Syahdu, 9.184 ASN Pekanbaru Gemakan Surah Al-Mulk Hingga Raih Rekor MURI Dunia

Akbar Silohon | WartaLog
05 Jul 2026, 11:17 WIB
Syahdu, 9.184 ASN Pekanbaru Gemakan Surah Al-Mulk Hingga Raih Rekor MURI Dunia

WartaLog — Langit di atas Masjid Agung An Nur Pekanbaru seolah menjadi saksi bisu sebuah peristiwa bersejarah yang menggetarkan jiwa. Ribuan aparatur sipil negara (ASN) berkumpul dalam satu barisan yang rapi, bukan untuk urusan birokrasi biasa, melainkan untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara serentak. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Pekanbaru ini berhasil mencatatkan tinta emas di tingkat nasional dengan memecahkan rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Sebanyak 9.184 ASN dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tumpah ruah di halaman masjid kebanggaan masyarakat Riau tersebut. Mereka dengan khusyuk membacakan Surah Al-Mulk, sebuah surah yang memiliki makna mendalam tentang kekuasaan Tuhan dan hakikat kehidupan. Kehadiran ribuan abdi negara ini melampaui ekspektasi awal panitia, menciptakan pemandangan spiritual yang jarang ditemui dalam perhelatan formal pemerintahan.

Read Also

Menanti Peristirahatan Terakhir Sang Rahbar: Rangkaian Pemakaman Ayatollah Khamenei dan Era Baru Mojtaba di Iran

Menanti Peristirahatan Terakhir Sang Rahbar: Rangkaian Pemakaman Ayatollah Khamenei dan Era Baru Mojtaba di Iran

Melampaui Ekspektasi: Dari Target 5.000 Menjadi 9.184 Peserta

Keberhasilan ini menjadi sebuah kejutan manis bagi panitia penyelenggara. Perwakilan MURI, Andre Purwandono, mengungkapkan kekagumannya saat menyerahkan piagam penghargaan. Menurutnya, angka yang tercapai jauh melampaui target minimal yang ditetapkan. Jika awalnya panitia hanya menargetkan kehadiran 5.000 peserta, kenyataan di lapangan menunjukkan antusiasme yang luar biasa dari para ASN.

“Malam ini kita tidak hanya menjadi saksi, tetapi juga pelaku sejarah dari sebuah kegiatan yang sangat mulia. Pembacaan Surah Al-Mulk oleh ASN Pekanbaru terbanyak di Indonesia ini adalah bukti nyata komitmen religiusitas yang kuat. Dari target 5.000, ternyata yang tercatat mencapai 9.184 orang,” ujar Andre dalam sambutannya pada Sabtu malam, 4 Juli 2026.

Read Also

Reformasi Etika Digital: Bekasi Larang ASN ‘Ngonten’ Pakai Seragam, Akankah Jadi Tren Nasional?

Reformasi Etika Digital: Bekasi Larang ASN ‘Ngonten’ Pakai Seragam, Akankah Jadi Tren Nasional?

Penghargaan ini tidak hanya sekadar angka di atas kertas. Bagi MURI, pencapaian ini mencerminkan koordinasi yang apik dan semangat kebersamaan yang tinggi di bawah kepemimpinan Wali Kota Pekanbaru. Penghargaan berupa medali dan piagam diserahkan langsung kepada Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menggerakkan prestasi nasional di bidang keagamaan.

Makna Mendalam di Balik Lantunan Surah Al-Mulk

Pemilihan Surah Al-Mulk bukanlah tanpa alasan yang kuat. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menjelaskan bahwa surah yang terdiri dari 30 ayat ini dipilih karena mengandung filosofi kepemimpinan dan kekuasaan yang hakiki. Surah Al-Mulk mengajarkan bahwa segala bentuk jabatan, harta, dan kekuasaan di dunia ini hanyalah titipan sementara dari Sang Pencipta.

Read Also

Tragedi Berdarah di Hebron: Investigasi Internal Militer Israel Atas Tewasnya Bayi Sam Fahd

Tragedi Berdarah di Hebron: Investigasi Internal Militer Israel Atas Tewasnya Bayi Sam Fahd

“Jabatan yang kami emban hari ini, mulai dari wali kota, wakil wali kota, hingga seluruh pejabat dan staf di lingkungan Pemko, adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Surah Al-Mulk mengingatkan kita semua untuk tetap rendah hati dan tidak sombong dengan fasilitas yang ada. Fokus utama kami tetaplah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutur Agung dengan nada penuh haru.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pegawai pemerintah tidak hanya cerdas secara intelektual dalam mengelola administrasi negara, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual yang mumpuni. Spiritualisme yang kuat diyakini mampu membentengi para abdi negara dari perilaku koruptif dan penyalahgunaan wewenang, sekaligus meningkatkan empati mereka dalam melayani kepentingan masyarakat.

Reorientasi Perayaan: Kurangi Seremonial, Perkuat Nilai Religius

Pencapaian rekor MURI ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru. Namun, ada yang berbeda dengan perayaan tahun ini. Pemerintah Kota Pekanbaru secara sadar memilih untuk mengubah arah perayaan dari yang bersifat hura-hura menjadi kegiatan yang lebih bermakna dan bernilai ibadah.

Agung Nugroho menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk melakukan efisiensi anggaran dengan memangkas kegiatan seremonial yang hanya menghabiskan dana tanpa memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sebagai gantinya, perhelatan tabligh akbar dan pembacaan Al-Qur’an massal menjadi pilihan utama untuk merayakan hari bersejarah kota berjuluk Kota Bertuah tersebut.

“Kami ingin mengubah paradigma. Tahun ini, kami tidak memperbanyak pesta pora. Kami memilih jalur religius yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Kegiatan seperti ini manfaatnya langsung dirasakan, menyejukkan hati, dan mendatangkan keberkahan bagi kota kita tercinta,” tambahnya di hadapan jamaah yang memadati Masjid An Nur.

Dukungan Keluarga dan Kehadiran Tokoh Agama

Menariknya, ide besar untuk memecahkan rekor pembacaan Surah Al-Mulk ini ternyata lahir dari diskusi hangat di meja makan keluarga. Agung mengungkapkan bahwa sang istri, Sulastri, adalah sosok di balik gagasan brilian tersebut. Keinginan untuk menyatukan ribuan pegawai dalam satu frekuensi spiritual menjadi landasan utama yang kemudian dieksekusi dengan matang oleh tim panitia.

Suasana malam itu semakin terasa istimewa dengan kehadiran penceramah kondang, Ustaz Das’ad Latif. Kehadiran sang ustaz yang dikenal dengan gaya penyampaiannya yang lugas dan penuh humor namun sarat makna, memberikan energi tambahan bagi para peserta. Dalam tausiahnya, Ustaz Das’ad menekankan pentingnya bagi seorang pemimpin dan pegawai pemerintah untuk selalu dekat dengan Al-Qur’an.

Menurut Ustaz Das’ad, apa yang dilakukan oleh Pemko Pekanbaru adalah sebuah teladan yang patut dicontoh oleh daerah lain di Indonesia. Mengumpulkan ribuan ASN untuk membaca Al-Qur’an adalah upaya konkret dalam membangun peradaban yang madani, di mana nilai agama menjadi fondasi dalam setiap pengambilan kebijakan publik.

Harapan untuk Masa Depan Kota Pekanbaru yang Madani

Penghargaan dari Rekor MURI ini diharapkan tidak hanya berhenti pada seremoni penyerahan piagam saja. Andre Purwandono dari MURI menyampaikan harapannya agar prestasi ini menjadi stimulus bagi Kota Pekanbaru untuk terus bertransformasi menjadi kota yang lebih maju, aman, dan sejahtera di bawah lindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Bagi masyarakat Pekanbaru, momen ini menjadi pengingat akan identitas kota yang religius. Gemuruh suara 9.184 ASN yang melantunkan ayat suci secara serempak di udara terbuka adalah simbol kekuatan kolektif. Kekuatan inilah yang diharapkan dapat terus terjaga untuk membangun Pekanbaru yang lebih baik di masa depan.

Seiring dengan berakhirnya acara, para ASN kembali ke rumah masing-masing dengan membawa semangat baru. Sebuah semangat untuk bekerja dengan hati, melayani dengan tulus, dan selalu mengingat bahwa setiap langkah yang diambil dalam birokrasi adalah bagian dari ibadah yang akan dicatat oleh-Nya. Pekanbaru kini tidak hanya dikenal sebagai pusat ekonomi di Sumatra, tetapi juga sebagai kota yang mampu menyatukan ribuan pegawainya dalam lantunan doa dan ayat suci.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *