Tancap Gas! Baru Menjabat, Kapolres OKU Timur AKBP Lalu Hedwin Ringkus DPO Pembunuhan yang Buron 4 Tahun
WartaLog — Langkah awal kepemimpinan AKBP Lalu Hedwin Hanggara sebagai Kapolres OKU Timur langsung meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat. Tidak butuh waktu lama bagi perwira menengah ini untuk menunjukkan taringnya dalam memberantas kriminalitas di Sumatera Selatan. Sebuah kasus pembunuhan sadis yang terjadi hampir empat tahun silam, yang sempat menyisakan luka mendalam dan tanda tanya besar, akhirnya menemui titik terang setelah jajaran Satreskrim Polres OKU Timur berhasil meringkus buronan utamanya.
Pelarian panjang sang eksekutor yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) tersebut berakhir di tangan dingin tim Opsnal di bawah komando AKBP Lalu Hedwin. Penangkapan ini bukan sekadar keberhasilan teknis kepolisian, melainkan sebuah pesan kuat bahwa tidak ada tempat bersembunyi bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum OKU Timur.
Heboh Pemeriksaan Kartu Pokemon di Bandara Soetta: WartaLog Bedah Fakta di Balik Prosedur Bea Cukai
Langkah Nyata Sang Kapolres Baru
AKBP Lalu Hedwin Hanggara, yang baru saja memegang tongkat komando di Mapolres OKU Timur, menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap kasus-kasus tunggakan, terutama kasus pembunuhan sadis, menjadi prioritas utamanya. Ia menyadari bahwa keadilan bagi keluarga korban tidak boleh tertunda lebih lama lagi.
“Alhamdulillah, berkat kerja keras tanpa lelah dari seluruh jajaran Satreskrim, serta dukungan penuh berupa informasi dari masyarakat yang sangat berharga, pelarian buronan kasus pembunuhan tahun 2022 ini akhirnya berhasil kita hentikan,” ujar AKBP Lalu Hedwin dengan nada tegas saat memberikan keterangan kepada awak media pada Senin (17/8/2026).
Keberhasilan ini disambut positif oleh publik, mengingat tersangka telah lama menghirup udara bebas sementara keluarga korban terus menanti kepastian hukum. Langkah cepat ini menjadi bukti bahwa Polres OKU Timur di bawah kepemimpinan baru tetap berkomitmen penuh menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Bongkar Jaringan Liquid Maut: Polda Metro Jaya Sita 120 Cartridge Vape Berisi Etomidate di Jakarta Barat
Kronologi Penangkapan di Ogan Ilir
Tersangka yang berhasil diamankan adalah Khoirul Anam (49). Ia diringkus dalam sebuah operasi senyap yang dilakukan oleh Tim Opsnal SW Satreskrim Polres OKU Timur. Jejak pelarian Khoirul terendus petugas saat ia bersembunyi di sebuah pondokan terpencil yang terletak di Desa Talang Tengah Laut, Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penangkapan dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan mendalam selama beberapa pekan terakhir. Koordinasi lintas wilayah dan pemetaan terhadap pergerakan tersangka menjadi kunci suksesnya operasi ini. Saat disergap, tersangka dilaporkan tidak melakukan perlawanan berarti karena posisi pondokannya telah dikepung rapat oleh petugas.
Kasat Reskrim Polres OKU Timur, Iptu Rendi Ramadhona, bersama Kanit Pidum Ipda M Indra Fahrozi, menjelaskan bahwa perintah Kapolres sangat jelas: segera selesaikan kasus-kasus atensi. Tim kemudian bergerak cepat melakukan validasi informasi lapangan hingga titik koordinat persembunyian tersangka dipastikan akurat.
Pasca-Kebakaran Hebat Gedung Bapenda DKI: Pendinginan Masih Berlangsung, Investigasi Lantai 11 Dipertajam
Nostalgia Berdarah: Tragedi September 2022
Untuk memahami beratnya kasus ini, kita harus melihat kembali ke belakang. Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Kamis pagi, 8 September 2022, sekitar pukul 07.15 WIB. Lokasi kejadian berada di jalan umum Desa Kotanegara, Kecamatan Madang Suku II, OKU Timur. Sebuah kawasan yang biasanya tenang mendadak gempar oleh aksi kekerasan yang merenggut nyawa.
Korbannya adalah Jamaluddin (48), seorang warga Desa Kotanegara. Jamaluddin ditemukan tewas dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Ia mengalami luka sabetan benda tajam di bagian leher dan luka robek di kepala. Meski warga sempat berupaya menyelamatkan nyawanya dengan membawa korban ke Puskesmas Pandan Agung, namun takdir berkata lain. Luka yang terlalu parah membuat Jamaluddin menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan.
Sejak hari itu, Khoirul Anam menghilang bak ditelan bumi. Pihak kepolisian telah melakukan berbagai upaya pengejaran, namun tersangka dikenal licin dan pandai berpindah-pindah tempat untuk mengelabui petugas.
Pelarian Lintas Provinsi: Dari Pekanbaru Hingga Lampung
Selama hampir empat tahun menjadi buronan, Khoirul Anam menjalani hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Untuk menghindari endusan polisi, ia menerapkan taktik berpindah tempat antarprovinsi. Strategi pelariannya dimulai sesaat setelah kejadian pembunuhan tersebut.
- Pekanbaru (6 Bulan Pertama): Tersangka melarikan diri ke wilayah Riau dan menetap di Pekanbaru selama kurang lebih setengah tahun. Di sana, ia berusaha membaur dengan lingkungan baru untuk menghilangkan jejak.
- Provinsi Lampung (3 Tahun): Merasa posisinya di Pekanbaru mulai tidak aman, ia kemudian bergerak menuju Lampung. Di provinsi ini, Khoirul menghabiskan waktu paling lama, yakni sekitar tiga tahun, berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.
- Ogan Ilir (Destinasi Terakhir): Akhirnya, ia mencoba kembali ke Sumatera Selatan namun memilih wilayah yang dianggapnya jauh dari jangkauan polisi OKU Timur, yakni di Kabupaten Ogan Ilir. Namun, insting tajam tim Satreskrim Polres OKU Timur jauh lebih unggul.
Konsekuensi Hukum dan Keadilan Bagi Korban
Kini, pelarian panjang Khoirul Anam telah berakhir di sel tahanan Mapolres OKU Timur. Penyidik telah menyiapkan berkas perkara untuk melimpahkan kasus ini ke tahap penuntutan. Tersangka dijerat dengan pasal berlapis yang cukup berat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Berdasarkan keterangan kepolisian, tersangka akan dikenakan Pasal 458 dan/atau Pasal 466 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Penggunaan pasal-pasal dalam UU terbaru ini menunjukkan keseriusan kepolisian dalam menerapkan aturan hukum yang berlaku saat ini terhadap kasus pembunuhan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.
Pihak keluarga korban Jamaluddin menyatakan rasa syukur dan terima kasihnya kepada AKBP Lalu Hedwin Hanggara dan tim. Bagi mereka, penangkapan ini adalah jawaban atas doa-doa mereka selama empat tahun terakhir. Mereka berharap proses hukum berjalan transparan dan tersangka mendapatkan hukuman yang setimpal dengan kekejaman yang telah dilakukannya.
Harapan Baru Kamtibmas di OKU Timur
Aksi cepat yang ditunjukkan oleh AKBP Lalu Hedwin Hanggara ini diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan kinerja kepolisian di OKU Timur secara keseluruhan. Masyarakat kini menaruh harapan besar bahwa di bawah kepemimpinannya, wilayah OKU Timur akan menjadi daerah yang lebih aman dan bebas dari gangguan DPO kasus pembunuhan serta tindakan kriminal lainnya.
Kepolisian juga terus menghimbau kepada masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan atau keberadaan orang-orang yang masuk dalam daftar pencarian orang di wilayah mereka. Sinergi antara masyarakat dan Polri terbukti menjadi senjata paling ampuh dalam mengungkap kasus-kasus sulit yang selama ini terpendam.
Dengan berakhirnya kasus pelarian Khoirul Anam, Polres OKU Timur telah membuktikan bahwa meskipun waktu berlalu hingga bertahun-tahun, keadilan akan selalu menemukan jalannya. Penangkapan ini hanyalah awal dari serangkaian program pembersihan kriminalitas yang dicanangkan oleh Kapolres baru demi mewujudkan OKU Timur yang kondusif.