Luis Enrique Waspadai ‘Perangkap’ Anfield: PSG Tak Boleh Terlena Meski Unggul 2-0
WartaLog — Langkah Paris Saint-Germain (PSG) menuju babak berikutnya di kompetisi Liga Champions tampak meyakinkan, namun sang arsitek Luis Enrique justru menabuh genderang kewaspadaan. Meski telah mengantongi keunggulan 2-0 atas Liverpool, Enrique memperingatkan anak asuhnya agar tidak terjebak dalam rasa percaya diri yang berlebihan menjelang laga penentuan di markas lawan.
Kemenangan di Parc des Princes melalui sumbangan gol dari Desire Doue dan Khvicha Kvaratskhelia memang memberikan margin yang cukup nyaman bagi Les Parisiens. Namun, bagi Enrique, skor tersebut hanyalah angka di atas kertas yang bisa menguap begitu saja jika mereka kehilangan fokus di bawah tekanan atmosfer Anfield yang dikenal angker bagi tim tamu.
Barcelona Menuju Takhta Juara: Jarak 11 Poin dan Strategi ‘Mata Tertutup’ Hansi Flick
Mengantisipasi Jebakan Psikologis
Mantan pelatih Timnas Spanyol itu secara terang-terangan menyebut situasi saat ini sebagai sebuah ‘perangkap’. Baginya, opini publik yang menganggap PSG sudah satu kaki di babak selanjutnya adalah ancaman terbesar bagi mentalitas skuadnya.
“Inilah tingkat kesulitan dalam pertandingan seperti ini, karena Anda dituntut untuk benar-benar waspada. Ada jebakan di mana-mana. Orang-orang mungkin berkata Anda menang mudah 2-0 dan tampil jauh lebih dominan dari lawan. Itu mungkin benar, mungkin juga tidak, tetapi yang pasti segala sesuatunya bisa berubah dengan sangat cepat di lapangan,” ujar Luis Enrique dengan nada serius.
Menghadapi Badai Serangan The Reds
Enrique menyadari sepenuhnya bahwa Liverpool tidak akan membiarkan PSG melenggang begitu saja. Ia memprediksi skuad Merseyside tersebut akan langsung tancap gas sejak peluit pertama dibunyikan guna mengejar defisit dua gol.
Drama VAR di Madrid: Mikel Arteta Berang Penalti Arsenal Dianulir dalam Semifinal Liga Champions
“Kami harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tekanan tinggi. Anda bisa saja kebobolan di babak pertama dan tiba-tiba pertandingan kembali terbuka lebar. Liverpool pasti akan keluar menyerang habis-habisan, dan tim saya harus menyadari bahwa mereka akan melewati momen-momen sulit di sana,” tambahnya. Ia menekankan bahwa kesiapan mental untuk menderita di lapangan menjadi kunci utama untuk tetap bertahan.
Belajar dari Drama Musim Lalu
Pertemuan PSG dan Liverpool di fase gugur merupakan ulangan dari musim sebelumnya. Pada musim lalu, kedua raksasa ini terlibat duel sengit yang harus ditentukan lewat babak adu penalti setelah agregat berakhir sama kuat. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Enrique dalam meracik strategi.
Dilema Manuel Ugarte di Manchester United: Gagal Bersinar di Inggris, Jadi Rebutan Raksasa Turki dan Italia
“Sulit untuk menilai apakah kami lebih kuat sekarang dibanding musim lalu, itu tidak akan membawa kita ke mana pun. Yang paling penting adalah kami telah membuktikan mampu mengatasi berbagai kesulitan. Jika tahun lalu kami harus menang karena kalah di leg pertama, tahun ini kami tetap akan mempersiapkan leg kedua dengan rasa lapar yang sama meski sudah unggul,” pungkas Enrique.