Harga Cabai Rawit Makin Pedas Nyaris Rp 60 Ribu, Cek Update Harga Pangan Hari Ini

Citra Lestari | WartaLog
09 Agu 2026, 19:18 WIB
Harga Cabai Rawit Makin Pedas Nyaris Rp 60 Ribu, Cek Update Harga Pangan Hari Ini

WartaLog — Dinamika harga pangan di pasar tradisional kembali menjadi sorotan tajam masyarakat di tengah pekan ini. Berdasarkan pantauan terbaru, mayoritas komoditas pangan pokok menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan, mulai dari beras, daging, hingga kelompok sayuran khususnya cabai. Kenaikan ini tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi daya beli masyarakat, terutama para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada stabilitas harga bahan baku.

Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa per Minggu (9/8/2026), lonjakan paling mencolok terjadi pada sektor hortikultura. Fenomena ini menciptakan riak kecil di pasar-pasar, di mana konsumen mulai membatasi pembelian dan pedagang harus memutar otak agar stok mereka tetap laku terjual tanpa merugi. Kenaikan harga yang terjadi tidak hanya pada satu jenis komoditas saja, melainkan merata ke berbagai sektor strategis lainnya.

Read Also

Transformasi Indonesia Paralympic Training Center: KemenPU Alihkan Fokus ke Gedung Edukasi dan Fasilitas Elite

Transformasi Indonesia Paralympic Training Center: KemenPU Alihkan Fokus ke Gedung Edukasi dan Fasilitas Elite

Dominasi Cabai Rawit yang Semakin Tak Terjangkau

Jika berbicara mengenai komoditas yang paling agresif mengalami kenaikan, maka harga cabai adalah jawaranya. Cabai rawit merah, yang seringkali menjadi primadona di dapur Indonesia, kini harganya kian “pedas” dan mencekik kantong. Komoditas ini mencatatkan kenaikan tertinggi dibandingkan jenis pangan lainnya, yakni melonjak sebesar 6,9% atau sekitar Rp 3.850 per kilogram (kg). Dengan kenaikan tersebut, harga rata-rata nasional kini bertengger di angka Rp 59.650 per kg, nyaris menyentuh plafon psikologis Rp 60.000 per kg.

Kenaikan ini disusul oleh cabai merah keriting yang juga tidak mau ketinggalan. Harganya naik sekitar 3,29% atau setara dengan kenaikan Rp 1.900 per kg, sehingga kini dijual di kisaran Rp 50.400 per kg. Tak berhenti di situ, cabai merah besar juga mengalami apresiasi harga sebesar 1,73% atau naik Rp 850 per kg menjadi Rp 49.900 per kg. Rentetan kenaikan harga cabai ini disinyalir dipengaruhi oleh faktor cuaca di daerah sentra produksi yang menghambat masa panen serta distribusi yang terkendala.

Read Also

Gaya Elegan Presiden Prabowo Jajal Nusantara Explorer: Menelusuri Kemewahan Kereta Wisata di Jalur Semarang-Batang

Gaya Elegan Presiden Prabowo Jajal Nusantara Explorer: Menelusuri Kemewahan Kereta Wisata di Jalur Semarang-Batang

Tren Kenaikan Harga Daging dan Protein Hewani

Beralih ke komoditas protein, sektor daging juga menunjukkan pergerakan ke atas. Meskipun kenaikannya tidak se-agresif cabai, namun dampaknya tetap terasa signifikan bagi konsumen skala besar. Daging sapi kualitas II kini dipatok dengan harga Rp 143.500 per kg setelah mengalami kenaikan sebesar 0,74% atau sekitar Rp 1.050. Sementara itu, daging sapi kualitas I yang memiliki tekstur lebih premium juga naik 0,5% ke level Rp 151.750 per kg.

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas daging ayam ras segar. Harga ayam potong ini merangkak naik Rp 150 per kg menjadi Rp 40.050 per kg. Meski terlihat kecil, bagi pengusaha warung makan, kenaikan ini jika dikalikan dengan volume pembelian harian akan menambah beban operasional yang cukup berat. Kenaikan harga protein hewani ini biasanya dipicu oleh kenaikan harga pakan ternak di tingkat global yang merembet ke pasar domestik.

Read Also

Indonesia Mandiri Pangan: 7 Komoditas Pokok Ini Resmi Berhenti Impor

Indonesia Mandiri Pangan: 7 Komoditas Pokok Ini Resmi Berhenti Impor

Stabilitas Beras Mulai Terusik

Sebagai makanan pokok utama masyarakat Indonesia, pergerakan harga beras selalu menjadi indikator krusial. Dalam laporan terbaru ini, harga beras terpantau menguat di hampir seluruh kategori kualitas. Beras kualitas medium I mengalami kenaikan 0,3% menjadi Rp 16.450 per kg. Begitu pula dengan beras kualitas medium II yang naik tipis ke angka Rp 16.250 per kg.

Untuk segmen premium, beras kualitas super I kini dibanderol Rp 17.750 per kg setelah mengalami kenaikan 0,28%. Sementara untuk beras kualitas super II, harganya terpantau stabil namun tetap tinggi di angka Rp 17.200 per kg. Kenaikan tipis namun konsisten pada komoditas beras ini mencerminkan adanya ketatnya pasokan di penggilingan yang mulai dirasakan oleh para pedagang besar maupun pengecer di pasar-pasar tradisional.

Bawang Merah dan Bawang Putih Menjadi Penyeimbang

Di tengah badai kenaikan harga, terdapat sedikit kabar baik dari sektor bumbu dapur lainnya. Komoditas bawang merah ukuran sedang justru menunjukkan tren penurunan yang cukup melegakan. Harganya terkoreksi turun sebesar 2,22% atau sekitar Rp 950 per kg, sehingga kini konsumen bisa mendapatkannya di harga Rp 39.550 per kg.

Setali tiga uang, bawang putih ukuran sedang juga mengalami penurunan harga sebesar 1,91% atau berkurang sekitar Rp 800 dari harga sebelumnya, menjadi Rp 41.050 per kg. Penurunan harga pada komoditas bawang-bawangan ini memberikan sedikit ruang napas bagi anggaran belanja rumah tangga, meskipun nilainya belum mampu menutup beban dari kenaikan harga cabai yang sangat signifikan.

Rincian Daftar Harga Pangan Nasional Terupdate

Untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif, berikut adalah daftar harga pangan berdasarkan pantauan PIHPS per Minggu (9/8/2026):

  • Beras Kualitas Bawah I: Rp 14.800 per kg (Tetap)
  • Beras Kualitas Bawah II: Rp 14.600 per kg (Tetap)
  • Beras Kualitas Medium I: Rp 16.450 per kg (Naik 0,3%)
  • Beras Kualitas Medium II: Rp 16.250 per kg (Naik 0,31%)
  • Beras Kualitas Super I: Rp 17.750 per kg (Naik 0,28%)
  • Beras Kualitas Super II: Rp 17.200 per kg (Naik 0,29%)
  • Gula Pasir Kualitas Premium: Rp 20.300 per kg (Tetap)
  • Gula Pasir Lokal: Rp 19.150 per kg (Naik 0,52%)
  • Bawang Merah Ukuran Sedang: Rp 39.550 per kg (Turun 2,22%)
  • Bawang Putih Ukuran Sedang: Rp 41.050 per kg (Turun 1,91%)
  • Cabai Merah Besar: Rp 49.900 per kg (Naik 1,73%)
  • Cabai Merah Keriting: Rp 50.400 per kg (Naik 3,92%)
  • Cabai Rawit Hijau: Rp 52.600 per kg (Naik 1,25%)
  • Cabai Rawit Merah: Rp 59.650 per kg (Naik 6,9%)
  • Daging Ayam Ras Segar: Rp 40.050 per kg (Naik 0,38%)
  • Daging Sapi Kualitas 1: Rp 151.750 per kg (Naik 0,5%)
  • Daging Sapi Kualitas 2: Rp 143.050 per kg (Naik 0,74%)
  • Minyak Goreng Curah: Rp 20.450 per kg (Turun 0,24%)
  • Minyak Goreng Kemasan Bermerek 1: Rp 24.450 per kg (Naik 0,62%)
  • Minyak Goreng Kemasan Bermerek 2: Rp 23.500 per kg (Naik 0,21%)
  • Telur Ayam Ras Segar: Rp 29.450 per kg (Turun 0,67%)

Analisis Dampak dan Harapan Masyarakat

Melihat tren pergerakan harga yang cenderung fluktuatif ini, masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret melalui operasi pasar atau intervensi distribusi. Harga pangan yang tinggi, jika tidak segera dikendalikan, dikhawatirkan akan memicu inflasi yang lebih luas dan menekan daya beli masyarakat menengah ke bawah secara berkelanjutan. Bagi pengusaha kuliner, lonjakan harga cabai rawit yang mencapai hampir Rp 60 ribu per kg adalah tantangan nyata yang memaksa mereka memilih antara menaikkan harga jual atau mengurangi porsi sambal yang disajikan.

Kenaikan harga pangan ini juga menjadi pengingat pentingnya diversifikasi sumber pangan dan penguatan ketahanan pangan lokal. Di beberapa daerah, inisiatif menanam cabai di pekarangan rumah kembali digalakkan untuk mengurangi ketergantungan pada pasar. Namun, untuk komoditas seperti beras dan daging, peran pemerintah melalui lembaga terkait sangat dinanti guna memastikan ketersediaan stok hingga akhir tahun tetap terjaga dengan harga yang lebih rasional bagi kantong rakyat.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *