Gunung Dukono Kembali Berulah, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1,4 Kilometer ke Langit Halmahera

Akbar Silohon | WartaLog
20 Apr 2026, 07:17 WIB
Gunung Dukono Kembali Berulah, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1,4 Kilometer ke Langit Halmahera

WartaLog — Alam kembali menunjukkan kekuatannya di ufuk timur Indonesia. Gunung Dukono yang berlokasi di Halmahera Utara, Maluku Utara, dilaporkan baru saja mengalami erupsi pada Senin (20/4/2026) pagi. Semburan abu vulkanik yang cukup masif teramati membubung tinggi ke langit, menciptakan pemandangan yang mencekam sekaligus mengingatkan akan potensi bahaya aktivitas vulkanik di wilayah tersebut.

Detail Letusan Pagi Hari

Letusan yang menghentak ketenangan pagi ini terjadi tepat pada pukul 05.53 WIT. Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Geologi, kolom abu vulkanik teramati mencapai ketinggian sekitar 1.400 meter atau 1,4 kilometer di atas puncak kawah. Fenomena alam ini terekam dengan warna asap putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang condong mengarah ke arah timur.

Read Also

Amukan Si Jago Merah di Kranji Bekasi: Tiga Unit Damkar Berjibaku Padamkan Api di Kawasan Jalan Banteng

Amukan Si Jago Merah di Kranji Bekasi: Tiga Unit Damkar Berjibaku Padamkan Api di Kawasan Jalan Banteng

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengungkapkan bahwa aktivitas seismik ini tercatat cukup signifikan. “Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi gempa letusan mencapai 49,87 detik,” jelas Lana dalam keterangan resminya.

Status Waspada dan Larangan Aktivitas

Hingga saat ini, aktivitas di salah satu gunung api paling aktif di Pulau Halmahera tersebut dilaporkan masih terus bergejolak. Otoritas terkait masih menetapkan status Gunung Dukono pada Level II atau ‘Waspada’. Mengingat kondisi yang belum stabil, serangkaian rekomendasi ketat pun dikeluarkan demi menjamin keselamatan warga dan wisatawan.

Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 4 kilometer dari kawah utama, yakni Kawah Malupang Warirang. Larangan ini mencakup aktivitas pendakian, kunjungan wisata, maupun kegiatan ekonomi warga di sekitar lereng gunung. Langkah mitigasi bencana ini diambil guna menghindari risiko terkena material letusan yang bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan dini yang panjang.

Read Also

Investigasi Mendalam: Kemenhub Gelar Sidak Mendadak ke Pool Taksi Green SM Bekasi Pasca Kecelakaan Kereta

Investigasi Mendalam: Kemenhub Gelar Sidak Mendadak ke Pool Taksi Green SM Bekasi Pasca Kecelakaan Kereta

Himbauan Kesehatan bagi Warga

Selain ancaman langsung dari kawah, sebaran debu vulkanik juga menjadi perhatian serius. Warga di sekitar kaki gunung maupun di wilayah terdampak paparan abu diimbau untuk selalu waspada terhadap gangguan pernapasan. Pihak berwenang meminta masyarakat untuk selalu menyiapkan dan mengenakan masker penutup hidung dan mulut saat beraktivitas di luar ruangan.

Kesiapsiagaan di wilayah Halmahera Utara diharapkan tetap terjaga, mengingat karakter Gunung Dukono yang kerap mengalami erupsi secara fluktuatif. Pemerintah daerah dan tim SAR setempat terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan langkah evakuasi dapat dilakukan dengan cepat jika aktivitas vulkanik meningkat ke level yang lebih mengkhawatirkan.

Akbar Silohon

Akbar Silohon

Hi, saya senang berbagi berita terupdate.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *