Mencekam! Pemulung di Tambun Temukan Granat Nanas Aktif Asal Inggris, Tim Jibom Polda Metro Jaya Turun Tangan

Akbar Silohon | WartaLog
18 Agu 2026, 01:17 WIB
Mencekam! Pemulung di Tambun Temukan Granat Nanas Aktif Asal Inggris, Tim Jibom Polda Metro Jaya Turun Tangan

WartaLog — Sebuah insiden yang menggetarkan warga terjadi di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, ketika seorang pencari barang bekas atau pemulung secara tidak sengaja menemukan sebuah benda yang ternyata adalah granat militer aktif. Temuan ini memicu respons cepat dari aparat kepolisian dan tim ahli penjinak bom untuk mencegah potensi bencana ledakan di tengah pemukiman padat penduduk.

Kejadian yang berlangsung pada Senin malam tersebut bermula saat seorang pemulung tengah menyisir tumpukan sampah dan barang sisa di wilayah Tambun Selatan. Alih-alih mendapatkan plastik atau logam biasa, tangannya justru menyentuh benda keras, berat, dan berbentuk lonjong yang tertutup lapisan karat tebal. Setelah menyadari bahwa benda tersebut menyerupai bahan peledak, saksi mata segera melaporkannya kepada warga sekitar yang kemudian meneruskan informasi ini ke Mapolsek Tambun Selatan.

Read Also

Skandal Kuota Haji Terungkap: Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Jalani Sidang Perdana di PN Jakarta Pusat

Skandal Kuota Haji Terungkap: Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Jalani Sidang Perdana di PN Jakarta Pusat

Kronologi Penemuan di Malam Hari

Kapolsek Tambun Selatan, Kompol Wuryanti, dalam keterangannya mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan darurat sesaat setelah benda tersebut ditemukan. Situasi di lokasi kejadian sempat memanas karena kekhawatiran warga akan potensi ledakan sewaktu-waktu. Polisi yang tiba di lokasi langsung mengambil langkah preventif dengan memasang garis polisi (police line) dan mensterilkan area dalam radius yang cukup luas.

“Informasi awal kami terima setelah seorang pemulung melihat benda mencurigakan yang terkubur di antara tumpukan barang. Warga yang sigap langsung melaporkannya ke pihak berwajib agar segera ditangani,” ujar Kompol Wuryanti saat memberikan keterangan resmi mengenai situasi di Kabupaten Bekasi tersebut.

Petugas kepolisian tidak mau mengambil risiko sekecil apa pun. Warga yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) diperintahkan untuk menjauh setidaknya sejauh 50 meter. Langkah ini dilakukan mengingat kondisi benda tersebut yang tampak sudah sangat tua namun belum bisa dipastikan status keaktifannya pada saat itu.

Read Also

Misi Diplomasi Budaya: PM Narendra Modi dan Presiden Prabowo Subianto Bersinergi Pulihkan Kejayaan Candi Prambanan

Misi Diplomasi Budaya: PM Narendra Modi dan Presiden Prabowo Subianto Bersinergi Pulihkan Kejayaan Candi Prambanan

Tim Jibom Polda Metro Jaya Lakukan Evakuasi

Mengingat benda yang ditemukan merupakan kategori bom militer, Polsek Tambun Selatan segera berkoordinasi dengan Satuan Brigade Mobil (Brimob). Tidak lama berselang, Tim Jibom (Penjinak Bom) dari Polda Metro Jaya tiba di lokasi dengan peralatan lengkap untuk melakukan prosedur evakuasi sesuai standar operasional yang berlaku.

Proses evakuasi berlangsung dengan sangat hati-hati. Tim Jibom menggunakan pakaian pelindung khusus dan alat deteksi untuk memastikan keamanan sebelum mengangkat granat tersebut. Setelah berhasil diamankan, benda berbahaya itu kemudian dibawa menuju Markas Gegana untuk menjalani proses pemusnahan atau disposal.

“Tim Jibom Polda Metro Jaya telah melakukan evakuasi terhadap benda tersebut. Langkah selanjutnya adalah membawa granat ini ke Markas Gegana guna dilakukan tindakan pemusnahan yang aman agar tidak membahayakan masyarakat luas,” tambah Wuryanti.

Read Also

Skandal Hanania Travel: Istri Sang Pemilik Resmi Jadi Tersangka, Kerugian Jamaah Tembus Rp 94 Miliar

Skandal Hanania Travel: Istri Sang Pemilik Resmi Jadi Tersangka, Kerugian Jamaah Tembus Rp 94 Miliar

Spesifikasi Granat: Diduga Buatan Inggris

Berdasarkan hasil analisis mendalam dan identifikasi yang dilakukan oleh para ahli penjinak bom, benda tersebut dipastikan sebagai granat aktif jenis tangan yang biasa digunakan dalam operasi militer. Fisik granat tersebut memiliki diameter sekitar 60 mm dengan panjang mencapai 100 mm dan berat total sekitar 410 gram.

Satu hal yang cukup mengejutkan adalah temuan bahwa granat ini diduga kuat merupakan produk militer buatan Inggris. Meskipun kondisinya sudah sangat berkarat dan tertutup tanah, seluruh komponen vitalnya seperti safety pin (pin pengaman) dan safety lever (tuas pengaman) masih menempel pada posisinya. Hal inilah yang membuat tingkat bahayanya sangat tinggi; meski tampak seperti barang antik yang sudah tua, mekanisme pemicunya masih bisa berfungsi kapan saja.

“Kondisinya memang sangat berkarat, diperkirakan ini adalah barang jadul atau peninggalan masa lalu. Namun, karena ini adalah barang militer dengan komponen yang masih lengkap, kami harus memperlakukannya sebagai ancaman aktif,” jelas Kompol Wuryanti menekankan bahaya dari bom militer tersebut.

Misteri Asal-Usul Granat di Tambun

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki bagaimana sebuah granat aktif buatan luar negeri bisa berada di area terbuka di Tambun Selatan. Kawasan Bekasi sendiri memang dikenal memiliki sejarah panjang perjuangan kemerdekaan, sehingga penemuan amunisi sisa perang bukanlah hal yang mustahil. Namun, tidak menutup kemungkinan juga benda tersebut berasal dari sumber lain yang belum teridentifikasi.

Penemuan ini menambah daftar panjang temuan benda-benda bersejarah sekaligus berbahaya di wilayah Jawa Barat. Polisi mengimbau agar masyarakat tidak mencoba-coba menyentuh, menggeser, apalagi membongkar benda apa pun yang memiliki kemiripan dengan bahan peledak atau amunisi militer.

Imbauan Keamanan bagi Masyarakat

Kejadian di Tambun Selatan ini menjadi pengingat penting bagi warga akan pentingnya kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Kompol Wuryanti menegaskan bahwa kerja sama antara masyarakat dan kepolisian adalah kunci utama dalam menjaga keamanan lingkungan dari ancaman benda berbahaya.

“Kami sangat mengapresiasi keberanian dan kecepatan laporan dari warga. Jika ada masyarakat lain yang menemukan benda mencurigakan yang serupa, mohon jangan mendekat. Segera hubungi call center 110 atau kantor polisi terdekat agar kami bisa segera menindaklanjutinya dengan prosedur yang aman,” pungkasnya.

Saat ini, situasi di lokasi penemuan telah kembali kondusif. Garis polisi telah dilepas, dan warga diizinkan kembali beraktivitas normal setelah Tim Jibom memastikan tidak ada sisa bahan peledak lain di sekitar area tersebut. Meskipun demikian, pihak berwajib tetap meminta warga untuk tetap lapor jika menemukan hal-hal janggal di masa mendatang.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai prosedur penanganan bahan peledak atau berita terkini seputar keamanan di wilayah Polda Metro Jaya, pastikan untuk terus mengikuti pembaruan informasi dari sumber-sumber tepercaya.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *