Kisah Inspiratif Sri Haryadi: Membangun Kooe.id dari Iseng WFH Hingga Jadi UMKM Unggulan Binaan BRI

Citra Lestari | WartaLog
25 Mei 2026, 01:18 WIB
Kisah Inspiratif Sri Haryadi: Membangun Kooe.id dari Iseng WFH Hingga Jadi UMKM Unggulan Binaan BRI

WartaLog — Pandemi COVID-19 yang melanda dunia pada awal tahun 2020 silam memang menyisakan banyak cerita kelam, namun bagi sebagian orang, momen tersebut justru menjadi titik balik krusial yang melahirkan peluang emas. Salah satu cerita sukses itu datang dari Sri Haryadi, seorang pria yang berhasil menyulap kebosanan di masa work from home (WFH) menjadi sebuah imperium bisnis kuliner yang kini dikenal dengan jenama Kooe.id.

Siang itu, di bawah terik matahari Jakarta Timur, Sri tampak sibuk di kiosnya yang terletak strategis di Jalan Utan Kayu Raya, Matraman. Letaknya yang berada persis di belakang SPBU COCO Pramuka membuat kios ini mudah ditemukan. Di dalam lemari pendingin, berderet rapi aneka hidangan penutup yang menggugah selera, seolah memanggil setiap pelanggan yang melintas untuk mencicipi kesegarannya. Kepada tim kami, Sri menceritakan bagaimana semua ini bermula dari sebuah ketidaksengajaan yang dipicu oleh kebijakan kantornya.

Read Also

Strategi Belanja Cerdas: Borong Mesin Cuci Sharp Hemat 2 Juta di Transmart Full Day Sale

Strategi Belanja Cerdas: Borong Mesin Cuci Sharp Hemat 2 Juta di Transmart Full Day Sale

Berawal dari Dapur Rumah di Masa Pandemi

“Waktu pandemi itu saya masih berstatus sebagai karyawan. Kantor menerapkan kebijakan WFH selama tiga bulan penuh bagi saya,” kenang Sri. Di tengah rutinitas pekerjaan kantor yang diselesaikan dari rumah, ia memiliki banyak waktu luang. Untuk mengusir rasa jenuh, Sri mulai mengeksplorasi YouTube, mencari hobi baru yang bisa ditekuni. Awalnya, ia mencoba peruntungan di dunia tanaman hias yang saat itu tengah naik daun, namun nampaknya tangan dinginnya lebih berjodoh dengan dunia kuliner.

Sebagai seseorang yang memiliki kegemaran makan, Sri memutuskan untuk mencoba membuat puding regal. Tanpa disangka, eksperimen pertamanya itu mendapat apresiasi luar biasa dari orang-orang terdekat. “Komentarnya seragam: enak! Akhirnya saat jadwal masuk kantor tiba, saya coba bawa puding itu untuk dibagikan ke teman-teman sejawat. Ternyata mereka justru menyarankan saya untuk mulai serius berjualan,” tambahnya dengan mata berbinar.

Read Also

Strategi Makan Bergizi Gratis: Presiden Prabowo Tegaskan Tidak Ada Paksaan Bagi Kelompok Mampu

Strategi Makan Bergizi Gratis: Presiden Prabowo Tegaskan Tidak Ada Paksaan Bagi Kelompok Mampu

Memasuki tahun 2022, seiring dengan masa pensiunnya, Sri memutuskan untuk menumpahkan seluruh energinya pada bisnis ini. Ia mulai membangun sistem pre-order dan menjual puding dalam ukuran loyang besar sebelum akhirnya beralih ke kemasan personal yang lebih praktis untuk sekali makan. Langkah berani ini menjadi fondasi awal lahirnya Kooe.id sebagai unit UMKM yang menjanjikan.

Filosofi Kooe.id: Sebuah Persembahan Personal

Nama adalah doa, dan bagi Sri, pemilihan nama Kooe.id bukan tanpa alasan. Kata tersebut diambil dari bahasa Jawa “Kowe” yang berarti “Kamu”. Dengan penulisan yang unik, ia ingin menyampaikan pesan bahwa produknya adalah “kue untuk kamu”—sebuah persembahan manis yang personal bagi setiap pelanggan. Dukungan dari lingkaran pertemanannya sangat kuat, mulai dari penentuan logo hingga strategi pemasaran awal.

Read Also

Ekspansi Masif Electrum: Menelisik Keberhasilan TBS Energi Menguasai Jalanan dengan 9.000 Motor Listrik

Ekspansi Masif Electrum: Menelisik Keberhasilan TBS Energi Menguasai Jalanan dengan 9.000 Motor Listrik

Saat ini, Sri memanfaatkan kekuatan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Berkat kualitas rasa yang konsisten, pelanggan tetapnya pun kian bertambah, bahkan banyak dari mereka yang secara sukarela mempromosikan produknya melalui testimoni mulut ke mulut. Kini, daftar produknya kian beragam. Tak hanya puding regal, Kooe.id juga menawarkan mango sago yang menjadi primadona, air kelapa murni dalam botol, es teler, hingga inovasi terbaru berupa sambal botolan untuk pendamping lauk.

Menembus Pasar yang Lebih Luas Melalui Rumah BUMN Jakarta

Titik balik kedua bagi bisnis Sri terjadi pada tahun 2025 ketika ia memutuskan untuk bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta yang dikelola oleh Bank BRI. Ketertarikannya bermula saat melihat status WhatsApp seorang teman yang sedang mengikuti bazar undangan BRI. Tanpa membuang waktu, Sri langsung mendatangi lokasi Rumah BUMN di Jalan Letjen S. Parman, Jakarta Barat, untuk mendaftarkan usahanya.

“Saya datang dengan membawa produk langsung sebagai inisiatif untuk meyakinkan mereka. Alhamdulillah, kedatangan saya disambut sangat baik dan proses pendaftarannya pun dibantu sepenuhnya,” jelas Sri. Keputusannya bergabung dengan ekosistem binaan BRI ini ternyata membuka pintu-pintu kesempatan yang sebelumnya tak pernah ia bayangkan.

Salah satu manfaat terbesar yang dirasakannya adalah terbangunnya jejaring antar pelaku bisnis makanan lainnya. Sri menceritakan pengalamannya saat mendapatkan pesanan besar sebanyak 400 porsi menu pencuci mulut dan 200 porsi bubur sumsum serta buko pandan. Karena keterbatasan sumber daya, ia tidak menggarapnya sendirian, melainkan berkolaborasi dengan sesama anggota UMKM di Rumah BUMN yang ia kenal kualitas produknya.

Pendidikan dan Pendampingan: Kunci UMKM Naik Kelas

Rumah BUMN Jakarta bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan kawah candradimuka bagi para pengusaha kecil untuk meningkatkan kapabilitas mereka. Sri secara rutin mengikuti berbagai kelas pelatihan dan kurikulum yang disediakan secara gratis oleh BRI. Mulai dari manajemen keuangan hingga strategi pemasaran digital, semua ia serap demi kemajuan Kooe.id.

“Ilmunya sangat banyak dan kurikulumnya terstruktur. Kadang dalam seminggu saya bisa ikut pelatihan sampai dua kali jika materinya memang sesuai dengan kebutuhan pengembangan usaha saya saat itu,” ungkapnya. Baginya, pendampingan dari Rumah BUMN telah berhasil memperluas cakrawala berpikirnya dalam mengelola bisnis secara profesional.

Koordinator Rumah BUMN Jakarta, Jajang Rohmana, menegaskan bahwa komitmen BRI dalam mengelola 54 Rumah BUMN di seluruh Indonesia adalah untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital yang mandiri. “Kami ingin UMKM tidak hanya sekadar tumbuh secara kuantitas, tapi juga bertransformasi secara kualitas menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Jajang.

Masa Depan Cerah bagi Pengusaha Lokal

Melalui pendampingan yang intensif, akses pendanaan yang lebih mudah, serta pembukaan akses pasar lewat berbagai bazar dan pameran, BRI berupaya keras memastikan UMKM binaannya mampu bersaing di level yang lebih tinggi. Jajang menambahkan bahwa setiap keberhasilan UMKM untuk “naik kelas” merupakan pencapaian tersendiri bagi pihaknya.

Kisah Sri Haryadi dan Kooe.id adalah bukti nyata bahwa keterbatasan di masa sulit bukanlah penghalang untuk berkarya. Dengan ketekunan, sedikit kreativitas, dan dukungan yang tepat dari institusi perbankan seperti BRI, bisnis rumahan pun bisa bertransformasi menjadi usaha yang mapan dan memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitarnya. Kini, Sri tidak hanya menjual makanan manis, ia sedang membangun mimpi yang lebih besar di bawah payung pembinaan Rumah BUMN Jakarta.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *