Menebar Berkah hingga Pelosok: Aksi Nyata Polda Sumsel Salurkan 579 Hewan Kurban di Hari Raya
WartaLog — Suasana khidmat menyelimuti Bumi Sriwijaya saat gema takbir berkumandang, menandai datangnya Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Di tengah hiruk-pikuk perayaan kurban tahun ini, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) kembali menunjukkan sisi humanisnya. Bukan sekadar menjalankan ritual tahunan, institusi penegak hukum ini melakukan mobilisasi besar-besaran dengan menyalurkan ratusan hewan kurban yang menjangkau hingga ke sudut-sudut terjauh provinsi.
Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho, mengambil langkah nyata dengan memimpin langsung prosesi penyerahan hewan kurban secara simbolis. Bertempat di halaman Masjid Al Aman, Komplek Pakri, pada Rabu (27/5/2026), momen ini menjadi pembuka dari rangkaian panjang pendistribusian daging kurban yang ditargetkan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pusat kota Palembang hingga ke pelosok desa yang sulit dijangkau transportasi umum.
Transformasi Nyata Layanan Haji 2026: Andre Rosiade Puji Dedikasi Petugas yang Kini Lebih Humanis dan Profesional
Gema Takbir dan Semangat Kebersamaan di Masjid Al Aman
Setelah melaksanakan ibadah Shalat Idul Adha bersama jajaran dan warga sekitar, Irjen Sandi Nugroho tidak segera beranjak. Ia meluangkan waktu untuk menyapa masyarakat yang hadir, menciptakan suasana hangat tanpa sekat antara pimpinan kepolisian dan warga sipil. Dalam sambutannya, Sandi menekankan bahwa Idul Adha adalah momentum terbaik untuk merawat tenun kebersamaan dan memperkuat tali silaturahmi.
“Ibadah kurban ini adalah sarana kita untuk meruntuhkan sekat-sekat sosial. Kepolisian hadir bukan sebagai pihak yang berjarak atau sekadar menjalankan tugas pengamanan, melainkan sebagai bagian tak terpisahkan dari keluarga besar masyarakat Sumatera Selatan,” ujar Irjen Sandi dengan nada yang penuh ketulusan. Baginya, setiap tetes darah hewan kurban yang tumpah hari ini membawa pesan tentang pengorbanan dan pengabdian tanpa batas kepada sesama.
Ketegangan Puncak di Timur Tengah: Israel Siap Lancarkan Operasi Militer Skala Besar ke Iran
Langkah Polda Sumsel ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat pelayanan masyarakat melalui pendekatan sosial yang menyentuh hati. Ibadah kurban menjadi medium yang efektif untuk menunjukkan bahwa Polri selalu ada, baik dalam situasi formal maupun dalam momen keagamaan yang emosional.
Data dan Logistik: Distribusi Terintegrasi di Seluruh Satuan Wilayah
Antusiasme personel kepolisian di Sumatera Selatan dalam berderma tahun ini patut diacungi jempol. Berdasarkan laporan dari Kepala Biro (Karo) SDM Polda Sumsel, Kombes Sudrajad Hariwibowo, jumlah hewan kurban yang terkumpul mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Total sebanyak 579 ekor hewan kurban berhasil dihimpun dari tingkat Polda hingga Polres jajaran.
Gelorakan Semangat Pancasila di Beranda Negara: BNPP Pertegas Peran Ideologi Sebagai Perekat Bangsa
“Alhamdulillah, semangat berbagi rekan-rekan sangat luar biasa. Tahun ini, secara keseluruhan terkumpul 579 hewan kurban, yang terdiri dari 327 ekor sapi dan 252 ekor kambing,” ungkap Kombes Sudrajad dalam laporannya di sela-sela kegiatan. Angka ini mencerminkan tingginya kesadaran sosial para personel dalam memaknai Idul Adha sebagai ajang untuk berbagi rezeki.
Manajemen distribusi pun dirancang sedemikian rupa agar tepat sasaran. Polda Sumsel tidak hanya membagikan daging dalam bentuk kemasan kupon, tetapi juga mengirimkan hewan kurban dalam keadaan hidup ke berbagai lembaga sosial. Pondok pesantren, majelis taklim, masjid di lingkungan padat penduduk, hingga panti asuhan menjadi prioritas utama penerima manfaat tahun ini.
Menjangkau yang Terlupakan: Kepedulian untuk PHL dan Petugas Kebersihan
Satu hal yang menarik dari kegiatan kurban Polda Sumsel tahun ini adalah perhatian khusus yang diberikan kepada mereka yang sering kali bekerja di balik layar. Ribuan kupon daging kurban diprioritaskan bagi para Pekerja Harian Lepas (PHL), pegawai kantin, hingga petugas kebersihan yang setiap harinya memastikan lingkungan kantor kepolisian tetap asri dan nyaman.
“Daging kurban yang dipotong di Masjid Al-Aman dan Masjid As-Sa’adah hari ini langsung kita distribusikan melalui ribuan kupon. Kami ingin memastikan bahwa mereka yang sehari-hari berada di sekitar kita, namun mungkin sering terlewatkan, dapat merasakan kegembiraan yang sama di hari raya ini. Ini adalah bentuk rasa syukur dan kebersamaan kita dengan mereka,” tambah Sudrajad.
Pendekatan ini mendapatkan apresiasi luas karena menyentuh aspek kemanusiaan yang mendasar. Para pekerja ini menyambut dengan haru pemberian tersebut, merasa bahwa pengabdian mereka diakui dan dihargai oleh institusi Polda Sumsel.
Misi Kemanusiaan Menembus Pelosok Sumatera Selatan
Tidak hanya berhenti di pusat kota, tim logistik Polda Sumsel juga bergerak menuju titik-titik geografis paling ekstrem di Sumatera Selatan. Tantangan medan yang berat tidak menyurutkan semangat tim untuk mengantarkan hewan kurban ke wilayah perbatasan. Di ujung barat laut provinsi, tepatnya di Desa Karang Anyar, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), seekor sapi kurban diserahkan langsung kepada Kepala Desa setempat, Martono.
Perjalanan darat yang menempuh waktu berjam-jam juga dilakukan untuk mencapai wilayah pegunungan di Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Di sana, distribusi menyasar Pondok Pesantren Al Ittifaqiah di Kuripan. Kedatangan bantuan hewan kurban ini menjadi angin segar bagi warga di pelosok yang mungkin jarang mendapatkan bantuan serupa dalam skala besar.
Langkah ini mempertegas komitmen kepolisian bahwa pelayanan mereka tidak terhambat oleh jarak. Kehangatan Idul Adha harus dirasakan oleh warga di desa terpencil sebagaimana dirasakan oleh mereka yang tinggal di jantung ibu kota provinsi. Penyaluran ini sekaligus menjadi sarana deteksi dini dan komunikasi sosial antara polisi dan warga di daerah rawan.
Komitmen Pelayanan yang Tak Pernah Padam
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan implementasi dari nilai-nilai Polri yang Presisi. Menurutnya, berbagi di hari raya bukan hanya soal memberikan daging kurban, melainkan soal bagaimana membangun kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat.
“Berbagi di hari raya ini adalah wujud syukur kami. Pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat adalah pengabdian yang berjalan terus-menerus, tanpa henti. Kami berharap kebersamaan ini semakin memperkuat rasa kesetaraan kita semua di Sumatera Selatan,” tegas Nandang. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan semacam ini akan terus dipelihara sebagai bagian dari budaya organisasi di lingkungan Polda Sumsel.
Melalui langkah nyata ini, Polda Sumsel berhasil mengubah persepsi kaku tentang aparat keamanan menjadi sosok pelindung yang penuh empati. Idul Adha 1447 H di Sumatera Selatan pun tidak hanya dirayakan dengan penyembelihan hewan, tetapi juga dengan penyemaian benih-benih kasih sayang dan solidaritas sosial yang akan terus tumbuh di masa mendatang.