Real Madrid vs Deportivo Alaves 2-1: Taji Kylian Mbappe dan Vinicius Jr Amankan Tiga Poin Krusial di Bernabeu
WartaLog — Santiago Bernabeu kembali bergemuruh saat sang raja Spanyol, Real Madrid, menjamu Deportivo Alaves dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi Spanyol musim 2025/2026. Dalam laga yang penuh drama dan tensi tinggi tersebut, Los Blancos berhasil mengamankan kemenangan tipis namun sangat berharga dengan skor 2-1. Dua gol kemenangan tuan rumah yang dicetak oleh bintang-bintang papan atas mereka memastikan langkah Madrid untuk terus menempel ketat puncak klasemen sementara.
Pertandingan yang berlangsung pada pekan krusial ini menunjukkan betapa dominannya skuad asuhan Alvaro Arbeloa dalam mengendalikan ritme permainan, meski tim tamu sempat memberikan perlawanan yang membuat jantung para pendukung Madrid berdegap kencang. Dengan hasil ini, persaingan di papan atas La Liga semakin memanas, mengingat setiap poin kini bernilai sangat mahal bagi Real Madrid yang mengincar trofi ke-37 mereka.
Luis Enrique Waspadai ‘Perangkap’ Anfield: PSG Tak Boleh Terlena Meski Unggul 2-0
Kejutan Alaves di Menit-Menit Awal
Meski datang sebagai tim yang tidak diunggulkan, Deportivo Alaves memulai laga dengan keberanian luar biasa. Di bawah arahan Quique Sanchez Flores, tim tamu tidak menunjukkan rasa gentar sedikit pun di hadapan publik Madrid. Sejak peluit pertama dibunyikan, Alaves langsung menerapkan high pressing yang sempat membuat lini belakang Madrid kewalahan. Serangan agresif dari sektor sayap menjadi senjata utama mereka untuk menguji kesiapan kiper Andriy Lunin.
Baru berjalan tiga menit, bek muda berbakat Dean Huijsen harus melakukan blok krusial untuk menghalau peluang emas Alaves. Lima menit berselang, Lunin dipaksa bekerja keras melakukan penyelamatan akrobatik demi menjaga kesucian gawangnya. Momentum awal ini sempat memberikan harapan bagi para pendukung tim tamu bahwa mereka mampu mencuri poin dari markas Real Madrid. Namun, kematangan mental juara tuan rumah perlahan mulai terlihat seiring berjalannya waktu.
Pertempuran San Siro: Misi AC Milan Jegal Pesta Juara Inter dan Redam Ambisi Juventus
Koneksi Arda Guler dan Kylian Mbappe yang Mematikan
Setelah melewati tekanan di sepuluh menit pertama, Real Madrid mulai mengambil alih kendali permainan. Lini tengah yang dimotori oleh Jude Bellingham dan Federico Valverde mulai mengatur tempo, mengalirkan bola dari kaki ke kaki untuk merenggangkan pertahanan rapat Alaves. Usaha tanpa kenal lelah tersebut akhirnya membuahkan hasil manis pada menit ke-30 melalui skema serangan yang terstruktur rapi.
Arda Guler, pemain muda Turki yang kian menunjukkan pengaruhnya di skuad utama, mengirimkan umpan pendek cerdik di dalam kotak penalti. Bola tersebut langsung disambut oleh Kylian Mbappe dengan sebuah tembakan mendatar yang sangat presisi. Kiper Alaves, Sivera, dibuat mati langkah karena bola meluncur deras ke sudut gawang. Gol ini tidak hanya mengubah skor menjadi 1-0, tetapi juga meruntuhkan sedikit kepercayaan diri para pemain Alaves yang sebelumnya tampil sangat bersemangat.
Drama Old Trafford: Leeds United Permalukan Manchester United, Insiden Kartu Merah Jadi Pembeda
Gol tersebut memicu gelombang serangan lanjutan dari Los Blancos. Menjelang akhir babak pertama, tepatnya di menit ke-44, Eder Militao hampir saja menggandakan keunggulan. Sayangnya, sundulan kerasnya setelah memanfaatkan situasi bola mati masih membentur tiang gawang. Namun, kegembiraan publik Madrid sedikit terganggu ketika Militao harus ditarik keluar akibat cedera, yang kemudian digantikan oleh bek berpengalaman Antonio Rudiger sebelum turun minum.
Sihir Vinicius Junior di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, intensitas permainan tidak menurun sedikit pun. Madrid yang sudah unggul satu gol justru semakin tancap gas untuk segera menyegel kemenangan. Baru lima menit babak kedua berjalan, sebuah momen magis tercipta dari kaki Vinicius Junior. Pemain asal Brasil tersebut melakukan aksi individu dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang bersarang indah di pojok gawang Alaves. Skor 2-0 untuk keunggulan Madrid membuat atmosfer stadion semakin riuh.
Tertinggal dua gol, Alaves mencoba melakukan beberapa perubahan taktik. Namun, Madrid tetap mendominasi jalannya pertandingan. Brahim Diaz yang masuk sebagai tenaga segar hampir saja memperlebar jarak pada menit ke-62, andai barisan pertahanan Alaves tidak sigap melakukan sapuan di garis gawang. Kemenangan seolah sudah di depan mata bagi Los Blancos karena mereka terus mengurung pertahanan lawan hingga memasuki pertengahan babak kedua.
Perlawanan Gigih Alaves di Akhir Laga
Pantang menyerah adalah filosofi yang ditunjukkan Deportivo Alaves dalam pertandingan ini. Meski terus digempur, mereka tetap mencari celah untuk melakukan serangan balik. Dalam 15 menit terakhir, Alaves justru tampil lebih lepas dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya yang memaksa Dean Huijsen dan Lunin bekerja ekstra keras. Tembakan keras Toni Martinez sempat dimentahkan oleh Lunin, dan tak lama berselang, sundulan penyerang tersebut hanya membentur tiang gawang, membuat para pendukung tuan rumah sempat terdiam.
Tekanan bertubi-tubi Alaves akhirnya membuahkan hasil di menit-menit akhir. Toni Martinez berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1 melalui penyelesaian akhir yang tenang di dalam kotak penalti. Gol ini sempat memicu ketegangan di sisa waktu pertandingan, karena Alaves terus mencoba mencari gol penyeimbang melalui bola-bola panjang. Namun, pertahanan Madrid yang dipimpin oleh Rudiger tetap solid hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Signifikansi Kemenangan dan Posisi di Klasemen
Kemenangan ini memiliki arti yang sangat besar bagi Real Madrid. Tambahan tiga poin membuat mereka kini mengoleksi 73 poin dan tetap kokoh di peringkat kedua klasemen sementara, menjaga asa untuk meraih gelar juara liga musim ini. Persaingan dengan pemuncak klasemen masih sangat terbuka lebar, terutama dengan performa konsisten yang ditunjukkan oleh lini depan mereka yang kian tajam.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pil pahit bagi Deportivo Alaves yang tengah berjuang keras untuk menjauh dari zona degradasi. Berada di peringkat ke-17 dengan raihan 33 poin, Alaves harus segera membenahi performa mereka di sisa musim jika ingin tetap bertahan di kasta tertinggi kompetisi sepak bola Spanyol. Meski kalah, semangat juang yang mereka tunjukkan di Bernabeu patut mendapatkan apresiasi dari para penggemar sepak bola.
Analisis Taktik: Adaptasi Arbeloa vs Kedisiplinan Flores
Secara taktis, Alvaro Arbeloa menunjukkan kemampuannya dalam melakukan rotasi dan penyesuaian di tengah laga. Masuknya Antonio Rudiger menggantikan Militao yang cedera berjalan cukup mulus tanpa merusak ritme pertahanan. Penggunaan Arda Guler sebagai gelandang serang kreatif terbukti ampuh dalam membongkar blok rendah yang diterapkan oleh Alaves. Madrid juga terlihat lebih efisien dalam memanfaatkan peluang dibandingkan laga-laga sebelumnya.
Sementara itu, Quique Sanchez Flores hampir saja memetik hasil dari skema 4-4-2 yang sangat disiplin. Alaves berhasil mengeksploitasi celah di sisi sayap Madrid saat transisi negatif terjadi. Jika saja beberapa peluang di akhir laga mampu dikonversi menjadi gol, hasil akhir mungkin akan berbicara lain. Pertandingan ini menjadi bukti bahwa di liga ini, tidak ada tim yang benar-benar bisa dianggap remeh, bahkan oleh tim sebesar Real Madrid sekalipun.
Susunan Pemain Resmi
Real Madrid (4-3-3): Lunin; Carreras, Militao (Rudiger 45′), Huijsen, Alexander-Arnold; Bellingham, Tchouameni, Valverde; Vinicius Jr, Mbappe, Guler.
Pelatih: Alvaro Arbeloa
Deportivo Alaves (4-4-2): Sivera; Enriquez, Parada, Tenaglia, Castro; Guridi, Suarez, Blanco, Perez; Martinez, Boye.
Pelatih: Quique Sanchez Flores
Setelah laga ini, Real Madrid akan mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya yang tak kalah berat, sementara Alaves harus segera mengalihkan fokus mereka untuk mengamankan poin di laga kandang mendatang demi menjauhkan diri dari bayang-bayang degradasi.