Komitmen Keselamatan Perkeretaapian: DPR Tekan KAI Tutup Perlintasan Liar dan Modernisasi Armada

Citra Lestari | WartaLog
04 Jun 2026, 13:20 WIB
Komitmen Keselamatan Perkeretaapian: DPR Tekan KAI Tutup Perlintasan Liar dan Modernisasi Armada

WartaLog — Di tengah deru mesin kereta api yang menjadi urat nadi transportasi nasional, isu keselamatan dan modernisasi infrastruktur kini kembali mencuat ke permukaan. Langkah konkret untuk menjamin keamanan penumpang dan masyarakat di sekitar jalur rel menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) melalui Komisi VI secara tegas memberikan instruksi kepada para pemangku kepentingan untuk segera membenahi berbagai celah dalam sistem perkeretaapian kita.

Dalam pertemuan penting yang berlangsung di Gedung Parlemen belum lama ini, Anggota Komisi VI DPR RI, Doni Akbar, menyoroti berbagai aspek krusial yang harus segera ditindaklanjuti oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA. Fokus utamanya adalah transformasi sektor transportasi kereta api Indonesia agar lebih modern, aman, dan efisien melalui peningkatan kualitas data serta penguatan sinergi industri nasional.

Read Also

Solusi Krisis Plastik: Bapanas Izinkan Bulog Gunakan Kemasan Lama demi Kelancaran Distribusi Beras SPHP

Solusi Krisis Plastik: Bapanas Izinkan Bulog Gunakan Kemasan Lama demi Kelancaran Distribusi Beras SPHP

Urgensi Penutupan Perlintasan Sebidang Ilegal

Salah satu poin paling mendesak yang menjadi sorotan adalah keberadaan perlintasan sebidang liar atau ilegal yang tersebar di berbagai titik di sepanjang jalur kereta api di Indonesia. Perlintasan-perlintasan tanpa palang pintu ini sering kali menjadi titik buta yang mengancam nyawa, baik bagi pengguna jalan maupun kelancaran operasional kereta api itu sendiri.

Doni Akbar menekankan bahwa penanganan perlintasan liar harus dilakukan melalui langkah-langkah sistematis, mulai dari percepatan penutupan hingga pengamanan jalur-jalur prioritas. Namun, ia menyadari bahwa KAI tidak bisa bergerak sendiri. Diperlukan koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan terkait untuk memastikan penutupan ini berjalan efektif tanpa menimbulkan konflik sosial di masyarakat.

Read Also

Banjir Diskon di Transmart Full Day Sale: Kesempatan Emas Boyong Elektronik Mewah dengan Harga Miring

Banjir Diskon di Transmart Full Day Sale: Kesempatan Emas Boyong Elektronik Mewah dengan Harga Miring

“Data yang akurat dan transparan adalah landasan utama dalam setiap perumusan kebijakan dan pengawasan. Perkembangan panjang jaringan rel serta kapasitasnya merupakan indikator kemajuan kita. Oleh karena itu, kita harus memastikan setiap jengkal rel aman dari potensi kecelakaan,” ungkap Doni dalam sebuah keterangan tertulis yang diterima oleh tim redaksi.

Investasi pada Perangkat Keselamatan dan Personel

Selain penutupan fisik, DPR juga mendorong adanya dukungan pembiayaan yang memadai untuk penyediaan infrastruktur keselamatan yang lebih lengkap. Ini mencakup pengadaan petugas penjaga perlintasan yang terlatih, pembangunan gardu-gardu pemantau, pemasangan palang pintu otomatis, sirine peringatan, hingga pemasangan jaringan CCTV di titik-titik rawan kecelakaan.

Modernisasi sistem keselamatan ini dianggap sebagai investasi jangka panjang yang nilainya jauh melampaui biaya material yang dikeluarkan. Tragedi kecelakaan kereta api, seperti yang pernah terjadi di kawasan Bekasi beberapa waktu lalu, menjadi pengingat pahit bahwa keterlambatan dalam mengadopsi teknologi keselamatan dapat berakibat fatal.

Read Also

Era Baru Anabatic Technologies: Irfan Setiaputra Resmi Gantikan Ignasius Jonan di Kursi Presiden Komisaris

Era Baru Anabatic Technologies: Irfan Setiaputra Resmi Gantikan Ignasius Jonan di Kursi Presiden Komisaris

Mengadopsi Teknologi Automatic Train Protection (ATP)

Menuju era modernisasi kereta api yang lebih maju, Doni Akbar mendorong penerapan teknologi Automatic Train Protection (ATP). Teknologi ini secara otomatis mampu mengendalikan laju kereta api jika terdeteksi adanya potensi bahaya atau kesalahan manusia (human error), sehingga risiko tabrakan atau anjlokan dapat ditekan hingga level minimal.

Tidak hanya soal sistem proteksi, penguatan infrastruktur rel juga menjadi perhatian. Penggunaan standar axle load atau beban gandar yang lebih tinggi sangat diperlukan agar rel kita mampu menampung rangkaian kereta api yang lebih berat dan lebih cepat. Dengan infrastruktur yang lebih kokoh, efisiensi angkutan orang maupun logistik akan meningkat secara signifikan, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pemanfaatan teknologi proteksi perjalanan yang lebih modern harus disegerakan. Kita tidak ingin lagi mendengar ada insiden yang sebenarnya bisa dicegah dengan teknologi yang sudah ada saat ini,” tegasnya.

Menyoal Armada Tua: Rehabilitasi atau Substitusi?

Isu lain yang tidak kalah penting dalam rapat dengar pendapat tersebut adalah mengenai manajemen sarana perkeretaapian yang telah beroperasi lebih dari 25 tahun. Seiring bertambahnya usia, keandalan armada kereta api tentu akan menurun, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat mengganggu kualitas pelayanan dan faktor keamanan.

DPR meminta penjelasan mendalam mengenai efektivitas program peremajaan armada yang saat ini dijalankan oleh KAI. Ada pertanyaan besar mengenai apakah rehabilitasi (perbaikan besar) masih cukup layak dilakukan, ataukah sudah saatnya dilakukan penggantian sarana secara menyeluruh dengan unit baru yang diproduksi oleh PT INKA.

  • Efektivitas Biaya: Membandingkan biaya perawatan armada lama dengan cicilan investasi armada baru.
  • Masa Pakai: Menghitung sisa umur ekonomis dan teknis setelah proses rehabilitasi dilakukan.
  • Kualitas Layanan: Memastikan penumpang mendapatkan kenyamanan yang setara dengan standar transportasi modern saat ini.

Langkah peremajaan ini juga harus disinergikan dengan kemampuan industri dalam negeri. Sebagai produsen kereta api nasional, PT INKA diharapkan mampu memenuhi kebutuhan KAI dengan produk-produk yang berkualitas tinggi dan kompetitif.

Inovasi Hijau: Battery Electric Multiple Unit (BEMU)

Di sisi lain, dunia transportasi sedang bergerak ke arah keberlanjutan atau sustainability. Dalam konteks ini, Doni Akbar menanyakan strategi perusahaan terkait adopsi program Battery Electric Multiple Unit (BEMU). Teknologi kereta rel listrik berbasis baterai ini merupakan inovasi yang sangat menjanjikan, terutama untuk jalur-jalur yang belum memiliki infrastruktur kabel listrik aliran atas (LAA).

Namun, Doni memberikan catatan bahwa setiap adopsi teknologi baru harus didasarkan pada parameter yang jelas mengenai efisiensi implementasi. Inovasi tidak boleh hanya sekadar tren, tetapi harus memberikan manfaat nyata berupa penghematan biaya operasional dan peningkatan kualitas layanan bagi publik.

“Setiap inovasi, termasuk BEMU, harus mampu membuktikan bahwa ia bisa menjadi solusi atas tantangan energi dan lingkungan, sekaligus tetap efisien secara bisnis,” tambahnya.

Transparansi Keuangan dan Prospek Masa Depan

Sebagai lembaga pengawas, DPR RI juga meminta agar KAI dan INKA menyampaikan laporan keuangan serta kinerja perusahaan secara lebih komprehensif. Transparansi ini penting agar para pengambil kebijakan di parlemen bisa mendapatkan gambaran yang utuh mengenai kondisi kesehatan finansial perusahaan, efektivitas investasi yang telah dikucurkan, serta bagaimana prospek pengembangan perusahaan di masa depan.

Dengan keterbukaan data, diharapkan dukungan politik dan anggaran yang diberikan oleh pemerintah dapat tepat sasaran. Sektor transportasi publik, khususnya kereta api, diharapkan mampu bertransformasi menjadi tulang punggung mobilitas nasional yang tidak hanya modern dan aman, tetapi juga menjadi penggerak utama pertumbuhan industri manufaktur di tanah air.

Menutup pernyataannya, Doni Akbar berharap bahwa sinergi antara KAI sebagai operator dan INKA sebagai produsen dapat terus diperkuat. Dengan visi yang sama untuk menciptakan ekosistem perkeretaapian yang handal, Indonesia optimis dapat memiliki layanan transportasi massal yang sejajar dengan negara-negara maju di dunia. Keselamatan penumpang tetap menjadi hukum tertinggi, dan modernisasi adalah jalan mutlak yang harus ditempuh untuk mencapainya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *