Kesetiaan Tanpa Batas: Kisah Endang Selamatkan 16 Kucing di Tengah Kepungan Banjir Solo Baru

Yeni Sartika | WartaLog
15 Apr 2026, 16:51 WIB
Kesetiaan Tanpa Batas: Kisah Endang Selamatkan 16 Kucing di Tengah Kepungan Banjir Solo Baru

WartaLog — Deru air yang merendam kawasan prestisius Solo Baru, Kecamatan Grogol, tidak hanya menyisakan duka bagi para penghuninya, tetapi juga melahirkan kisah-kisah kemanusiaan yang menyentuh hati. Hingga Rabu siang (15/4/2026), puluhan warga dari Desa Madegondo dan Kwarasan masih terlihat bertahan di sepanjang emperan Jalan Ir. Soekarno, menjadikan taman median jalan sebagai benteng terakhir mereka menunggu air surut.

Di antara tumpukan barang berharga dan pakaian yang berhasil diselamatkan, pemandangan unik terlihat di posko darurat buatan tersebut. Endang (53), seorang warga Madegondo, tampak sibuk menenangkan belasan nyawa kecil yang ia bawa serta dalam pelariannya dari terjangan banjir Solo Baru. Bukan emas atau perhiasan mewah, Endang justru memprioritaskan keselamatan 16 ekor kucing peliharaannya.

Read Also

Mengenal Sifat dan Karakter Tokoh Mahabharata: Cermin Kepribadian Manusia dalam Wayang

Mengenal Sifat dan Karakter Tokoh Mahabharata: Cermin Kepribadian Manusia dalam Wayang

Intuisi dan Evakuasi di Keheningan Malam

Luka mendalam akibat rumah kontrakannya yang terendam tidak melunturkan kasih sayang Endang terhadap anabulnya. Wanita paruh baya ini mengaku sudah memiliki firasat buruk sebelum bencana datang melanda pada dini hari tersebut.

“Saya mulai mengungsi sejak pukul 02.00 WIB. Entah kenapa, sebelumnya saya sudah merasa gelisah, jadi semua kucing langsung saya masukkan ke dalam kandang,” kenang Endang saat berbincang di lokasi pengungsian. Ketika air mulai merangkak naik dan masuk ke dalam rumah, tim relawan datang menjemput. Endang bersikeras agar dua kandang besar yang berisi kucing ras Persia hingga ras campuran itu ikut dievakuasi.

Baginya, kucing-kucing yang telah ia rawat selama tujuh tahun itu bukan sekadar hewan peliharaan, melainkan teman hidup yang menemaninya di perantauan. Meski kini harus tidur beralaskan seadanya di pinggir jalan, Endang tetap memastikan stok pakan kucingnya tersedia agar mereka tidak kelaparan di tengah situasi sulit ini.

Read Also

Ambisi Tak Padam Jakarta LavAni di Seri Semarang: Bidik Hasil Sempurna Meski Tiket Final Sudah di Tangan

Ambisi Tak Padam Jakarta LavAni di Seri Semarang: Bidik Hasil Sempurna Meski Tiket Final Sudah di Tangan

Hiburan di Tengah Musibah: Memancing dengan Senapan

Tak jauh dari lokasi Endang bertahan, sisi lain dari kehidupan para pengungsi Sukoharjo terekam melalui aksi kreatif Reza, seorang pemuda asal Desa Kwarasan. Alih-alih meratapi nasib, Reza memilih untuk mengusir jenuh dengan memancing di aliran Kali Ngasinan yang sedang meluap hebat.

Metode yang digunakannya pun tak biasa. Reza memodifikasi senapan angin miliknya dengan tambahan jarum dan senar pancing. Berdiri gagah di atas jembatan, ia membidik ikan-ikan yang muncul ke permukaan akibat debit air yang terlalu deras. Bunyi ‘slap’ dari senapannya kerap kali memecah kesunyian dan mengundang sorak sorai dari warga lainnya.

  • Dua ekor ikan gabus berukuran besar berhasil diamankan.
  • Satu ekor ikan nila menjadi tambahan hasil buruannya.
  • Aktivitas ini menjadi hiburan tersendiri bagi warga yang sedang stres menghadapi bencana.

“Hanya untuk mengisi waktu luang saja sambil menunggu air di rumah surut. Kalau pakai pancingan biasa, ikan susah makan karena arus terlalu kuat,” jelas Reza yang tetap bersemangat meski sempat kehilangan jarum pancingnya akibat tarikan ikan lele raksasa.

Read Also

Drama di Balik Evakuasi Balita 1,5 Tahun di Gunung Ungaran: Bukan Sekadar Hipotermia, Ada Perselisihan Keluarga

Drama di Balik Evakuasi Balita 1,5 Tahun di Gunung Ungaran: Bukan Sekadar Hipotermia, Ada Perselisihan Keluarga

Hingga laporan ini diturunkan, kondisi di beberapa titik di Kecamatan Grogol masih tergenang air dengan ketinggian bervariasi. Warga berharap bantuan logistik dan pembersihan saluran air segera dioptimalkan agar mereka bisa kembali beraktivitas normal di rumah masing-masing.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *