Solusi Macet Bali: Proyek Taksi Air Bandara-Canggu Bakal Pangkas Waktu Tempuh Jadi 30 Menit

Citra Lestari | WartaLog
19 Apr 2026, 23:19 WIB
Solusi Macet Bali: Proyek Taksi Air Bandara-Canggu Bakal Pangkas Waktu Tempuh Jadi 30 Menit

WartaLog — Kemacetan yang kerap mengepung jalur darat menuju kawasan Canggu, Bali, tampaknya segera menemukan solusi revolusioner. Pemerintah Indonesia tengah mematangkan rencana besar pembangunan proyek transportasi laut berupa taksi air (water taxi). Kehadiran moda transportasi ini diproyeksikan menjadi alternatif utama yang tidak hanya lebih cepat, tetapi juga menawarkan kenyamanan dan keamanan bagi para pelancong maupun masyarakat lokal yang berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Riset Kelayakan dan Rute Prioritas

Langkah serius ini ditandai dengan rampungnya studi kelayakan (feasibility study) yang dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berkolaborasi dengan PT Angkasa Pura Indonesia. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengungkapkan bahwa kajian mendalam tersebut telah membedah berbagai aspek vital, mulai dari potensi pasar, teknis operasional, hingga dampak sosial dan lingkungan.

Read Also

Badai Delisting Menghantam: 18 Emiten Termasuk Sritex Bakal Ditendang dari Bursa Efek Indonesia

Badai Delisting Menghantam: 18 Emiten Termasuk Sritex Bakal Ditendang dari Bursa Efek Indonesia

Hasilnya cukup menggembirakan bagi masa depan pariwisata Bali. Proyek ini dinyatakan sangat layak untuk dilanjutkan ke tahap implementasi. Sebagai langkah awal, pemerintah menetapkan lintasan dari Pantai Sekeh menuju kawasan Berawa, Canggu, sebagai rute prioritas yang akan dikembangkan terlebih dahulu.

Memangkas Waktu Secara Signifikan

Bukan rahasia lagi jika perjalanan darat dari Bandara Ngurah Rai menuju Canggu seringkali menjadi ujian kesabaran bagi wisatawan. Berdasarkan observasi lapangan, durasi perjalanan saat ini berkisar antara satu hingga dua jam, tergantung pada tingkat kepadatan lalu lintas darat yang kian hari kian mengkhawatirkan.

“Melalui pengoperasian water taxi ini, durasi perjalanan tersebut diproyeksikan dapat dipangkas secara drastis menjadi maksimal hanya 30 menit. Ini adalah nilai tambah yang signifikan untuk meningkatkan daya saing Bali sebagai destinasi kelas dunia,” jelas Heru Widodo dalam pernyataan resminya.

Read Also

Menanti Gebrakan Aturan DHE SDA: Strategi Pemerintah Amankan Devisa dan Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional

Menanti Gebrakan Aturan DHE SDA: Strategi Pemerintah Amankan Devisa dan Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional

Investasi Jumbo dan Keamanan Pelayaran

Ambisi besar ini tentu membutuhkan dukungan finansial yang tidak sedikit. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, membeberkan bahwa estimasi anggaran awal yang diperlukan untuk mewujudkan ekosistem taksi air ini mencapai Rp 1,21 triliun. Angka ini dinilai sebanding dengan urgensi penanganan kemacetan di kawasan Canggu yang kini masuk dalam tiga besar destinasi dengan minat tertinggi bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.

Selain aspek kecepatan, faktor keselamatan menjadi prioritas utama dalam desain proyek ini. Mengingat karakter perairan di beberapa titik seperti Pantai Sekeh dan Pantai Berawa tergolong ekstrem, pemerintah akan membangun infrastruktur penahan gelombang atau breakwater. Langkah ini diambil untuk memastikan operasional taksi air tetap stabil dan aman bagi seluruh penumpang dalam segala kondisi cuaca.

Read Also

Transmart Full Day Sale 26 April 2026: Strategi Belanja Cerdas dengan Diskon Melimpah hingga 70%

Transmart Full Day Sale 26 April 2026: Strategi Belanja Cerdas dengan Diskon Melimpah hingga 70%

Target Operasional Tahun 2026

Saat ini, proyek prestisius tersebut sedang memasuki tahap penyusunan Detailed Engineering Design (DED) serta pemenuhan berbagai aspek perizinan. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menegaskan bahwa seluruh tahapan administratif dan desain teknis ini ditargetkan rampung pada tahun 2026 mendatang.

“ASDP berkomitmen penuh mendukung kebijakan pemerintah dalam membangun konektivitas transportasi yang terintegrasi. Fokus kami adalah menghadirkan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan tanpa mengabaikan standar keselamatan internasional,” pungkas Windy.

Dengan hadirnya taksi air ini, wajah transportasi di Pulau Dewata diharapkan akan berubah menjadi lebih efisien dan modern, sekaligus mengurangi beban berat jalur darat yang selama ini menjadi kendala utama dalam mobilitas wisatawan.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *