Mimpi Besar Stadion Sangkuriang Cimahi: Antara Harapan Revitalisasi dan Realitas Fiskal

Santi Rahayu | WartaLog
13 Apr 2026, 16:53 WIB
Mimpi Besar Stadion Sangkuriang Cimahi: Antara Harapan Revitalisasi dan Realitas Fiskal

WartaLog — Stadion Sangkuriang, gelanggang yang menyimpan jejak sejarah panjang sepak bola di Kota Cimahi, kini sedang berada di persimpangan jalan. Proyek revitalisasi yang diharapkan mampu mengembalikan kejayaan stadion ini tampaknya harus berjalan tertatih-tatih. Meski hamparan rumput hijau sudah mulai terlihat, namun bayang-bayang pagar seng yang mengelilingi area tersebut menjadi tanda bahwa renovasi besar ini masih jauh dari kata tuntas.

Pekerjaan yang Terhenti di Tengah Jalan

Sejak dimulai pada tahun 2022, pemugaran ikon olahraga Cimahi ini baru menyentuh bagian lapangan utama. Dengan alokasi dana sebesar Rp5,55 miliar, lapangan tersebut kini telah bersalin rupa dengan balutan rumput Japonica yang standar. Namun, pemandangan kontras terlihat di sekelilingnya; tribun utama yang seharusnya menjadi tempat bersorak para pendukung masih terbengkalai tanpa sentuhan perbaikan sedikit pun.

Read Also

Kabar Gembira! Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026 Mulai Cair April, Simak Panduan Lengkap dan Besaran Bantuannya

Kabar Gembira! Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026 Mulai Cair April, Simak Panduan Lengkap dan Besaran Bantuannya

Kondisi stadion berkapasitas 12 ribu penonton ini mencerminkan betapa besarnya tantangan dalam melakukan revitalisasi stadion di tingkat daerah. Pagar-pagar pembatas yang belum dibongkar seolah menegaskan bahwa ambisi besar tersebut terbentur oleh realitas anggaran yang terbatas.

Prioritas Pembangunan dan Kapasitas Fiskal

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan bahwa komitmen pemerintah untuk membenahi Stadion Sangkuriang tetap menjadi prioritas dalam rencana kerja lima tahun ke depan. Namun, ia juga menekankan pentingnya skala prioritas dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Sesuai janji kami, dalam lima tahun ke depan kita akan tancap gas untuk Stadion Sangkuriang. Namun, pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah,” jelas Adhitia saat ditemui pada Senin (13/4/2026).

Read Also

Akses Vital Terputus: Baru Tiga Bulan Diresmikan, Jembatan di Sukabumi Hanyut Diterjang Banjir

Akses Vital Terputus: Baru Tiga Bulan Diresmikan, Jembatan di Sukabumi Hanyut Diterjang Banjir

Untuk periode 2026-2027, Pemerintah Kota Cimahi memilih untuk mengalihkan fokus utama pada isu-isu krusial yang menyentuh langsung kehidupan harian warga, seperti penanganan banjir dan pengelolaan sampah. Selain itu, terdapat proyek strategis lain seperti pembangunan Underpass Gatot Subroto yang pendanaannya disokong oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Tantangan Anggaran Ratusan Miliar

Target ambisius untuk merampungkan stadion ini pada tahun 2030 memang bukan perkara mudah. Berdasarkan data Detail Engineering Design (DED), total anggaran yang diperlukan untuk menyulap Stadion Sangkuriang menjadi fasilitas modern mencapai angka fantastis, yakni Rp273 miliar.

Jumlah tersebut sangat sulit jika hanya mengandalkan APBD Kota Cimahi semata. Tahapan selanjutnya, yang mencakup penataan lintasan atletik dan perbaikan saluran air di sekeliling lapangan, saja diprediksi membutuhkan dana tambahan sekitar Rp2,4 miliar. Tanpa dukungan dana dari pemerintah pusat atau provinsi, perjalanan Stadion Sangkuriang menuju transformasi total dipastikan akan menempuh jalan yang panjang dan berliku.

Read Also

Catatan Kriminal dan Fenomena Alam Jabar: Dari Markas Siber Ilegal Hingga Teror Geng Motor

Catatan Kriminal dan Fenomena Alam Jabar: Dari Markas Siber Ilegal Hingga Teror Geng Motor

Bagi warga Cimahi, Stadion Sangkuriang bukan sekadar tempat berolahraga, melainkan identitas kota. Kini, masyarakat hanya bisa berharap agar pembangunan infrastruktur ini tidak sekadar menjadi janji politik, melainkan warisan nyata yang bisa segera dinikmati kembali oleh generasi mendatang.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *