Wamendagri Ribka Haluk: Sinkronisasi Perencanaan Kunci Jawa Timur Jadi Motor Ekonomi Nasional
WartaLog — Langkah strategis untuk menjaga momentum kemajuan di Jawa Timur kini menjadi sorotan utama pemerintah pusat. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mempererat jalinan sinkronisasi dalam setiap perencanaan pembangunan, mulai dari level provinsi hingga ke tingkat kabupaten dan kota.
Ribka memberikan peringatan tegas agar pertumbuhan ekonomi yang masif di Jawa Timur tidak menciptakan jurang ketimpangan antara wilayah pusat provinsi dengan daerah-daerah administratif di bawahnya. Menurutnya, kemajuan yang hanya terpusat pada satu titik tanpa pemerataan akan menjadi risiko besar bagi stabilitas wilayah.
Pentingnya Harmonisasi Pembangunan Daerah
“Jika di tingkat provinsi terjadi lonjakan pertumbuhan dan kemajuan yang sangat pesat, namun tidak diimbangi dengan pergerakan serupa di kabupaten atau kota, ini adalah kondisi yang patut kita waspadai,” tegas Ribka dalam keterangannya saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Jawa Timur 2027 di Hotel Shangri-La, Surabaya.
Aksi Dramatis Sopir Taksi Green SM Lolos dari Maut di Bekasi: Lompat Lewat Jendela Sebelum Dentuman Keras KRL
Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan kembali peran krusial Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014. Peran koordinasi ini sangat vital untuk memastikan bahwa roda pertumbuhan ekonomi dapat berputar secara merata di seluruh penjuru wilayah Jawa Timur, bukan hanya di pusat-pusat kota besar.
Apresiasi Capaian IPM dan Visi Indonesia Emas 2045
Meski memberikan catatan serius terkait sinkronisasi, Ribka tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap kekompakan jajaran birokrasi di Jawa Timur. Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang terus menunjukkan tren positif menjadi bukti nyata dari kerja keras kolektif tersebut. Namun, ia berpesan agar peningkatan kualitas hidup ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat di tingkat akar rumput demi mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.
Diplomasi Strategis di Kremlin: Prabowo dan Putin Perkuat Sinergi Energi Hingga Antariksa
“Berbicara mengenai Indonesia Emas, salah satu kuncinya adalah pemanfaatan bonus demografi. Saya melihat Jawa Timur sudah berada di jalur yang benar dalam hal ini. Kini, kita tinggal menyempurnakan langkah agar provinsi-provinsi lainnya dapat terinspirasi dari pola pembangunan di sini,” tambahnya dengan nada optimis.
Tantangan Pengangguran di Tengah Slogan ‘Gerbang Baru Nusantara’
Sejalan dengan semangat baru melalui slogan ‘Jatim Gerbang Baru Nusantara’, provinsi ini diharapkan mampu menjelma menjadi lokomotif ekonomi baru, khususnya sebagai jembatan bagi wilayah Indonesia bagian timur. Oleh karena itu, kematangan perencanaan pembangunan daerah menjadi syarat mutlak agar misi besar tersebut dapat terlaksana dengan mulus.
Namun, di balik berbagai rapor hijau pembangunan, Ribka menyoroti satu tantangan mendasar yang masih membayangi. Persoalan angka pengangguran menjadi aspek yang memerlukan perhatian ekstra dan intervensi kebijakan yang lebih tajam dari pemerintah setempat.
Amukan Si Jago Merah di Kranji Bekasi: Tiga Unit Damkar Berjibaku Padamkan Api di Kawasan Jalan Banteng
“Untuk Jawa Timur, fokus atensi kita saat ini harus diarahkan pada penanganan angka pengangguran. Sementara untuk aspek lainnya, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga implementasi program nasional, semuanya sudah berjalan dengan sangat baik dan patut dipertahankan,” pungkas Ribka menutup arahannya.