Diplomasi Asap: Bamsoet Dorong Cerutu Indonesia Goyang Dominasi Kuba di Pasar Global

Citra Lestari | WartaLog
13 Apr 2026, 15:52 WIB
Diplomasi Asap: Bamsoet Dorong Cerutu Indonesia Goyang Dominasi Kuba di Pasar Global

WartaLog — Indonesia tengah bersiap untuk mengambil peran lebih besar dalam peta perdagangan gaya hidup premium dunia. Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo (Bamsoet), secara tegas mendorong agar industri cerutu nasional mulai berani menunjukkan taringnya di kancah internasional, bersaing dengan negara-negara raksasa seperti Kuba, Republik Dominika, hingga Nikaragua.

Dalam pandangan Bamsoet, Indonesia sebenarnya berdiri di atas fondasi yang sangat kokoh. Kualitas tembakau tanah air telah lama diakui secara global, namun sayangnya, potensi besar ini belum terkapitalisasi secara maksimal dalam bentuk brand premium yang mendunia. Selama ini, Indonesia seolah masih bermain di balik layar, menjadi penyokong bahan baku tanpa memiliki penguasaan pasar yang dominan di sektor hilir.

Read Also

Stok Beras Melimpah, Presiden Prabowo Pastikan Keamanan Pangan di Gudang BULOG Magelang

Stok Beras Melimpah, Presiden Prabowo Pastikan Keamanan Pangan di Gudang BULOG Magelang

Tantangan Branding di Tengah Pasar Miliaran Dolar

Berbicara dalam acara Halal Bihalal Omah Cerutu Nusantara di Jakarta, Bamsoet memaparkan realita pahit di mana Indonesia masih tertinggal dalam aspek branding dan distribusi. Padahal, nilai pasar cerutu dunia diproyeksikan bakal menyentuh angka fantastis sebesar 58 miliar dolar AS pada tahun 2025 mendatang.

“Kita memiliki segalanya; mulai dari kualitas tembakau yang tiada tanding hingga tenaga kerja yang sangat terampil dalam melinting cerutu secara manual. Namun, pekerjaan rumah besar kita adalah bagaimana membangun positioning agar produk kita sejajar dengan merek-merek ikonik dunia,” ujar Bamsoet dalam keterangan resminya.

Saat ini, negara-negara Eropa seperti Belgia, Jerman, dan Spanyol justru terus memperkuat cengkeraman mereka di pasar global. Hal ini menunjukkan bahwa memenangkan persaingan di pasar ekspor bukan hanya soal rasa, melainkan soal narasi dan kekuatan merek yang dibangun secara konsisten.

Read Also

Trump Guncang Ekonomi Global: Ancam China dengan Tarif 50% Terkait Dugaan Bantuan Militer ke Iran

Trump Guncang Ekonomi Global: Ancam China dengan Tarif 50% Terkait Dugaan Bantuan Militer ke Iran

Jember: Jantung Perlawanan Cerutu Nusantara

Membahas cerutu Indonesia tentu tidak bisa melepaskan pandangan dari Kabupaten Jember. Sejak era kolonial, wilayah ini telah mentasbihkan diri sebagai pusat tembakau cerutu berkualitas tinggi. Varian tembakau Besuki Na-Oogst yang dihasilkan dari tanah vulkanik Jember bahkan dikenal sebagai salah satu bahan pembalut (wrapper) cerutu terbaik di planet ini.

Data menunjukkan bahwa pada tahun 2023, ekspor tembakau dari Jember menembus angka 3 juta kilogram dengan nilai devisa mencapai USD 31,9 juta. Beberapa produsen lokal seperti BIN Cigar pun mulai agresif melakukan ekspansi ke negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand.

“Ini adalah bukti konkret bahwa lidah penikmat cerutu internasional mulai menerima karakter rasa unik dari Indonesia. Kini saatnya kita meningkatkan skala produksi dan menjaga konsistensi kualitas agar bisa menembus pasar Eropa dan Amerika lebih dalam lagi,” tambah Bamsoet yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia.

Read Also

Strategi Jitu Hadapi Gejolak IHSG: Bos BRI Sarankan Fokus pada Saham Blue Chip dan Dividen Gemuk

Strategi Jitu Hadapi Gejolak IHSG: Bos BRI Sarankan Fokus pada Saham Blue Chip dan Dividen Gemuk

Masa Depan Cerutu Adalah Ekspor

Meski pertumbuhan ekspor tembakau rata-rata naik 4,8 persen per tahun, pasar domestik Indonesia sendiri diakui masih sangat ceruk. Hanya sekitar 20 hingga 30 persen dari total produksi nasional yang diserap oleh pasar lokal, atau setara dengan 1-2 juta batang per tahun.

Kondisi ini menegaskan bahwa masa depan ekspor tembakau dan cerutu Indonesia memang berada di luar negeri. Bamsoet menekankan pentingnya diplomasi ekonomi dan promosi yang masif untuk mendukung para pelaku UMKM dan produsen besar seperti Taru Martani, Djarum Cigarillos, hingga berbagai merek lokal lainnya agar mampu bersaing secara sehat.

Acara tersebut turut dihadiri oleh deretan tokoh penting, mulai dari Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, hingga sejumlah gubernur dan tokoh nasional lainnya. Kehadiran mereka memberikan sinyal kuat bahwa dukungan lintas sektor sedang diupayakan demi menjadikan cerutu Indonesia sebagai salah satu simbol kebanggaan ekonomi nasional di panggung dunia.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *