Wamensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp 1,13 Miliar di Pemalang: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Rakyat

Akbar Silohon | WartaLog
18 Mei 2026, 19:17 WIB
Wamensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp 1,13 Miliar di Pemalang: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Rakyat

WartaLog — Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, saat jajaran petinggi negara turun langsung menyapa masyarakat di akar rumput. Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, hadir dengan membawa misi kemanusiaan yang konkret melalui kegiatan Bakti Sosial Terintegrasi. Kehadiran beliau bukan sekadar seremonial, melainkan membawa angin segar berupa bantuan sosial melalui program ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) dengan total nilai fantastis mencapai Rp 1.133.256.500.

Langkah nyata ini merupakan representasi dari komitmen pemerintah pusat untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam jaring pengaman sosial. Dana miliaran rupiah tersebut dialokasikan secara spesifik untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari penyandang disabilitas, lansia, hingga anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus di wilayah Pemalang dan sekitarnya.

Read Also

Skandal Cukai Palsu Mencuat, KPK Endus Keterlibatan Jaringan Mafia di Ditjen Bea Cukai

Skandal Cukai Palsu Mencuat, KPK Endus Keterlibatan Jaringan Mafia di Ditjen Bea Cukai

Rincian Alokasi Bantuan: Menyentuh Berbagai Lini Kebutuhan

Dalam laporan yang diterima redaksi, rincian penyaluran bantuan ini sangat komprehensif. Sebagian besar dana, yakni sebesar Rp 869.745.500, disalurkan melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung kepada 529 penerima manfaat. Bantuan ini mencakup berbagai kebutuhan dasar dan alat penunjang kemandirian yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat rentan.

Tidak hanya itu, perhatian khusus juga diberikan pada sektor kesehatan mata melalui bantuan biaya operasi katarak dari Ditjen Linjamsos. Sebanyak 21 penerima manfaat mendapatkan bantuan senilai Rp 40.950.000, sebuah langkah kecil yang berdampak besar bagi kualitas hidup para penderitanya. Selain itu, aspek perlindungan anak juga menjadi prioritas dengan adanya edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak senilai Rp 21.660.000 bagi 87 penerima manfaat.

Read Also

Golkar Pasang Badan untuk Prabowo: Peringatan Keras Bagi Dalang Demo Berbayar Agar Segera Berhenti

Golkar Pasang Badan untuk Prabowo: Peringatan Keras Bagi Dalang Demo Berbayar Agar Segera Berhenti

Mitigasi bencana pun tidak luput dari perhatian. Kementerian Sosial juga mengalokasikan anggaran untuk pembentukan Kampung Siaga Bencana dan Lumbung Sosial, serta program TAGANA Masuk Sekolah. Untuk meringankan beban keluarga yang tertimpa musibah, diserahkan pula santunan ahli waris korban bencana alam dengan total nilai masing-masing Rp 155.897.000 dan Rp 45.000.000.

Filosofi Gotong Royong: Menjangkau yang Tak Terjangkau

Dalam pidatonya yang menggugah semangat, Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa kunjungannya ke Pemalang adalah mandat langsung dari Presiden. Tujuannya jelas: menjangkau saudara-saudara sebangsa yang selama ini mungkin merasa jauh dari akses layanan pemerintah. Beliau menekankan pentingnya kehadiran negara di tengah-tengah kesulitan rakyat.

“Kami datang ke Pemalang dalam rangka menjalankan perintah Bapak Presiden supaya saudara-saudara kita yang selama ini tidak terjangkau, bisa kita jangkau, dan mereka bisa merasakan hadirnya negara di tengah-tengah,” ujar Agus Jabo dengan nada optimis. Beliau percaya bahwa tantangan sosial yang kompleks hanya bisa diatasi jika semua elemen bangsa bersatu padu.

Read Also

Polemik Kewenangan Hitung Rugi Negara, Baleg DPR Panggil BPK hingga Mahkamah Agung

Polemik Kewenangan Hitung Rugi Negara, Baleg DPR Panggil BPK hingga Mahkamah Agung

Lebih lanjut, Wamensos mengajak seluruh stakeholder di Kabupaten Pemalang untuk memperkuat semangat kolaborasi. Menurutnya, gotong royong bukan sekadar slogan, melainkan fondasi filosofis bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai persoalan sosial. Pemerintah, tegasnya, tidak boleh tinggal diam dan harus terus berjuang agar rakyat bisa tersenyum kembali meski di tengah himpitan ekonomi.

Sentuhan Personal: Alat Bantu dan Modal Usaha bagi Kelompok Rentan

Bantuan yang diserahkan kali ini tidak hanya berbentuk dana tunai, tetapi juga alat-alat produktif yang dapat memicu pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kemensos menyerahkan bantuan ATENSI berupa paket kebutuhan dasar untuk lansia, alat bantu dengar bagi penderita tuna rungu, kursi roda, hingga sepeda roda tiga.

Salah satu yang menarik perhatian adalah penyerahan bantuan berupa mesin jahit bagi kelompok rentan. Hal ini diharapkan dapat menjadi modal awal bagi mereka untuk berwirausaha secara mandiri. Penyerahan secara simbolis dilakukan langsung oleh Agus Jabo bersama Bupati Pemalang kepada para perwakilan klaster, seperti Wasmoyo (lansia), Raditya Fatah Ibrahim (disabilitas rungu), Ibnu Dwi Purwanto (klaster anak), dan Harlina (kelompok rentan).

Aksi nyata ini memberikan gambaran bahwa program pemerintah saat ini sangat fokus pada keberlanjutan. Bukan sekadar memberi ikan, tetapi juga memberikan kail agar masyarakat memiliki kemandirian finansial di masa depan.

Sekolah Rakyat di Desa Banjarmulya: Investasi Masa Depan

Selain bantuan jangka pendek, Kabupaten Pemalang juga bersiap menyambut proyek strategis nasional di bidang pendidikan sosial, yaitu pembangunan Sekolah Rakyat. Rencananya, sekolah ini akan dibangun di Desa Banjarmulya di atas lahan seluas 9,4 hektare. Program ini menjadi salah satu prioritas unggulan pemerintah dalam mencetak sumber daya manusia yang tangguh dari kalangan masyarakat prasejahtera.

Bupati Pemalang, Anom Widyantoro, menyatakan dukungannya secara penuh terhadap rencana ini. Beliau mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan persiapan matang sejak jauh-jauh hari agar pembangunan ini berjalan lancar. “Program sekolah rakyat kami sangat beratensi dan merencanakan ini dengan serius sejak jauh-jauh hari,” tegas Anom.

Lahan seluas hampir 10 hektare tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar formal, tetapi juga pusat pelatihan keterampilan bagi warga sekitar. Keberadaan sekolah rakyat ini diharapkan menjadi katalisator perubahan sosial yang signifikan di Kabupaten Pemalang.

Apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Pemalang

Bupati Anom Widyantoro tak kuasa menyembunyikan rasa terima kasihnya atas perhatian luar biasa yang diberikan oleh Kementerian Sosial. Menurutnya, aksi Bakti Sosial Terintegrasi ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terjalin dengan sangat harmonis. Kehadiran jajaran Kemensos di Pemalang memberikan dampak psikologis yang positif bagi warga.

“Jadi tidak sekadar tagline, tapi kita bisa merasakan kehadiran Kementerian Sosial beserta seluruh jajarannya di Kabupaten Pemalang,” tutur Anom. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Agus Jabo yang telah meluangkan waktu untuk terjun langsung memantau kondisi masyarakat di lapangan.

Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting daerah, termasuk Pj Sekda Pemalang Endro Johan Kusuma, Ketua DPRD Kabupaten Pemalang Martono, Kapolres Pemalang Randy Setia Permana, serta Dandim 0711/Pemalang Muhammad Arif. Kehadiran lengkap unsur Forkopimda ini menunjukkan betapa krusialnya agenda perlindungan sosial bagi stabilitas dan kemajuan daerah.

Dengan adanya penyaluran bantuan sebesar Rp 1,13 miliar ini, diharapkan roda ekonomi lokal dapat bergerak lebih cepat dan beban masyarakat rentan dapat berkurang secara signifikan. Kegiatan ini ditutup dengan sesi dialog antara Wamensos dan para penerima manfaat, menciptakan momen emosional yang mempertegas bahwa negara memang benar-benar hadir untuk rakyatnya.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *