menguji nyali, tarif yang dipatok tergolong sangat kompetitif. Wisatawan domestik hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 185 ribu per orang. Angka tersebut bukan sekadar tiket masuk, melainkan paket lengkap yang menjamin kenyamanan pengunjung.
- Peralatan keamanan standar profesional.
- Perlengkapan P3K untuk antisipasi medis.
- Konsumsi berupa makan dan minum.
- Jasa dokumentasi foto dan video tanpa batas.
- Biaya retribusi parkir dan tiket masuk kawasan.
“Untuk dokumentasi, kami berikan secara gratis. Tim kami akan mengarahkan gaya agar hasilnya estetik, setelah itu pengunjung bebas berekspresi. Jika hasil foto dirasa kurang maksimal atau buram, kami bahkan memberikan kompensasi berupa kesempatan main lagi secara cuma-cuma,” tutur Tomy kepada kru WartaLog.
Analisis Ala Ayuning Dewasa 12 April 2026: Mengapa Redite Wage Landep Bukan Waktu Ideal untuk Manusa Yadnya?
Kepopuleran Tibu Bunter juga telah merambah pasar internasional. Untuk wisatawan mancanegara, pengelola menetapkan tarif sebesar Rp 350 ribu, di mana selisih harga tersebut juga dialokasikan untuk jasa pemandu khusus (guide) yang mendampingi mereka selama aktivitas berlangsung.
Keamanan Menjadi Prioritas Utama
Menyadari risiko tinggi dari olahraga arus deras ini, pihak pengelola tidak main-main dalam urusan keselamatan. Mereka menerapkan sistem peringatan dini yang cukup ketat untuk memantau debit air dari hulu. Sebuah tim khusus ditempatkan di titik pantau yang berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi air terjun.
“Keamanan kru dan pelanggan adalah prioritas kami. Petugas di hulu akan memantau kondisi air. Jika air mulai keruh atau debitnya meningkat drastis, mereka segera menginformasikan kepada tim di lokasi melalui Handy Talky (HT) agar aktivitas segera dihentikan,” jelas Tomy. Konsistensi ini membuat Tibu Bunter menjadi destinasi wisata aman meski di tengah tantangan alam.
Skandal Lahan MXGP Samota: Nama Eks Gubernur NTB Zulkieflimansyah Muncul dalam Sidang Korupsi
Pengalaman Tak Terlupakan bagi Pengunjung
Sensasi bergelantungan di tengah derasnya air terjun meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang mencobanya. Dwi, seorang pengunjung asal Kota Mataram, berbagi ceritanya saat pertama kali menjajal rappelling di sini. Meski sempat merasa tegang, rasa puas menyelimuti dirinya begitu berhasil menapak di dasar tebing.
“Jujur saja, deg-degan sekali karena ini pengalaman pertama. Tapi ternyata seseru itu! Dengan harga yang ditawarkan, fasilitas dan keramahan pengelola di sini sangat sepadan. Tempatnya indah dan sangat layak dikunjungi,” ungkap Dwi dengan antusias.
Sebagai informasi tambahan bagi calon pengunjung, aktivitas rappelling di Air Terjun Tibu Bunter dibuka setiap hari kecuali hari Jumat. Namun, jadwal operasional tetap bergantung pada kondisi cuaca demi menjamin keselamatan maksimal. Jika Anda mencari cara baru untuk menikmati alam Pulau Lombok, menaklukkan tebing Tibu Bunter bisa menjadi pilihan yang sempurna.