Inovasi Camilan Gluten-Free Malika: Strategi Jitu Tembus Ritel Modern hingga Merambah Pasar Papua

Citra Lestari | WartaLog
27 Jun 2026, 23:19 WIB
Inovasi Camilan Gluten-Free Malika: Strategi Jitu Tembus Ritel Modern hingga Merambah Pasar Papua

WartaLog — Deru hujan yang mengguyur Jakarta siang itu tidak sedikit pun menyurutkan api semangat para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkumpul di Rumah BUMN BRI Jakarta. Di balik jendela yang berembun karena hawa dingin, suasana di dalam ruangan justru terasa hangat dan penuh energi. Puluhan wirausahawan tampak antusias menyerap ilmu, bermimpi membawa produk lokal mereka naik kelas ke level yang lebih tinggi.

Di antara kerumunan tersebut, sosok Tetti mencuri perhatian. Perempuan berusia 48 tahun ini adalah nakhoda di balik Malika, sebuah lini usaha kuliner yang memfokuskan diri pada camilan sehat premium seperti egg roll, kapit, dan cheese stick. Dengan senyum ramah, ia menata rapi produk-produk unggulannya di atas meja, seolah setiap kemasan tersebut menyimpan cerita tentang dedikasi dan kerja keras selama setahun terakhir.

Read Also

Strategi Manuver Korporasi: Telkom Siapkan Buyback Rp4 Triliun di Tengah Guncangan IHSG dan Dividen Fantastis PSAB

Strategi Manuver Korporasi: Telkom Siapkan Buyback Rp4 Triliun di Tengah Guncangan IHSG dan Dividen Fantastis PSAB

Berawal dari Obsesi Terhadap Camilan Berkualitas

Lahirnya Malika pada tahun 2023 bukan sebuah kebetulan. Tetti, yang memiliki latar belakang pengalaman panjang di industri ritel, mencoba membaca celah pasar melalui kacamata seorang konsumen sekaligus pelaku bisnis. Ketertarikannya pada camilan jenis egg roll yang banyak beredar di pasaran memicu rasa penasaran: mampukah ia menciptakan produk serupa namun dengan nilai tambah yang lebih sehat?

“Bisnis ini saya rintis mulai tahun 2023. Sebelumnya, modal saya adalah pengalaman kerja di bidang ritel. Saya pribadi memang sangat menggemari produk egg roll, namun saya ingin menciptakan sesuatu yang berbeda dan lebih bermakna bagi kesehatan konsumen,” tutur Tetti kepada tim WartaLog di sela-sela pelatihan strategi konten visual beberapa waktu lalu.

Read Also

Update Harga BBM Pertamina 1 Juni 2026: Pertamax Turbo Melambung, Harga Diesel Justru Terjun Bebas

Update Harga BBM Pertamina 1 Juni 2026: Pertamax Turbo Melambung, Harga Diesel Justru Terjun Bebas

Memanfaatkan momentum kampanye pemerintah mengenai diversifikasi pangan lokal, Tetti pun mulai bereksperimen. Ia tidak ingin terjebak pada penggunaan tepung terigu yang umum. Baginya, peluang bisnis yang sesungguhnya terletak pada inovasi bahan baku yang belum banyak dijamah oleh kompetitor besar.

Inovasi Pangan Lokal: Melawan Dominasi Gluten

Salah satu keunggulan utama Malika adalah komitmennya pada konsep gluten-free atau bebas gluten. Tetti memilih untuk mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia melalui penggunaan bahan baku seperti sorgum, pisang ambon, hingga ubi ungu. Langkah ini menjadikan produk Malika bukan sekadar camilan biasa, melainkan alternatif bagi mereka yang peduli pada gaya hidup sehat.

Egg roll kami menggunakan bahan-bahan natural. Tidak ada unsur terigu di dalamnya, sehingga aman diklaim sebagai produk bebas gluten. Varian pertamanya berbasis sorgum, kemudian kami kembangkan ke rasa pisang ambon, ubi ungu, hingga aroma kopi yang kuat,” jelas Tetti dengan nada bangga.

Read Also

Membangun Jembatan Masa Depan: Bagaimana Pemuda Pulau Obi Bertransformasi Menjadi Mekanik Handal

Membangun Jembatan Masa Depan: Bagaimana Pemuda Pulau Obi Bertransformasi Menjadi Mekanik Handal

Tak berhenti pada egg roll, Malika juga memperkenalkan ‘Kapit’ yang terbuat dari kelapa murni, memberikan sensasi gurih alami tanpa pemanis buatan yang berlebihan. Selain itu, ada pula cheese stick yang menggunakan keju edam premium. Menariknya, Tetti sengaja tidak menonjolkan label ‘Keju Edam’ secara mencolok pada kemasan depannya. Ia ingin konsumen merasakan sendiri kualitasnya dan terkejut dengan kelezatannya sejak gigitan pertama.

Strategi Penetrasi Pasar: Dari Apotek hingga Indonesia Timur

Keberhasilan sebuah usaha camilan tidak hanya ditentukan oleh rasa, tetapi juga kejelian dalam memilih kanal distribusi. Tetti melakukan langkah yang tergolong unik: ia memasukkan produknya ke jaringan apotek modern. Logikanya sederhana namun brilian; saat konsumen sedang menunggu antrean obat atau resep, mereka cenderung mencari sesuatu untuk dikonsumsi, dan camilan sehat adalah pilihan yang paling logis di lingkungan kesehatan.

“Kami mengawali distribusi dari toko buah di kawasan Cibubur. Dari sana, kami merambah ke Apotek Roxy dan Apotek Welling. Saat ini apotek sudah bertransformasi menjadi ritel yang lebih modern, di mana konsumen bisa berbelanja camilan sehat sembari menunggu obat racikan selesai,” ungkapnya.

Ekspansi Malika semakin tak terbendung saat produknya berhasil menembus jaringan ritel modern Gelael. Melalui pusat distribusi di Ciracas, camilan karya Tetti ini kini telah menjangkau meja makan masyarakat di Semarang, Lampung, hingga Makassar. Bahkan, Malika baru saja menerima pesanan untuk dikirimkan ke Gelael di Timika, Papua. Sebuah pencapaian luar biasa bagi usaha yang baru berumur satu tahun lebih.

Ketangguhan di Tengah Tantangan Ekonomi

Memasuki tahun 2026, kondisi ekonomi global dan domestik memberikan tantangan tersendiri bagi daya beli masyarakat. Tetti mengakui bahwa dinamika pasar saat ini menuntut kreativitas ekstra agar bisnis tetap bertahan. Namun, menyerah bukanlah pilihan. Alih-alih berdiam diri, ia justru memperluas jejaringnya dengan bergabung sebagai UMKM binaan Rumah BUMN BRI.

Di wadah ini, Tetti mendapatkan berbagai pelatihan, terutama yang berkaitan dengan digitalisasi UMKM. “Ini adalah kali kedua saya mengikuti pelatihan di sini. Semuanya sangat relevan dengan kebutuhan dunia usaha saat ini, terutama mengenai bagaimana mengelola ekosistem digital agar lebih profesional,” katanya.

Salah satu langkah konkret digitalisasi yang diadopsi Malika adalah penggunaan QRIS BRI. Teknologi pembayaran nontunai ini sangat membantu efisiensi operasional, terutama saat Malika berpartisipasi dalam berbagai ajang bazar. Konsumen hanya perlu memindai kode QR dari ponsel Tetti, dan transaksi pun selesai dalam hitungan detik. Kemudahan ini diakui Tetti sangat membantu dalam pencatatan keuangan yang lebih rapi dan transparan.

Membangun Brand Global dengan Nama ‘Malika’

Pemilihan nama sebuah merek sering kali menjadi penentu keberhasilan di pasar internasional. Tetti secara sadar memilih nama ‘Malika’ karena sifatnya yang universal. Nama ini terasa akrab di telinga masyarakat Indonesia, namun juga memiliki resonansi yang baik di wilayah India hingga Timur Tengah. Visi Tetti jelas: ia ingin produknya suatu saat nanti bisa menembus pasar ekspor.

“Malika itu nama yang general dan mudah diingat. Saya bermimpi, suatu saat nanti, orang-orang di luar negeri akan mengenal bahwa ini lho egg roll berkualitas dari Indonesia,” tuturnya penuh optimisme. Logo Malika yang menampilkan karakter anak kecil juga membawa pesan inklusivitas, bahwa produk ini aman dan cocok dikonsumsi oleh semua usia, dari anak-anak hingga lansia.

Kunci Visual di Era Media Sosial

Dalam pelatihan yang diikuti Tetti, Yoga C Harman, CRM Loyalty Partnership Lead Eraspace, memberikan wawasan krusial mengenai strategi pemasaran melalui konten visual. Menurut Yoga, di tengah banjir informasi digital, UMKM hanya memiliki waktu yang sangat singkat untuk menarik perhatian calon pembeli.

“Perhatian audiens harus direbut dalam tiga detik pertama. Jika visual produk tidak terang, jernih, atau tidak memiliki konsistensi warna yang kuat, audiens akan langsung beralih,” jelas Yoga. Ia menekankan bahwa kualitas visual bukan sekadar estetika, melainkan alat komunikasi psikologis yang menentukan apakah konsumen akan percaya pada kualitas produk tersebut atau tidak.

Dengan dukungan pendampingan dari Rumah BUMN BRI dan semangat inovasi yang tak pernah padam, Malika kini tengah bersiap untuk melompat lebih tinggi. Tetti telah membuktikan bahwa dengan bahan baku lokal yang tepat, strategi distribusi yang unik, dan adaptasi teknologi yang cepat, produk UMKM mampu bersaing di rak-rak ritel modern bersanding dengan merek-merek besar lainnya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *