Jejak Senyap Ki Bedil: Akhir Pelarian Sang Maestro Senjata Api Rakitan di Rancaekek

Santi Rahayu | WartaLog
13 Apr 2026, 15:20 WIB
Jejak Senyap Ki Bedil: Akhir Pelarian Sang Maestro Senjata Api Rakitan di Rancaekek

WartaLog — Tabir gelap bisnis senjata api ilegal yang selama ini dijalankan secara rapi oleh TS (58), pria yang lebih sohor dengan julukan ‘Ki Bedil’, akhirnya terkuak. Satuan Reserse Mobil (Sat Resmob) Bareskrim Polri berhasil menghentikan langkah sang pengrajin senjata ‘bawah tanah’ tersebut di wilayah Rancaekek, Jawa Barat.

Operasi senyap yang dilakoni Ki Bedil bukanlah bisnis sembarangan. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat selektif dan hanya melayani pesanan dari lingkaran orang yang dipercayainya. Reputasinya di dunia hitam terbangun berkat kualitas rakitannya yang presisi, menjadikannya primadona di kalangan pelaku kriminalitas jalanan hingga pemburu liar.

Transformasi dari Pabrik ke Pasar Gelap

Latar belakang Ki Bedil yang pernah bekerja di pabrik senjata legal disinyalir menjadi kunci keahliannya. Namun, ia memilih jalur buntu setelah penegakan hukum besar-besaran dilakukan terhadap sentra perajin senjata di Cipacing beberapa waktu silam. Alih-alih berhenti, Ki Bedil justru menghilang dan memulai operasi mandiri yang lebih tertutup.

Read Also

Jadwal Sholat Kota Cirebon 12 April 2026: Menggapai Berkah Melalui Disiplin Waktu Ibadah

Jadwal Sholat Kota Cirebon 12 April 2026: Menggapai Berkah Melalui Disiplin Waktu Ibadah

Kasat Resmob Bareskrim Polri, Kombes Arsya Khadafi, mengungkapkan bahwa TS bergerak sangat hati-hati untuk menghindari radar aparat. “Setelah peristiwa di Cipacing, yang bersangkutan menarik diri dan mulai bekerja sendiri secara sangat hati-hati, hanya berdasarkan pesanan dari pihak-pihak tertentu saja,” jelasnya.

Harga Fantastis untuk Akurasi Tinggi

Di pasar gelap, produk buatan tangan Ki Bedil dihargai sangat tinggi, mencerminkan kerumitan dan akurasinya. Untuk satu unit pistol rakitan, ia mematok harga mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 20 juta. Angka yang sama juga berlaku untuk senapan laras panjang yang memiliki tingkat akurasi hingga jarak 100 meter.

Kualitas ‘premium’ ini membuat senjata produksinya menjadi komoditas berharga. Polisi mencatat bahwa setiap detail senjata diperhatikan dengan seksama agar menyerupai standar pabrikan resmi, sebuah kemampuan yang jarang dimiliki oleh perajin senjata rakitan biasa.

Read Also

Aksi Cepat Penanganan Tanggul Jebol Sungai Cisunggalah, Jalur Majalaya Kembali Dipulihkan

Aksi Cepat Penanganan Tanggul Jebol Sungai Cisunggalah, Jalur Majalaya Kembali Dipulihkan

Rantai Distribusi yang Terputus

Untuk menjaga kerahasiaan identitasnya, Ki Bedil tidak pernah bertatap muka langsung dengan para pembeli. Ia memanfaatkan peran AS (41) alias Aep Saepudin sebagai jembatan komunikasi sekaligus broker yang memasarkan produk-produk tersebut melalui media sosial.

“Modusnya cukup rapi. Setelah kesepakatan harga tercapai dan pembayaran diterima, barang dikirimkan ke titik-titik alamat yang telah ditentukan,” tambah Arsya. Dari tangan AS, pihak kepolisian berhasil menyita satu pucuk pistol kaliber 22 lengkap dengan amunisinya, serta sebuah senapan yang masih dalam tahap penyelesaian.

Penangkapan ini diharapkan dapat memutus rantai pasokan senjata api ilegal yang kerap memicu aksi kekerasan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Read Also

Tragedi FOMO di Haiti: 30 Orang Tewas Terhimpit dalam Kerumunan di Benteng Citadelle Laferrière

Tragedi FOMO di Haiti: 30 Orang Tewas Terhimpit dalam Kerumunan di Benteng Citadelle Laferrière

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *