Semarak Merah Putih di Atas Roda: Bagaimana Komunitas TSB Rayakan Kemerdekaan RI ke-81 di CFD Rasuna Said

Akbar Silohon | WartaLog
23 Agu 2026, 11:19 WIB
Semarak Merah Putih di Atas Roda: Bagaimana Komunitas TSB Rayakan Kemerdekaan RI ke-81 di CFD Rasuna Said

WartaLog — Pagi yang cerah di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, tidak hanya dihiasi oleh sinar matahari yang hangat, tetapi juga oleh deru halus roda-roda yang meluncur dinamis di atas aspal. Di tengah keriuhan warga yang berolahraga pada momentum Car Free Day (CFD) di Jalan Rasuna Said, sebuah pemandangan kontras dan penuh semangat mencuri perhatian. Gelombang warna merah dan putih tampak mendominasi barisan para pesepatu roda yang tengah melakukan konvoi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Euforia hari kemerdekaan memang belum usai. Meski seremoni resmi telah lewat, semangat patriotisme tetap menyala kuat di kalangan masyarakat urban, salah satunya melalui aksi yang digalang oleh komunitas Teman Sharing Beroda (TSB). Pada Minggu pagi (23/8/2026), sekitar 80 orang anggota komunitas ini berkumpul dengan satu misi: merayakan kebebasan dengan cara yang paling mereka cintai, yakni meluncur bersama di atas roda.

Read Also

Skandal Lahan Waduk Jakarta Timur: Dari Harapan Pengendali Banjir Menjadi Petaka Gunungan Sampah

Skandal Lahan Waduk Jakarta Timur: Dari Harapan Pengendali Banjir Menjadi Petaka Gunungan Sampah

Simbolisme Merah Putih dalam Gerakan Gerak Roda

Pantauan langsung tim di lapangan menunjukkan betapa kreatifnya para peserta dalam mengekspresikan rasa cinta tanah air. Tidak sekadar meluncur, mereka menghiasi diri dengan berbagai atribut merah putih yang ikonik. Ada yang menempelkan stiker bendera di kedua pipi, ada yang membawa bendera kecil yang berkibar saat tertiup angin kecepatan, bahkan beberapa peserta tampak totalitas mengenakan pakaian adat yang dimodifikasi agar tetap nyaman saat digunakan berseluncur.

Aziz Saepul, sosok di balik berdirinya komunitas Teman Sharing Beroda (TSB), mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan mereka terhadap perjuangan para pahlawan. Menurutnya, kemerdekaan bukan hanya soal sejarah, tetapi juga tentang bagaimana generasi sekarang bisa mengisi ruang publik dengan kegiatan positif dan membangun semangat kebersamaan.

Read Also

Kontroversi Kursi Staf Ahli Pandeglang: Antara Status Tersangka, Kondisi Kesehatan, dan Teka-teki Kehadiran Ahmad Mursidi

Kontroversi Kursi Staf Ahli Pandeglang: Antara Status Tersangka, Kondisi Kesehatan, dan Teka-teki Kehadiran Ahmad Mursidi

“Hari ini kita mengadakan kegiatan CFD bersama teman-teman semuanya untuk memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Harapannya, dengan kita bangun pagi dan merayakan kemerdekaan lewat rolling (konvoi), semangat kemerdekaan itu tetap terjaga di dalam diri masing-masing individu,” ujar Aziz saat ditemui di sela-sela kegiatan konvoi di Jalan Rasuna Said.

Lebih dari Sekadar Hobi: Solidaritas Tanpa Batas

Bagi komunitas TSB, kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer ketangkasan. Ada nilai edukasi dan inklusivitas yang ingin mereka tonjolkan. Aziz menjelaskan bahwa seluruh peserta yang ikut serta hari ini memiliki antusiasme yang luar biasa. Mereka dipersatukan oleh kegemaran yang sama terhadap olahraga sepatu roda, sebuah hobi yang kini kembali populer di kalangan warga Jakarta sebagai alternatif olahraga kardio yang menyenangkan.

Read Also

Jejak Kemanusiaan di Pulau Untung Jawa: Cara Polres Kepulauan Seribu Memaknai Hari Bhayangkara ke-80

Jejak Kemanusiaan di Pulau Untung Jawa: Cara Polres Kepulauan Seribu Memaknai Hari Bhayangkara ke-80

“Kita semua di sini adalah pencinta sepatu roda. Teman-teman punya semangat yang sama untuk merayakan kemerdekaan dengan cara kami sendiri. Meluncur di jalanan Jakarta yang biasanya padat kendaraan, namun kini terbuka lebar untuk warga, memberikan sensasi kebebasan tersendiri yang sangat relevan dengan makna kemerdekaan,” tambah Aziz dengan penuh semangat.

Konvoi dimulai dari titik di depan kantor Kedutaan Besar Malaysia dan berakhir di depan gedung Merah Putih KPK. Sepanjang rute tersebut, barisan pesepatu roda ini menjadi objek visual yang menarik bagi warga lain yang sedang berjalan santai atau lari pagi. Tak jarang, warga berhenti sejenak untuk mengabadikan momen unik tersebut dengan ponsel mereka.

Mengapa Memilih Rasuna Said? Strategi Keamanan bagi Pemula

Salah satu poin menarik dari kegiatan ini adalah pemilihan lokasi di Jalan Rasuna Said, bukan di jantung utama CFD Jakarta seperti kawasan Sudirman-Thamrin. Aziz menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan teknis dan keamanan yang matang, terutama karena profil anggota komunitasnya yang beragam.

“Segmen dari Teman Sharing Beroda ini memang banyak menyasar teman-teman pemula yang baru belajar sepatu roda. Kami memilih Rasuna Said karena medannya cenderung datar dan lebih aman bagi mereka yang masih dalam tahap belajar keseimbangan,” jelasnya. Ia membandingkan dengan medan di kawasan Sudirman yang memiliki beberapa titik tanjakan dan turunan (incline/decline) yang cukup menantang bagi pemula.

Dalam dunia sepatu roda, menguasai medan yang menanjak atau menurun memerlukan teknik pengereman dan kontrol tubuh yang mumpuni. Bagi mereka yang baru mengenal olahraga ini, area yang rata seperti di Rasuna Said adalah tempat terbaik untuk membangun kepercayaan diri tanpa risiko kecelakaan yang tinggi. Keamanan peserta (safety) menjadi prioritas utama komunitas TSB dalam setiap kegiatan luar ruang.

Menjaga Eksistensi Olahraga Rekreasi di Ruang Publik

Kehadiran 80 orang anggota TSB dalam konvoi ini membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap olahraga rekreasi terus tumbuh. Jakarta, sebagai kota metropolitan, membutuhkan lebih banyak ruang terbuka hijau dan jalanan ramah pejalan kaki serta pesepeda/pesepatu roda untuk mendukung gaya hidup sehat. Kegiatan semacam ini juga menjadi ajang sosialisasi yang efektif, memecah sekat-sekat sosial melalui interaksi di jalanan.

Melalui aksi konvoi ini, TSB juga ingin menyampaikan pesan bahwa sepatu roda bukan sekadar mainan anak-anak, melainkan olahraga serius yang membutuhkan disiplin, keseimbangan, dan stamina. Dengan adanya bimbingan dari komunitas, para pemula tidak perlu merasa takut untuk mencoba. Semangat saling berbagi ilmu (sharing) inilah yang menjadi fondasi utama komunitas Teman Sharing Beroda.

Seiring dengan berakhirnya sesi CFD pukul 10.00 WIB, para anggota TSB mulai merapikan perlengkapan mereka. Wajah-wajah lelah namun puas terpancar jelas. Mereka tidak hanya berhasil menyelesaikan rute konvoi, tetapi juga berhasil memberikan warna tersendiri dalam perayaan HUT RI ke-81 di Jakarta. Bagi mereka, merdeka adalah saat bisa meluncur bebas tanpa hambatan, sembari membawa identitas bangsa di pundak dan roda mereka.

Ke depannya, Aziz berharap pemerintah daerah terus konsisten menyediakan fasilitas car free day yang tersebar di berbagai wilayah, agar semangat berolahraga dan berkumpul secara positif ini tidak hanya terpusat di satu titik, tetapi merata ke seluruh sudut Jakarta.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *