Menembus Batas Waktu: Upaya Maraton Perbaikan Jalan Amblas di Lenteng Agung Demi Pulihkan Akses Ibu Kota

Akbar Silohon | WartaLog
01 Jun 2026, 07:18 WIB
Menembus Batas Waktu: Upaya Maraton Perbaikan Jalan Amblas di Lenteng Agung Demi Pulihkan Akses Ibu Kota

WartaLog — Hiruk-pikuk kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, belakangan ini tidak hanya diwarnai oleh deru mesin kendaraan yang melintas, tetapi juga oleh suara alat berat yang bekerja tanpa henti. Di tengah urgensi mobilitas warga, proyek perbaikan jalan amblas di jalur vital ini terus dikebut selama 24 jam penuh. Petugas di lapangan seolah berpacu dengan waktu, memastikan bahwa urat nadi transportasi yang menghubungkan Jakarta dan Depok ini dapat kembali berfungsi normal dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Komitmen Pemulihan Akses Utama di Jakarta Selatan

Kawasan Lenteng Agung merupakan salah satu titik paling sibuk di Jakarta Selatan. Ketika terjadi insiden jalan amblas, dampaknya terasa hingga ke pemukiman di sekitarnya. Berdasarkan pantauan langsung tim di lapangan pada Minggu, 31 Mei 2026, Dinas Sumber Daya Air (SDA) telah melakukan langkah-langkah strategis untuk menangani kerusakan tersebut. Salah satu fokus utama adalah pemasangan box culvert atau gorong-gorong beton pracetak di titik lokasi yang amblas.

Read Also

Membuka Pintu Istana: Gibran Rakabuming dan Filosofi ‘Catatan Kecil’ Saat Menampung Aspirasi Mahasiswa

Membuka Pintu Istana: Gibran Rakabuming dan Filosofi ‘Catatan Kecil’ Saat Menampung Aspirasi Mahasiswa

Pemasangan infrastruktur ini bukan tanpa alasan. Aliran air yang sebelumnya menjadi pemicu utama amblasnya badan jalan kini mulai terkendali. Dengan adanya box culvert, debit air yang mengalir dari arah Danau UI menuju Sungai Ciliwung dapat dialirkan secara lebih teratur, mengurangi risiko penggerusan tanah di bawah aspal. Di lokasi proyek, tumpukan tanah bekas penggalian masih terlihat di sisi kiri jalan, sementara sejumlah petugas berbaju oranye sibuk merapikan saluran air sebelum memasuki titik krusial.

Progres Pengerjaan Mencapai Angka Signifikan

Hingga akhir pekan ini, progres fisik infrastruktur kota di Lenteng Agung dilaporkan telah menyentuh angka 70 persen. Kabar ini membawa angin segar bagi para komuter yang setiap harinya harus bersabar menghadapi penyempitan lajur. Pihak otoritas menyatakan bahwa pemasangan gorong-gorong inti hampir rampung sepenuhnya.

Read Also

Strategi Bersih-Bersih Prabowo: Mengawal Transparansi Aliran Dana Negara Bersama PPATK di Hambalang

Strategi Bersih-Bersih Prabowo: Mengawal Transparansi Aliran Dana Negara Bersama PPATK di Hambalang

“Untuk pemasangan box culvert sendiri sebenarnya sudah mencapai 90 persen. Kami hanya menyisakan satu boks lagi untuk menyempurnakan strukturnya. Namun, secara keseluruhan proyek ini masih di angka 70 persen karena masih ada tahap krusial seperti pengecoran jalan dan pembersihan area,” ungkap Iwan K. Santoso, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan, saat memberikan keterangan di tengah debu proyek.

Meskipun pekerjaan masih berlangsung, manajemen lalu lintas dilakukan secara dinamis. Seluruh lajur arah Depok tetap dibuka untuk umum, walaupun terdapat pembatas di sisi kanan jalan. Pengendara diimbau untuk tetap waspada dan melambatkan laju kendaraan saat melintasi pelat besi sementara yang menutupi area yang belum dicor sempurna.

Read Also

Mencekam, Banjir Bandang Terjang Aceh Tenggara: 26 Rumah Rusak dan Jalur Kutacane-Medan Sempat Lumpuh Total

Mencekam, Banjir Bandang Terjang Aceh Tenggara: 26 Rumah Rusak dan Jalur Kutacane-Medan Sempat Lumpuh Total

Tantangan Utilitas: Benang Kusut di Bawah Tanah

Sama seperti proyek pembangunan di kota besar lainnya, kendala utama seringkali tidak terlihat di permukaan. Di Lenteng Agung, para petugas harus berhadapan dengan jaringan kabel PLN yang cukup kompleks. Ada empat kabel berukuran besar dan satu kabel kecil yang melintang tepat di jalur penggalian box culvert kesepuluh.

“Kami menemukan kendala pada kabel PLN yang posisinya menghalangi pemasangan boks terakhir. Solusinya, kami melakukan penggalian manual dengan sangat hati-hati agar kabel-kabel tersebut bisa diposisikan di atas struktur beton yang baru. Koordinasi dengan pihak PLN terus kami lakukan agar proses penyambungan kembali tidak memakan waktu lama,” tambah Iwan. Proses ini diperkirakan membutuhkan waktu pemadaman listrik sementara di sekitar wilayah Lenteng Agung hingga perbatasan Depok, namun diupayakan tidak lebih dari dua jam.

Investasi Keamanan Infrastruktur Senilai Rp 380 Juta

Menangani kerusakan jalan di area dengan beban kendaraan berat membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, mengungkapkan bahwa total anggaran yang dialokasikan untuk memulihkan kondisi jalan ini mencapai Rp 380 juta. Anggaran tersebut mencakup pengadaan material, penyewaan alat berat, hingga upah pekerja yang bersiaga siang dan malam.

Pengerjaan ini dibagi menjadi dua fase strategis:

  • Tahap Pertama: Fokus pada perbaikan jalur inti atau badan jalan. Targetnya adalah fungsionalitas penuh agar kendaraan dapat melintas secara normal tanpa hambatan pelat besi.
  • Tahap Kedua: Meliputi proses finishing di area pinggir jalan, termasuk pemasangan turap batu kali secara manual untuk memperkuat dinding saluran air.

Penggunaan beton rigid menjadi pilihan utama dalam proyek ini. Jenis beton ini dipilih karena memiliki durabilitas tinggi dan waktu pengerasan yang relatif cepat. “Hanya butuh waktu sekitar delapan jam setelah pengecoran, jalan sudah bisa dilewati oleh kendaraan. Ini krusial untuk meminimalisir kemacetan Jakarta yang sudah sangat padat di titik ini,” jelas Santo.

Faktor Cuaca dan Harapan di Hari Kerja

Selain kendala teknis utilitas, alam juga memberikan tantangan tersendiri. Hujan deras yang mengguyur Jakarta pada malam sebelumnya sempat meningkatkan volume air dari Danau UI. Hal ini sempat menghambat proses perapian sisa-sisa material di dasar galian. Namun, semangat tim di lapangan tidak surut, mereka tetap bekerja di bawah guyuran hujan demi mengejar target operasional pada hari Selasa.

Pihak pemerintah kota meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Ruang gerak alat berat yang terbatas akibat volume kendaraan yang tinggi memang membuat durasi pengerjaan sedikit lebih panjang daripada jika jalan ditutup total. Namun, kebijakan untuk tetap membuka jalur diambil demi menjaga agar denyut ekonomi warga tidak terhenti sepenuhnya.

Menuju Normalisasi Total

Target besar yang dicanangkan adalah pada hari Selasa mendatang, seluruh area sudah bersih dari material sisa proyek dan jalanan telah mulus kembali. Perbaikan crossing jalan ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mampu bertahan dalam jangka panjang menghadapi cuaca ekstrem di masa mendatang. Bagi Anda yang sering melintasi kawasan ini, disarankan untuk tetap memantau informasi terkini dan bersabar sejenak saat proses pengecoran akhir dilakukan malam ini.

Upaya masif dari Dinas SDA dan jajaran terkait di Jakarta Selatan ini menjadi bukti bahwa sinkhole atau jalan amblas di tengah kota merupakan prioritas yang harus ditangani dengan respons cepat dan presisi teknis yang tinggi.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *