Evaluasi Makan Bergizi Gratis: Eddy Soeparno Sebut Langkah Prabowo Sebagai Terobosan Realistis dan Berkeadilan
WartaLog — Di tengah dinamika ekonomi dan keterbatasan ruang fiskal negara, kebijakan strategis yang diambil Presiden Prabowo Subianto terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan apresiasi mendalam dari Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno. Langkah Presiden yang memilih untuk memprioritaskan penyaluran program ini kepada anak-anak yang paling membutuhkan dinilai sebagai keputusan yang sangat tepat sasaran dan realistis.
Filosofi ‘No One Left Behind’ dalam Kebijakan Publik
Eddy Soeparno menegaskan bahwa evaluasi yang dilakukan pemerintah bukan sekadar soal efisiensi anggaran, melainkan manifestasi dari prinsip keadilan sosial. Menurutnya, sejak awal memimpin, Presiden Prabowo telah menanamkan nilai dasar bahwa tidak boleh ada masyarakat rentan yang terabaikan dalam pembangunan nasional.
Sinergi Strategis Menko Infra AHY dan ITK: Membangun Kalimantan Lewat Inovasi dan SDM Unggul
“Sejak awal masa tugasnya, Presiden selalu mengedepankan prinsip ‘no one is left behind’. Ini adalah pesan kuat bagi kita semua bahwa intervensi pemerintah harus menyentuh mereka yang paling rentan secara ekonomi dan memang berada dalam kondisi mendesak,” ujar Eddy dalam pernyataan resminya yang diterima WartaLog.
Pendekatan berbasis kebutuhan ini, lanjut Eddy, sangat krusial untuk memastikan setiap rupiah dari anggaran negara memberikan dampak maksimal, khususnya dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas gizi generasi muda sebagai pondasi utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Keresahan Terhadap Kualitas di Lapangan
Meski memberikan dukungan penuh, Doktor Ilmu Politik dari Universitas Indonesia ini tidak menutup mata terhadap kendala di lapangan. Berdasarkan kunjungannya ke berbagai daerah, Eddy mengungkapkan adanya laporan mengenai ketidakkonsistenan kualitas makanan yang disediakan oleh pihak pelaksana.
Tragedi Bus Listrik di Salzburg: Hilang Kendali hingga Hantam Supermarket, Satu Orang Tewas
Ia menyoroti kinerja sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditengarai belum sepenuhnya amanah. Ada temuan di mana volume atau kualitas asupan gizi yang diberikan kepada siswa tidak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami menerima masukan bahwa ada oknum pengelola SPPG yang mencoba mengambil jalan pintas dengan mengurangi kualitas atau porsi makanan. Ini adalah tindakan yang tidak bisa ditoleransi karena merampas hak anak-anak kita,” tegas politisi senior tersebut.
Pesan Tegas untuk Pengelola SPPG
Menutup pernyataannya, Eddy menyampaikan pesan moral yang tajam kepada seluruh elemen yang terlibat dalam distribusi program Prabowo Subianto ini. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program MBG sangat bergantung pada kejujuran dan dedikasi para pengelola di tingkat akar rumput.
Restrukturisasi Strategis Korps Bhayangkara: Komjen Panca Putra Resmi Nakhodai Lemdiklat Polri
“Mengambil hak orang lain bukan hanya kesalahan administratif, melainkan cerminan rendahnya moralitas. Saya menghimbau seluruh pengelola SPPG untuk bekerja dengan hati dan penuh kejujuran. Berikanlah layanan dan kualitas gizi terbaik demi masa depan anak-anak bangsa,” pungkasnya.
Dengan akurasi data yang terus diperbaiki dan pengawasan yang ketat, diharapkan program unggulan pemerintah ini benar-benar menjadi motor penggerak transformasi gizi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.