Tragedi Kebakaran Hebat di Gedung PPJT RSUD dr Soetomo Surabaya: Satu Pasien Meninggal Dunia
WartaLog — Pagi yang semestinya tenang di jantung Kota Surabaya berubah menjadi suasana penuh kepanikan dan duka mendalam. Sebuah insiden kebakaran dilaporkan melanda Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) di RSUD dr Soetomo, Jumat (15/5/2026). Di tengah upaya penyelamatan yang dramatis, satu nyawa pasien dilaporkan tidak tertolong, meninggalkan duka bagi keluarga dan seluruh staf medis yang bertugas.
Asap hitam pekat terlihat membubung tinggi dari area lantai atas gedung yang merupakan fasilitas vital bagi perawatan jantung tersebut. Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, mengingat RSUD dr Soetomo adalah salah satu rujukan medis utama di Indonesia Timur. Laporan awal mengenai titik api mulai masuk ke pusat komando pada pukul 06.30 WIB, memicu respons cepat dari tim pemadam kebakaran dan penyelamatan kota.
Isak Tangis Iringi Kepergian Haerul Saleh: Anggota BPK RI yang Berpulang dalam Tragedi Kebakaran
Kronologi Kejadian: Kabut Asap di Pagi Hari
Berdasarkan data yang dihimpun oleh tim redaksi di lapangan, api pertama kali terdeteksi saat aktivitas rumah sakit baru saja dimulai. Para saksi mata melihat asap mulai merambat dari bagian dalam gedung, yang dengan cepat memenuhi lorong-lorong perawatan. Kejadian ini memaksa pihak rumah sakit untuk segera mengambil langkah darurat demi keselamatan ratusan nyawa yang berada di dalam bangunan tersebut.
Tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya bersama BPBD langsung dikerahkan ke lokasi sesaat setelah menerima panggilan darurat. Sebanyak puluhan unit mobil pemadam dikerahkan untuk menjinakkan si jago merah yang sempat mengancam integritas struktur bangunan PPJT. Fokus utama petugas saat itu tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan evakuasi terhadap pasien-pasien yang kondisinya sangat rentan.
Tulsi Gabbard Mundur: Di Balik Pintu Intelijen AS dan Prahara Kabinet Donald Trump
Satu Pasien ICU Meninggal Dunia
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, dalam keterangan resminya mengonfirmasi adanya korban jiwa dalam musibah ini. Korban merupakan seorang pasien yang tengah menjalani perawatan intensif di ruang ICU saat kebakaran terjadi. Kondisi kritis pasien ditambah dengan kepungan asap tebal diduga menjadi faktor sulitnya proses pemindahan secara cepat.
“Kami sangat menyesalkan adanya korban jiwa dalam insiden ini. Di unit ICU, satu pasien telah dinyatakan meninggal dunia, sementara satu pasien lainnya berhasil kita evakuasi dalam kondisi selamat ke area yang lebih aman,” ungkap Rini saat ditemui di lokasi kejadian. Kabar ini menambah suasana haru di tengah upaya petugas menguasai keadaan.
Tragedi Berdarah Rumbai: Menantu Jadi Otak Pembunuhan Sadis Lansia di Pekanbaru, Ini Peran Para Pelaku
Titik Api Berasal dari Ruang Bedah Jantung
Investigasi awal menunjukkan bahwa sumber utama api berasal dari lantai 5 gedung PPJT RSUD dr Soetomo. Ruangan yang menjadi titik awal kebakaran diduga kuat adalah ruang bedah jantung, sebuah area steril dengan banyak peralatan medis elektronik yang kompleks. Meski penyebab pasti masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik atau kegagalan teknis pada peralatan medis.
Dampak dari kebakaran ini tidak hanya terbatas pada satu lantai. Rini menjelaskan bahwa asap panas sempat merambat dengan cepat melalui sistem ventilasi dan celah bangunan, menjangkau lantai 1 hingga lantai 6. Hal inilah yang menyebabkan seluruh gedung harus dikosongkan seketika. Efek asap yang membubung hingga ke lantai teratas membuat petugas harus bekerja ekstra keras menggunakan alat bantu pernapasan dan blower untuk mengeluarkan asap dari dalam gedung.
Aksi Heroik Evakuasi di Tengah Kepungan Asap
Proses pemindahan pasien di RSUD dr Soetomo berlangsung sangat dramatis. Puluhan perawat, dokter, dan petugas keamanan bahu-membahu mendorong ranjang pasien (bed) dan kursi roda keluar menuju halaman rumah sakit. Beberapa pasien tampak dipasangi tabung oksigen portabel saat dievakuasi di bawah langit pagi yang tertutup asap kelabu.
Kecepatan respons dari tim medis sangat krusial, mengingat pasien di gedung PPJT mayoritas memiliki ketergantungan tinggi pada alat bantu hidup. Bagi mereka, gangguan pada suplai oksigen atau paparan asap sedikit saja bisa berakibat fatal. Layanan kesehatan darurat segera didirikan di area terbuka untuk memastikan pemantauan kondisi pasien tetap berjalan meskipun berada di luar ruangan perawatan yang semestinya.
Upaya Penanganan Pasca-Kebakaran
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih bersiaga di lokasi untuk melakukan proses pembasahan dan memastikan tidak ada titik api sekunder yang tersisa di balik dinding atau plafon gedung. Petugas BPBD Surabaya juga terlibat aktif dalam memfasilitasi kebutuhan logistik darurat bagi pasien yang dievakuasi ke area sementara.
Pihak manajemen RSUD dr Soetomo sendiri belum memberikan rincian terkait total kerugian materiil akibat rusaknya fasilitas bedah jantung tersebut. Namun, dipastikan bahwa pelayanan jantung terpadu untuk sementara waktu akan dialihkan ke unit lain guna memastikan keamanan pasien dan kelancaran investigasi oleh tim Labfor Polri.
Keamanan Fasilitas Publik Menjadi Sorotan
Tragedi di RSUD dr Soetomo ini kembali membuka diskusi mengenai standar keamanan kebakaran pada gedung-gedung bertingkat, terutama fasilitas publik seperti rumah sakit. Mengingat kompleksitas peralatan medis dan kondisi pasien yang tidak berdaya, protokol pencegahan kebakaran harus menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Banyak pihak berharap agar hasil investigasi nanti dapat memberikan gambaran jelas mengenai apa yang sebenarnya terjadi, sehingga langkah mitigasi yang lebih baik dapat diterapkan di masa depan. Kejadian ini menjadi pengingat pahit bahwa bencana bisa datang kapan saja, dan kesiapan sistem proteksi kebakaran di gedung rumah sakit harus selalu dalam kondisi prima demi melindungi nyawa manusia.
Seluruh keluarga besar WartaLog menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga langkah-langkah pemulihan pasca-insiden ini berjalan lancar sehingga RSUD dr Soetomo dapat kembali memberikan layanan terbaiknya bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.