KNKT Targetkan Laporan Awal Kecelakaan Helikopter PK-CFX Sekadau Rampung dalam 30 Hari
WartaLog — Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bergerak cepat untuk mengungkap tabir di balik tragedi jatuhnya helikopter PK-CFX di kawasan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Lembaga otoritas keselamatan ini menargetkan laporan awal atau preliminary report terkait insiden tersebut akan dirilis secara resmi dalam waktu 30 hari sejak peristiwa terjadi.
Laporan awal ini nantinya akan merangkum berbagai temuan faktual yang berhasil dihimpun oleh tim investigasi di lokasi kejadian. Investigator KNKT, Dian Saputra, menjelaskan bahwa fokus utama dalam satu bulan pertama ini adalah menyusun rangkaian data mentah sebelum berlanjut ke tahap analisis yang lebih kompleks.
“Dalam kurun waktu 30 hari, kami akan mengeluarkan laporan awal yang berisi data faktual di lapangan,” ungkap Dian Saputra saat memberikan keterangan di Pontianak sebagaimana dikutip dari Antara.
Aksi Dramatis Sopir Taksi Green SM Lolos dari Maut di Bekasi: Lompat Lewat Jendela Sebelum Dentuman Keras KRL
Tantangan Teknis Tanpa Kotak Hitam
Salah satu poin krusial dalam investigasi kecelakaan ini adalah fakta bahwa helikopter PK-CFX tidak dilengkapi dengan perangkat perekam data penerbangan konvensional, seperti Flight Data Recorder (FDR) maupun Cockpit Voice Recorder (CVR). Namun, KNKT tetap memiliki instrumen lain untuk membedah kondisi teknis helikopter tersebut.
Sebagai pengganti, tim mengandalkan engine data recorder guna memantau performa mesin sesaat sebelum kejadian. Alat ini mampu memberikan informasi penting terkait kondisi pelumasan (oli) serta putaran mesin yang menjadi indikator vital dalam keselamatan udara. Selain data mesin, tim juga mengumpulkan rekaman kamera di sekitar lokasi dan bukti visual lainnya untuk memperkuat rekonstruksi peristiwa.
Insiden Mobil Xpander Terbakar di Bojongsari Depok: Kronologi, Penanganan, dan Edukasi Keamanan Berkendara
Dian menegaskan bahwa hingga saat ini pihak KNKT belum bisa menyimpulkan penyebab pasti jatuhnya helikopter tersebut. “Untuk penyebabnya saat ini belum bisa kita pastikan karena proses analisis masih terus berjalan,” tambahnya.
Kolaborasi Internasional dan Target Laporan Akhir
Guna memastikan akurasi hasil temuan, KNKT tidak bekerja sendirian. Seluruh data teknis yang dikumpulkan akan dianalisis secara komprehensif, termasuk dengan melibatkan pihak manufaktur helikopter yang berbasis di Prancis. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap aspek teknis, mulai dari cuaca hingga performa mesin, dibedah secara profesional.
Meskipun laporan awal ditargetkan selesai dalam sebulan, keselamatan penerbangan memerlukan ketelitian tingkat tinggi. Oleh karena itu, laporan akhir (final report) yang berisi penyebab pasti serta rekomendasi keselamatan diperkirakan baru akan rampung dalam waktu maksimal 12 bulan.
Antara Hidup dan Mati: Kisah Heroik Kapten Ashari Samadikun Menghadapi Bajak Laut Somalia
Sebagai pengingat, helikopter PK-CFX sebelumnya dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan dari Sintang menuju Kubu Raya pada Kamis, 16 April 2026. Helikopter malang tersebut mengangkut delapan orang, yang terdiri dari pilot Capt Marindra W, co-pilot Harun Arasyd, serta enam orang penumpang lainnya. Insiden ini juga tercatat merenggut nyawa satu warga negara asing asal Malaysia yang menjadi salah satu penumpang dalam penerbangan tersebut.
KNKT berharap hasil investigasi ini nantinya dapat menjadi pelajaran berharga dalam industri transportasi udara guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.