Menilik Jantung Energi Bali: Strategi Dewan Komisaris Pertamina Perkuat Keandalan IT Manggis

Citra Lestari | WartaLog
01 Jun 2026, 17:19 WIB
Menilik Jantung Energi Bali: Strategi Dewan Komisaris Pertamina Perkuat Keandalan IT Manggis

WartaLog Di tengah hamparan pesisir Karangasem yang memukau, berdiri sebuah infrastruktur vital yang menjadi urat nadi kehidupan bagi masyarakat Pulau Dewata dan sekitarnya. Integrated Terminal (IT) Manggis bukan sekadar fasilitas penyimpanan bahan bakar biasa; ia adalah benteng ketahanan energi yang memastikan setiap roda kendaraan berputar dan setiap dapur tetap mengepul di wilayah Bali hingga Nusa Tenggara.

Guna memastikan denyut nadi tersebut tetap stabil, jajaran Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) baru-baru ini melakukan inspeksi mendalam atau Management Walkthrough (MWT) ke IT Manggis, Karangasem, Bali. Kunjungan kerja ini dilakukan pada Kamis (28/5) dengan misi tunggal yang krusial: menjaga ketersediaan, kelancaran distribusi, serta memastikan stabilitas pasokan energi nasional tetap terjaga tanpa celah.

Read Also

Efek Domino MSCI: Saham Gurita Bisnis Prajogo Pangestu Berguguran, Apa Dampaknya Bagi Investor?

Efek Domino MSCI: Saham Gurita Bisnis Prajogo Pangestu Berguguran, Apa Dampaknya Bagi Investor?

IT Manggis: Hub Strategis di Gerbang Timur

Memiliki luas lahan mencapai 17 hektare, IT Manggis memegang peranan sebagai terminal hub terbesar di Pulau Bali. Perannya sangat strategis, bukan hanya bagi masyarakat lokal, tetapi juga sebagai penyokong utama bagi terminal-terminal energi lain di wilayah Kepulauan Nusa Tenggara. Dalam ekosistem distribusi BBM, fasilitas ini menjadi titik sentral yang mengelola berbagai jenis produk energi.

Produk yang dikelola di sini sangat beragam, mencakup kebutuhan transportasi harian hingga industri besar. Mulai dari Pertalite, Pertamax, dan BioSolar untuk mobilitas darat, hingga produk spesialis seperti Marine Fuel Oil (MFO) dan Marine Diesel Fuel (MDF) untuk kebutuhan sektor maritim. Keberadaan IT Manggis memastikan bahwa seluruh elemen penggerak ekonomi mendapatkan asupan energi yang memadai.

Read Also

Transformasi Audit Digital: SMART-AUDIT ATLAS Batch 6 Siapkan Tenaga Profesional Hadapi Tantangan Industri 4.0

Transformasi Audit Digital: SMART-AUDIT ATLAS Batch 6 Siapkan Tenaga Profesional Hadapi Tantangan Industri 4.0

Jangkauan distribusinya pun tidak main-main. Hingga saat ini, IT Manggis bertanggung jawab memasok kebutuhan energi ke 148 SPBU, 54 Pertashop, serta berbagai unit layanan seperti Agen Premium dan Minyak Solar (APMS), SPBU Nelayan (SPBUN), hingga SPBU Kompak di pelosok. Selain BBM, aspek energi LPG juga menjadi fokus utama dengan distribusi ke 16 SPPBE PSO, 4 SPPBE NPSO, dan sektor industri lainnya.

HSSE: Prinsip Tanpa Kompromi dalam Operasional

Dalam kunjungannya, Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Pertamina, Mochamad Iriawan, memberikan penekanan yang sangat kuat pada aspek keselamatan. Baginya, IT Manggis adalah mata rantai ketahanan energi yang harus beroperasi dengan standar keamanan tertinggi. Beliau menegaskan bahwa HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) bukanlah sekadar prosedur formalitas, melainkan “izin untuk beroperasi” (license to operate).

Read Also

Menguak Ironi KITB: Sudah Diresmikan Presiden, Tapi Status Lahan Masih Gantung

Menguak Ironi KITB: Sudah Diresmikan Presiden, Tapi Status Lahan Masih Gantung

“Tidak ada ruang untuk kompromi terhadap keselamatan pekerja, keamanan fasilitas, maupun perlindungan lingkungan hidup. Kesadaran terhadap aspek keamanan, mitigasi risiko tanggap darurat, dan pelestarian lingkungan harus terus ditingkatkan secara konsisten,” tegas Iriawan. Ia menambahkan bahwa seluruh pihak harus bahu-membahu memastikan operasional berjalan aman, responsif, dan berkelanjutan demi masa depan energi Indonesia.

Modernisasi Infrastruktur: Pembangunan Jetty 1 sebagai Solusi Efisiensi

Salah satu poin penting dalam tinjauan Dewan Komisaris kali ini adalah penguatan keandalan fasilitas fisik. Infrastruktur pertamina terus dipacu untuk menjadi lebih modern. Proyek pembangunan fasilitas Jetty 1 menjadi sorotan utama. Kehadiran dermaga baru ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap fleksibilitas operasional di IT Manggis.

Dengan adanya Jetty 1, proses bongkar muat diharapkan menjadi jauh lebih andal dan cepat. Hal ini secara langsung akan mengurangi risiko antrean kapal serta meminimalisir potensi keterlambatan distribusi energi ke masyarakat. Langkah ini dipandang sebagai langkah visioner untuk memperkuat ketahanan suplai energi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional secara menyeluruh, menjadikan IT Manggis sebagai terminal berstandar kelas dunia.

Selain infrastruktur fisik, penguatan rencana darurat (emergency plan) juga menjadi perhatian. Koordinasi dengan para pemangku kepentingan maritim serta kesiapsiagaan fasilitas marine terus diperkuat melalui simulasi dan pengujian berkala. Hal ini penting mengingat posisi IT Manggis yang berada di wilayah pesisir dengan dinamika alam yang cukup menantang.

Menaklukkan Tantangan Alam di Pesisir Karangasem

Sementara itu, Komisaris Pertamina, Laode Sulaiman, memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan tim di lapangan. Meski operasional seringkali dihadapkan pada tantangan cuaca yang tidak menentu di wilayah Bali Timur, para “Perwira” Pertamina—sebutan untuk karyawan Pertamina—terbukti mampu menjaga stabilitas stok dan distribusi dengan sangat baik.

“Tantangan cuaca memang nyata dalam operasional di IT Manggis. Namun, saya melihat dedikasi para Perwira di sini sangat luar biasa dalam mengatasi hambatan tersebut melalui berbagai langkah antisipatif dan strategi operasional yang matang,” ujar Laode, yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas).

Dedikasi untuk Kemandirian Energi

Kunjungan ini juga dihadiri oleh jajaran komisaris lainnya, termasuk Komisaris Independen Condro Kirono dan Raden Adjeng Sondaryani, serta Komisaris Nanik S. Deyang dan Heru Pambudi. Kehadiran formasi lengkap ini menunjukkan betapa krusialnya posisi IT Manggis dalam peta jalan energi nasional.

Sebagai penutup rangkaian kunjungan, Mochamad Iriawan kembali menyampaikan apresiasinya atas dedikasi seluruh staf yang menjaga operasional tetap berjalan lancar 24 jam sehari. Budaya keselamatan dan rasa memiliki (sense of belonging) yang kuat menjadi kunci agar IT Manggis tidak hanya menjadi terminal yang aman, tetapi juga menjadi contoh fasilitas energi yang modern dan disiplin di mata internasional.

Melalui pengawasan ketat dan pengembangan yang terus-menerus, Pertamina melalui IT Manggis berkomitmen penuh untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan energi, memastikan setiap warga di Bali dan Nusa Tenggara dapat menikmati akses energi yang adil, merata, dan berkelanjutan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *