Menyingkap Pesona Patakbanteng: Strategi Bakti BCA Memoles Permata Tersembunyi di Jantung Dieng

Citra Lestari | WartaLog
14 Jun 2026, 19:20 WIB
Menyingkap Pesona Patakbanteng: Strategi Bakti BCA Memoles Permata Tersembunyi di Jantung Dieng

WartaLog — Di balik kabut tipis yang senantiasa menyelimuti dataran tinggi Dieng, tersimpan sebuah permata bernama Desa Patakbanteng. Desa yang selama ini lebih dikenal sebagai pintu gerbang para pendaki menuju puncak Gunung Prau ini, kini tengah bersiap menyongsong babak baru dalam pengembangan wilayahnya. Langkah besar diambil oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui payung program Bakti BCA, yang secara resmi merangkul desa di Kabupaten Wonosobo ini ke dalam jaringan desa binaan mereka.

Keterlibatan Desa Patakbanteng dalam ekosistem pemberdayaan ini bukan tanpa alasan. Desa ini terpilih sebagai salah satu panggung utama dalam ajang bergengsi “Genera-Z Berbakti 2026”. Program ini merupakan sebuah inisiatif progresif berupa kompetisi proposal pengabdian masyarakat yang ditujukan bagi para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tujuannya jelas: mengawinkan semangat inovasi generasi muda dengan potensi autentik pedesaan untuk menciptakan solusi nyata yang berkelanjutan.

Read Also

Evaluasi Perdana WFH ASN: Antara Efisiensi Energi dan Transformasi Budaya Kerja

Evaluasi Perdana WFH ASN: Antara Efisiensi Energi dan Transformasi Budaya Kerja

Sinergi Mahasiswa dan Inovasi Sosial di Ketinggian

Program Genera-Z Berbakti 2026 dijadwalkan akan mencapai puncaknya pada bulan Juli 2026. Dalam fase ini, tim mahasiswa yang terpilih sebagai pemenang akan menjalani pengalaman live-in atau tinggal menetap bersama warga Desa Patakbanteng. Mereka tidak sekadar datang untuk berkunjung, melainkan memikul misi besar untuk mengimplementasikan inovasi sosial yang telah mereka rancang. Upaya ini diharapkan mampu memberikan inovasi sosial yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga setempat.

Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, menegaskan bahwa pemilihan Patakbanteng didasari oleh profil desa yang memiliki potensi luar biasa namun masih membutuhkan sentuhan manajemen modern. Menurutnya, BCA berkomitmen untuk tidak hanya menjadi penyedia modal, tetapi juga menjadi katalisator yang mampu mengakselerasi roda ekonomi lokal secara masif dan berkelanjutan.

Read Also

Kebangkitan Raksasa Gas Maluku: Proyek Abadi Masela Siap Masuk Tahap Konstruksi 2027

Kebangkitan Raksasa Gas Maluku: Proyek Abadi Masela Siap Masuk Tahap Konstruksi 2027

“Kami di BCA ingin memastikan bahwa setiap desa yang kami bina memiliki karakteristik unik yang menonjol. Strategi yang kami terapkan bersifat holistik, mencakup pembinaan mentalitas, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), hingga membuka akses pasar yang lebih luas. Kami ingin Desa Patakbanteng ‘naik kelas’ menjadi komunitas yang mandiri dan kompetitif,” ungkap Hera dalam pernyataan resminya.

Kekayaan Budaya: Baritan Terang Bulan dan Tari Patak Lengger

Daya tarik Patakbanteng tidak hanya terletak pada pemandangan alamnya yang memanjakan mata, tetapi juga pada denyut nadi budayanya yang masih berdetak kencang. Salah satu tradisi yang tetap dijaga kesakralannya adalah Baritan Terang Bulan. Ritual adat ini diselenggarakan secara rutin setiap bulan Suro, tepatnya pada malam ke-10 dalam penanggalan Jawa. Bagi masyarakat setempat, Baritan bukan sekadar seremoni, melainkan wujud syukur kolektif atas limpahan hasil bumi dan doa bersama demi keselamatan desa.

Read Also

Visi Besar Prabowo Subianto di KTT ASEAN: Menakar Potensi Energi Bersih dan Kedaulatan Pangan di Tengah Badai Global

Visi Besar Prabowo Subianto di KTT ASEAN: Menakar Potensi Energi Bersih dan Kedaulatan Pangan di Tengah Badai Global

Selain ritual tahunan tersebut, Desa Patakbanteng juga menjadi rumah bagi Tari Patak Lengger. Tarian tradisional ini merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Dieng. Melalui gerak gemulai yang selaras dengan irama gamelan, tarian ini menceritakan harmoni antara manusia dan alam. Pelestarian budaya Jawa yang autentik inilah yang menjadi salah satu pilar penting bagi pengembangan pariwisata berbasis komunitas di wilayah tersebut.

Komoditas Unggulan: Dari Carica hingga Ginseng Jawa

Bicara tentang Patakbanteng tidak lengkap tanpa menyinggung kekayaan agrarisnya. Berada di tanah vulkanik yang subur, desa ini menghasilkan berbagai komoditas yang tidak ditemukan di tempat lain. Salah satunya adalah Carica (pepaya gunung). Buah endemik ini telah diolah oleh tangan-tangan kreatif penduduk lokal menjadi manisan segar yang kini popularitasnya telah menembus pasar internasional. Carica bukan sekadar camilan, melainkan simbol ketahanan pangan dan kreativitas warga lereng gunung.

Selain Carica, udara dingin yang menusuk tulang di lereng Gunung Prau memicu munculnya kearifan lokal dalam bentuk minuman herbal. Adalah Purwoceng (Pimpinella pruatjan), tanaman langka yang sering dijuluki sebagai ‘Ginseng Jawa’, menjadi andalan masyarakat setempat. Minuman ini dipercaya memiliki khasiat luar biasa dalam meningkatkan vitalitas dan memperlancar peredaran darah, menjadikannya produk unggulan dalam kategori kuliner tradisional yang sangat dicari oleh wisatawan.

Emas Kuning Dieng: Kentang dengan Kualitas Premium

Tak kalah penting, Desa Patakbanteng merupakan salah satu lumbung kentang terbesar di dataran tinggi Dieng. Namun, kentang yang dihasilkan di sini memiliki karakteristik khusus. Kentang kuning dari Patakbanteng dikenal memiliki kadar air yang sangat rendah dan tekstur yang pulen. Keunggulan fisik ini membuat kentang tersebut tidak mudah hancur saat diolah, menjadikannya bahan baku paling ideal untuk industri camilan.

Mulai dari keripik kentang yang renyah, perkedel yang lembut, hingga olahan kentang mustofa, semuanya diproduksi dengan standar kualitas tinggi. Melalui pendampingan dari Bakti BCA, para petani dan pelaku UMKM kentang di Patakbanteng diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk mereka, tidak hanya menjual mentah tetapi juga menguasai rantai distribusi produk olahan yang lebih menguntungkan.

Membangun Masa Depan Pariwisata Berkelanjutan

Langkah Bakti BCA di Desa Patakbanteng adalah sebuah investasi jangka panjang dalam pembentukan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan elemen alam, budaya, dan penguatan ekonomi melalui keterlibatan anak muda, Patakbanteng sedang dipersiapkan untuk menjadi model percontohan desa wisata di Indonesia. Sinergi ini membuktikan bahwa modernisasi tidak harus menggerus tradisi, justru bisa menjadi kendaraan untuk membawa tradisi lokal ke panggung yang lebih luas.

Diharapkan, dengan adanya program Genera-Z Berbakti ini, akan lahir gagasan-gagasan segar seperti digitalisasi promosi desa, sistem pengelolaan sampah wisata yang lebih baik, hingga pengembangan paket wisata Dieng yang lebih edukatif. Transformasi Desa Patakbanteng ini diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia untuk mulai mengenali dan mengoptimalkan potensi lokalnya masing-masing demi kesejahteraan bersama.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *