Respons Cepat Kritik ‘Sawah’ di Lapangan, Stadion Manahan Solo Segera Masuk Tahap Pemeliharaan Total
WartaLog — Ikon kebanggaan masyarakat Surakarta, Stadion Manahan, kini tengah bersiap untuk bersolek kembali. Langkah ini diambil menyusul adanya kritik tajam mengenai kondisi rumput lapangan yang dianggap menurun kualitasnya, bahkan sempat dijuluki menyerupai sawah saat intensitas hujan tinggi mengguyur beberapa waktu lalu.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, secara langsung turun ke lapangan untuk meninjau titik-titik yang menjadi kendala. Ia menegaskan bahwa pemerintah kota tidak tinggal diam dan telah menyusun jadwal pemeliharaan skala besar yang akan dimulai segera setelah kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2025/2026 berakhir.
“Kemarin saat hujan deras, genangan sebenarnya sudah bisa terserap dalam waktu 15 menit. Memang faktor cuaca ekstrem yang berulang menjadi tantangan tersendiri. Namun, kami sudah memetakan sektor-sektor mana saja yang butuh pembenahan total setelah musim Liga 1 selesai nanti,” ungkap Respati saat memberikan keterangan di area Stadion Manahan Solo.
Lalai Akibat Kantuk, Truk Roti Seruduk Deretan Motor dan Mobil di Terminal Kartasura
Akar Masalah: Frekuensi Penggunaan yang Padat
Sorotan terhadap kualitas rumput ini mencuat setelah laga panas antara Persis Solo melawan Semen Padang. Andre Rosiade, penasihat Semen Padang sekaligus Anggota DPR RI, melontarkan kritik pedas terkait genangan air yang mengganggu aliran bola di babak kedua. Menanggapi hal tersebut, pihak Dispora Kota Solo menjelaskan bahwa masalah utama terletak pada pemadatan tanah akibat tingginya jam terbang penggunaan stadion.
Selain menjadi markas utama tim Laskar Sambernyawa, Stadion Manahan ternyata juga menjadi magnet bagi komunitas lewat agenda fun football. Intensitas penggunaan yang mencapai empat kali dalam sehari setiap akhir pekan membuat tanah di beberapa titik, terutama di area pemanasan dekat bench pemain, menjadi padat dan tertutup lapisan lumpur tipis.
Geger! Piton 2,5 Meter Satroni Kandang Ayam di Boyolali, Dievakuasi Petugas dengan Perut Membuncit
“Ternyata penggunaan stadion ini sangat tinggi, terutama saat musim liburan untuk laga-laga komunitas. Hal ini menyebabkan drainase tidak bekerja maksimal karena pori-pori tanah tertutup pemadatan. Solusinya, kita akan berlakukan pembatasan untuk fun match selama masa perawatan nanti,” tambah Respati.
Jadwal Sterilisasi dan Proyeksi Perbaikan
Rencana perbaikan ini diprediksi akan memakan waktu sekitar dua bulan agar rumput dan sistem drainase kembali ke performa puncaknya. Berikut adalah poin-poin utama dalam rencana pemeliharaan tersebut:
- Periode Penutupan: Direncanakan mulai bulan Juni hingga Agustus, memanfaatkan masa off-season kompetisi.
- Lingkup Kerja: Tidak hanya fokus pada rumput lapangan, tetapi juga mencakup renovasi ruang ganti pemain dan fasilitas pendukung lainnya.
- Target Utama: Mengembalikan standar stadion agar siap menggelar ajang internasional dan pertandingan besar tanpa terkendala cuaca.
Mengenai urusan anggaran, Pemkot Solo masih melakukan kajian mendalam. Meskipun perbaikan ini krusial, Respati memastikan bahwa skema pembiayaan akan dihitung secara matang agar tidak mengganggu stabilitas keuangan daerah, namun tetap mengedepankan kualitas hasil akhir.
Menelusuri Peta 6 Eks Karesidenan di Jawa Tengah: Pembagian Wilayah dan Sejarahnya
Kepala Bidang Olahraga Pendidikan dan Sarana Prasarana Dispora Kota Solo, M. Syamsu Rohman, menambahkan bahwa perbaikan kali ini sifatnya lebih ke arah titik-titik krusial yang mengalami kerusakan akibat pemakaian, bukan pembongkaran total secara menyeluruh seperti yang pernah dilakukan di Gelora Bung Karno. Prioritas utama tetap pada area resapan agar predikat Solo sebagai kota sport tourism tetap terjaga dan semakin prestisius di mata pecinta sepak bola nasional.