Penantian Seperempat Abad Berakhir: Frank Lampard Antar Coventry City Kembali ke Premier League

Sutrisno | WartaLog
18 Apr 2026, 07:19 WIB
Penantian Seperempat Abad Berakhir: Frank Lampard Antar Coventry City Kembali ke Premier League

WartaLog — Stadion Ewood Park menjadi saksi sejarah kembalinya sang raksasa tidur ke panggung tertinggi sepak bola Inggris. Setelah penantian panjang selama 25 tahun, Coventry City akhirnya memastikan satu tiket promosi ke Premier League musim depan. Keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin sang manajer, Frank Lampard, yang berhasil membangkitkan gairah di klub berjuluk The Sky Blues tersebut.

Drama Satu Poin di Ewood Park

Kepastian promosi ini didapat setelah Coventry City bermain imbang 1-1 melawan Blackburn Rovers dalam laga lanjutan Championship pada Sabtu (18/4/2026) dini hari WIB. Pertandingan berlangsung sengit sejak menit awal. Publik tuan rumah sempat bersorak saat Ryoya Morishita membawa Blackburn unggul terlebih dahulu. Namun, mental baja skuad asuhan Lampard teruji ketika Bobby Thomas mencetak gol penyama kedudukan yang krusial pada menit ke-84.

Read Also

Kembalinya Sang Protagonis: Javier Tebas Sambut Antusias Rumor Kepulangan Jose Mourinho ke Real Madrid

Kembalinya Sang Protagonis: Javier Tebas Sambut Antusias Rumor Kepulangan Jose Mourinho ke Real Madrid

Satu poin tambahan ini sudah lebih dari cukup bagi Coventry untuk mengunci posisi dua besar klasemen. Saat ini, mereka mengoleksi 86 poin dari 43 pertandingan. Dengan selisih 13 poin dari Millwall di peringkat ketiga dan sisa empat laga, posisi Coventry secara matematis tidak mungkin lagi terkejar.

Akhiri Kutukan 25 Tahun

Kesuksesan ini terasa sangat emosional bagi para pendukung setia Coventry City. Terakhir kali klub ini mencicipi ketatnya persaingan Liga Inggris kasta teratas adalah pada musim 2000/2001. Sejak saat itu, mereka seolah terjebak dalam labirin divisi bawah, bahkan sempat terperosok hingga ke League Two (divisi keempat) pada tahun 2017.

Padahal, Coventry City merupakan salah satu klub pendiri format Premier League pada musim 1992/1993 dan sempat bertahan selama 34 tahun berturut-turut di kasta tertinggi sebelum degradasi awal milenium lalu. Ambisi untuk kembali hampir terwujud tiga tahun lalu, namun langkah mereka dijegal oleh Luton Town di partai final playoff.

Read Also

Gemilang di Manchester: Tim Taekwondo Indonesia Borong Medali di British Open 2026

Gemilang di Manchester: Tim Taekwondo Indonesia Borong Medali di British Open 2026

Sentuhan Magis Frank Lampard

Keberhasilan ini menjadi pembuktian bagi Frank Lampard di kursi kepelatihan. Mantan gelandang Chelsea itu tak mampu menyembunyikan kegembiraannya melihat euforia para pendukung di akhir laga. Ia menyebut pencapaian ini sebagai hasil kerja keras kolektif, sembari memberikan apresiasi kepada pendahulunya, Mark Robins.

“Saya belum pernah merasa sebahagia ini saat melihat ekspresi para penggemar. Klub ini telah menderita selama seperempat abad, dari kejayaan Premier League hingga titik terendah di League Two,” ungkap Lampard kepada media setempat. “Kredit besar untuk semua orang yang bertahan di masa-masa sulit. Mark Robins juga layak mendapatkan apresiasi atas fondasi yang ia bangun. Ini adalah pencapaian yang sangat istimewa.”

Read Also

Sean Gelael Kembali ke Pelukan Team WRT: Misi Rebut Gelar Juara Dunia FIA WEC 2026

Sean Gelael Kembali ke Pelukan Team WRT: Misi Rebut Gelar Juara Dunia FIA WEC 2026

Lampard juga menekankan betapa pentingnya peran suporter yang selalu setia menemani perjalanan tim, baik dalam laga kandang maupun tandang. Kini, Coventry City siap kembali menjadi kontestan Liga Inggris 2026/2027 dan bertekad untuk kembali bersaing dengan klub-klub papan atas dunia.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *