Jadwal dan Panduan Lengkap CFD Rasuna Said: Rayakan HUT Jakarta ke-499 dengan Langit Biru

Akbar Silohon | WartaLog
07 Mei 2026, 23:17 WIB
Jadwal dan Panduan Lengkap CFD Rasuna Said: Rayakan HUT Jakarta ke-499 dengan Langit Biru

WartaLog — Wajah Ibu Kota, khususnya di kawasan jantung bisnis Jakarta Selatan, dipastikan akan tampak berbeda pada akhir pekan ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mengumumkan pemberlakuan kebijakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau yang lebih populer dengan sebutan Car Free Day (CFD) di sepanjang koridor Jalan HR Rasuna Said. Langkah ini diambil bukan sekadar rutinitas mingguan biasa, melainkan menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian semarak pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.

Kehadiran CFD di salah satu urat nadi transportasi Jakarta ini diharapkan mampu memberikan ruang napas baru bagi warga di tengah hiruk-pikuk gedung pencakar langit. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi, kegiatan ini akan mulai dilaksanakan pada hari Minggu, 10 Mei 2026, dengan jadwal operasional mulai pukul 05.30 WIB hingga 10.00 WIB. Momentum ini diprediksi akan menarik ribuan warga yang rindu akan ruang terbuka publik yang luas di kawasan Kuningan.

Read Also

Restrukturisasi Strategis Korps Bhayangkara: Komjen Panca Putra Resmi Nakhodai Lemdiklat Polri

Restrukturisasi Strategis Korps Bhayangkara: Komjen Panca Putra Resmi Nakhodai Lemdiklat Polri

Merayakan Jakarta: CFD Spesial di Jantung Kuningan

Penerapan CFD di Jalan HR Rasuna Said kali ini memiliki makna simbolis yang kuat. Sebagai bagian dari perayaan menuju usia Jakarta yang hampir mencapai lima abad, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin menghadirkan suasana kota yang lebih humanis dan ramah lingkungan. Jika biasanya kawasan ini didominasi oleh deru mesin kendaraan pribadi dan bus kota, akhir pekan nanti langkah kaki manusia dan kayuhan sepeda akan menjadi penguasa jalanan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Ujang Harmawan, menjelaskan bahwa pembagian wilayah HBKB ini telah dipetakan secara mendalam untuk meminimalisir dampak kemacetan di area sekitarnya. “Untuk Jalan HR Rasuna Said sisi timur, HBKB akan berlaku efektif pada segmen yang membentang dari Simpang Jalan Gembira hingga Simpang Jalan Raya Casablanca,” ungkap Ujang dalam keterangan resminya kepada media.

Read Also

Langkah Catur Min Aung Hlaing: Aung San Suu Kyi Dipindahkan ke Tahanan Rumah di Tengah Badai Krisis Myanmar

Langkah Catur Min Aung Hlaing: Aung San Suu Kyi Dipindahkan ke Tahanan Rumah di Tengah Badai Krisis Myanmar

Sementara itu, bagi warga yang biasa melintas di sisi barat, penutupan jalan akan dilakukan mulai dari segmen Simpang Jalan Prof. Dr. Satrio hingga mencapai Simpang Jalan Setiabudi Utara Raya. Dengan pembagian ini, diharapkan masyarakat dapat menikmati area yang luas untuk berolahraga, bersosialisasi, atau sekadar menikmati udara pagi tanpa gangguan polusi kendaraan bermotor di Jakarta Selatan.

Navigasi Lalu Lintas: Rekayasa Arus dan Jalur Alternatif

Sebagai konsekuensi dari penutupan jalan utama tersebut, pihak Dishub DKI telah merancang skenario rekayasa lalu lintas yang komprehensif. Masyarakat yang tetap harus beraktivitas menggunakan kendaraan bermotor diimbau untuk memperhatikan enam rute pengalihan arus berikut ini agar tidak terjebak dalam kepadatan lalu lintas:

Read Also

Jatuh Bangun Ammar Zoni di Balik Jeruji: Vonis 7 Tahun Penjara dan Pelajaran Pahit Kasus Narkoba Salemba

Jatuh Bangun Ammar Zoni di Balik Jeruji: Vonis 7 Tahun Penjara dan Pelajaran Pahit Kasus Narkoba Salemba
  • Dari Arah Timur (Manggarai) ke Barat (Tanah Abang/Karet): Pengguna jalan dapat melintasi rute Jalan Sultan Agung, berlanjut ke Jalan Galunggung, masuk ke Jalan Karet Pasar Baru Timur III, kemudian Jalan Karet Pasar Baru Timur II, hingga Jalan RM Margono Djojohadikoesoemo.
  • Dari Arah Timur (Kampung Melayu) ke Barat (Tanah Abang/Karet): Jalur alternatif yang disarankan adalah melalui Jalan Raya Casablanca, dilanjutkan menuju Jalan Prof. Dr. Satrio, dan masuk ke arah Jalan KH Mas Mansyur.
  • Dari Arah Barat (Tanah Abang/Karet) ke Timur (Manggarai): Arus lalu lintas dialihkan melalui Jalan RM Margono Djojohadikoesoemo, menyambung ke Jalan Galunggung, dan berakhir di Jalan Sultan Agung.
  • Dari Arah Barat (Tanah Abang/Karet) ke Timur (Kampung Melayu): Pengendara bisa mengambil jalur melalui Jalan KH Mas Mansyur, berlanjut ke Jalan Prof. Dr. Satrio, hingga tembus ke Jalan Raya Casablanca.
  • Dari Arah Utara (Menteng) ke Selatan (Kuningan): Perjalanan dapat diarahkan melalui Jalan Galunggung, Jalan Gembira, melintasi kawasan Kuningan Persada, Jalan Kuningan Mulya, Jalan Achmad Bakrie Barat, dan akhirnya menuju Jalan Casablanca.
  • Dari Arah Selatan (Kuningan) ke Utara (Menteng): Pengguna jalan dapat memanfaatkan rute Jalan Prof. Dr. Satrio, berbelok ke Jalan Denpasar Raya, melintasi Jalan Setiabudi, Jalan Setiabudi Utara Raya, Jalan Setiabudi Tengah, dan keluar di Jalan Galunggung.

Pihak berwenang menekankan pentingnya bagi setiap pengendara untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas yang berjaga di titik-titik krusial selama Car Free Day berlangsung.

Aksesibilitas dan Fasilitas Parkir bagi Pengunjung

Menyadari antusiasme warga yang besar, penyelenggara juga telah menyiapkan kantong-kantong parkir yang memadai bagi mereka yang membawa kendaraan menuju titik awal CFD. Tak tanggung-tanggung, total tersedia 3.687 Satuan Ruang Parkir (SRP) yang disebar di beberapa lokasi strategis. Rinciannya mencakup kapasitas untuk 1.680 unit mobil dan 2.007 unit sepeda motor.

Empat titik utama penyediaan parkir yang telah divalidasi oleh Dishub DKI antara lain:

  1. Pasar Festival dan GOR Soemantri: Lokasi ini mampu menampung sekitar 305 mobil dan 437 motor. Cocok bagi warga yang ingin memulai aktivitas olahraga di sekitar stadion legendaris tersebut.
  2. Kawasan Rasuna Epicentrum: Sebagai area terluas, tempat ini menyediakan kapasitas besar yakni 850 mobil dan 685 motor.
  3. Setiabudi One: Tersedia ruang bagi 310 mobil dan 450 motor, memudahkan akses bagi warga yang datang dari arah Menteng atau Setiabudi.
  4. Gedung Nyi Ageng Serang: Menyediakan kapasitas 215 mobil dan 435 motor.

Meski fasilitas parkir tersedia, masyarakat sangat disarankan untuk menggunakan moda transportasi publik guna mendukung semangat pengurangan emisi gas buang yang menjadi inti dari kegiatan HBKB ini.

Transportasi Publik Tetap Melayani

Kabar baik bagi pengguna setia angkutan umum, layanan transportasi massal dipastikan tetap beroperasi normal meskipun jalanan utama disterilkan dari kendaraan pribadi. Transjakarta tetap akan melayani penumpang dengan rute-rute yang telah menyesuaikan kondisi di lapangan, di antaranya rute L13 (Puri Beta-Flyover Kuningan Express), 4D (Pulo Gadung-Kuningan), 6 (Ragunan-Galunggung), 6A (Ragunan-Balai Kota via Kuningan), 6B (Ragunan-Balai Kota via Semanggi), hingga 6H (Senen-Lebak Bulus).

Tak hanya bus, layanan LRT Jabodebek juga menjadi opsi primadona bagi warga yang ingin menuju lokasi CFD tanpa pusing memikirkan parkir. Relasi Dukuh Atas-Harjamukti dan Dukuh Atas-Jati Mulya akan tetap beroperasi sesuai jadwal, memberikan kemudahan akses bagi warga dari daerah penyangga seperti Depok dan Bekasi.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar sebisa mungkin menghindari ruas jalan yang terdampak jika tidak berkepentingan langsung dengan acara ini. Mari kita utamakan keselamatan, mematuhi rambu-rambu yang ada, serta menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung,” tutup Ujang Harmawan.

Dengan persiapan yang matang dan koordinasi lintas sektoral, CFD di Rasuna Said ini diharapkan menjadi ajang perayaan yang berkesan bagi seluruh warga dalam menyambut HUT Jakarta ke-499. Mari kita jadikan momen ini sebagai langkah nyata menuju Jakarta yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *